UGR Tol Yogyakarta-YIA Cair, Godaan Sales Datang Bertubi-tubi
Iwan Al Khasni May 14, 2026 08:03 AM

 

Kulon Progo Tribunjogja.com -- Rabu, 13 Mei 2026 menjadi hari yang penuh dinamika bagi warga Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih, Kulon Progo. 

Pada hari itu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) bersama Kantor Pertanahan Kulon Progo melaksanakan pencairan Uang Ganti Rugi (UGR) untuk lahan terdampak proyek Tol Yogyakarta–YIA. 

Pencairan kali ini menyasar warga Padukuhan Clawer, dengan total 20 bidang dan 2 non-bidang yang menerima kompensasi.

Lurah Pengasih, Haryana, menjelaskan bahwa pencairan ini baru sebagian dari keseluruhan warga terdampak. 

Dari tujuh padukuhan yang terkena jalur tol, empat sudah menerima pencairan, yakni Tunjungan, Drewolo, Timpang, dan Clawer.

Proses ini masih berlanjut hingga seluruh warga terdampak mendapatkan hak mereka.

Fenomena Sales yang Membanjiri Lokasi

Momen pencairan UGR ternyata tidak hanya menjadi peristiwa administratif, tetapi juga menarik perhatian banyak pihak luar. 

Sejumlah sales hadir di lokasi, menawarkan berbagai produk mulai dari kendaraan, pinjaman, hingga unit perumahan.

Kehadiran mereka menimbulkan tanda tanya, bagaimana bisa mengetahui jadwal pencairan dengan tepat.

Haryana mengaku khawatir warganya tergiur dengan tawaran instan tersebut.

Ia menekankan bahwa UGR bukanlah hadiah, melainkan kompensasi atas hilangnya aset berharga. 

Karena itu, warga harus berhati-hati agar tidak salah langkah dalam mengelola dana yang diterima.

Tol Yogyakarta-Bawen-Solo
Tol Yogyakarta-Bawen-Solo (Jasa Marga)

Imbauan Bijak dari Pemerintah

Dalam kesempatan itu, Haryana mengimbau agar warga memanfaatkan UGR secara bijak. 

Prioritas utama adalah mengganti aset yang hilang akibat proyek tol, kemudian memenuhi kebutuhan pokok keluarga. Jika dana digunakan untuk usaha, harus melalui perencanaan matang agar tidak berujung pada kerugian.

Mayoritas penerima UGR di Pengasih berprofesi sebagai buruh tani dan buruh lepas. 

Pemerintah desa pun sudah melakukan sosialisasi sejak sebelum pencairan, agar warga memahami pentingnya pengelolaan dana secara hati-hati.

Kepala BPN Kulon Progo, Margaretha Elya Lim, menambahkan bahwa total UGR yang akan dicairkan mencapai Rp 46,37 miliar dengan luasan 20.550 meter persegi. 

Nilai terbesar yang diterima warga mencapai Rp 8,2 miliar, sedangkan yang terkecil Rp 31,7 juta. Ia menegaskan agar dana digunakan secara produktif, bukan konsumtif, sehingga benar-benar bermanfaat bagi masa depan keluarga.

Kisah Warga Penerima

Salah satu warga penerima, Sarinem, mendapatkan Rp 800 juta untuk lahan pekarangan miliknya. 

Ia menolak berbagai tawaran dari sales yang menunggu di luar aula pencairan. Sarinem memilih untuk menggunakan dana tersebut demi masa depan anak-anaknya. 

“Uangnya nanti buat usaha anak-anak,” ujarnya dengan mantap.

Kisah Sarinem menjadi contoh nyata bagaimana warga bisa bersikap bijak. Alih-alih tergoda membeli barang konsumtif, ia memilih menyalurkan dana untuk hal yang lebih produktif dan berjangka panjang. (alx)

• Tepergok Chattingan dengan Pria Lain, Istri Kalap 2X Sayat Suami Pakai Pisau, Upaya Kabur Gagal

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.