Tetap Ngantuk meski Tidur Lama hingga Ngorok? Waspada! Itu Tanda Gangguan Jantung
Anita K Wardhani May 14, 2026 07:38 AM

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

 

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang merasa sudah tidur cukup tetapi tetap bangun dalam kondisi lelah dan mengantuk sepanjang hari.

Sebagian lagi terbiasa mendengkur keras setiap malam dan menganggapnya sebagai tanda tidur nyenyak.

Baca juga: Sering Ngantuk Usai Makan Manis? Bisa Jadi Tanda Lonjakan Gula Darah

Padahal menurut dokter, kebiasaan ngorok dan rasa kantuk berlebihan bisa menjadi tanda gangguan tidur yang berdampak pada kesehatan jantung.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Aritmia RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Dony Yugo Hermanto, Sp.JP, Subsp.Ar(K), FIHA mengatakan, gangguan tidur seperti obstructive sleep apnea dapat memicu atrial fibrilasi atau gangguan irama jantung.

“Gangguan tidur, kadang-kadang kita gak sadar tuh ngorok, terus siangnya ngantukan aja bawaanya. Itu adalah salah satu bentuk dari gangguan tidur yang namanya obstructive sleep apnea yang bisa menyebabkan atrial fibrilasi,” jelasnya.

Tidur Lama Belum Tentu Berkualitas

KESEHATAN - Ilustrasi tidur diunduh dari situs bebas royalti Pexels.
KESEHATAN - Ilustrasi tidur diunduh dari situs bebas royalti Pexels. (Pexels)

Menurut dr. Dony, banyak orang salah mengira dengkuran berarti tidur nyenyak.

Padahal pada sleep apnea, napas dapat berhenti berulang kali saat tidur sehingga tubuh tidak benar-benar beristirahat.

“Kalau ngorok dia tidurnya gak nyenyak,” katanya.

Akibatnya tubuh tetap terasa lelah meski sudah tidur berjam-jam.

Bisa Ganggu Irama Jantung

Gangguan irama jantung yang sering luput dari perhatian kini menjadi sorotan serius karena trennya terus meningkat di Indonesia dan berpotensi memicu stroke jika tidak terdeteksi sejak dini.
Gangguan irama jantung yang sering luput dari perhatian kini menjadi sorotan serius karena trennya terus meningkat di Indonesia dan berpotensi memicu stroke jika tidak terdeteksi sejak dini. (HO/IST/dok. Siloam Hospitals)

Gangguan tidur yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kerja jantung dan memicu gangguan irama.

Pada atrial fibrilasi, detak jantung menjadi tidak teratur dan sering terlalu cepat.

“Dia bisa nadinya jadi lari,” ujar dr. Dony.

Kondisi ini membuat pasien mudah lelah, dada terasa tidak nyaman, hingga sesak napas saat aktivitas ringan.


Banyak Orang Tidak Sadar

Masalahnya, banyak orang tidak menyadari dirinya memiliki gangguan tidur maupun gangguan irama jantung.

Apalagi gejala atrial fibrilasi bisa muncul hilang timbul.

“Kadang muncul kadang gak muncul,” katanya.

Karena merasa keluhan tidak terus-menerus, banyak pasien memilih mengabaikannya. Padahal komplikasinya bisa serius.


Risiko Stroke dan Gagal Jantung

Dr. Dony mengatakan, atrial fibrilasi dapat meningkatkan risiko stroke sumbatan.

“20 sampai 30 persen stroke pada sumbatan itu disebabkan oleh atrial fibrilasi,” jelasnya.

Selain itu, kondisi ini juga dapat menyebabkan gagal jantung dan meningkatkan risiko rawat inap berulang.

Karena itu, masyarakat diminta mulai memperhatikan kualitas tidur, bukan hanya durasinya.

Jika sering mendengkur keras, mudah mengantuk di siang hari, atau jantung terasa sering berdebar, kondisi tersebut sebaiknya tidak dianggap sepele.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.