Mahasiswi Dirudapaksa di Rumah Mewah, Awalnya Cari Kerja Lewat FB, Disekap Usai Dinyatakan Lulus Tes
Murhan May 14, 2026 08:50 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Nasib pilu dirasakan seorang mahasiswi berinisial MA (21). Dia diduga menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan (rudapaksa) di sebuah rumah mewah.

Rumah mewah itu kawasan perumahan elite di Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Sementara, korban yang berasal dari Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Korban disebut disekap selama tiga hari oleh pria yang baru dikenalnya melalui media sosial Facebook.

Kasus tersebut terungkap setelah korban berhasil keluar dari rumah dalam kondisi tangan masih terikat.

Warga yang melihat korban terduduk lemas di depan rumah kemudian memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian itu ke polisi.

Baca juga: Ulahnya Tantang Warga Berkelahi Bikin Resah, Pria di Tantaringin Tabalong Diamankan Polisi

"Petugas dari Polsek langsung mendatangi lokasi tersebut. Setelah tiba di TKP, benar menemukan seorang perempuan dalam kondisi tangannya terikat,” kata Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abd Latif, dikonfirmasi Rabu (13/5/2026) malam.

Korban kemudian diamankan petugas untuk mendapatkan pendampingan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Makassar.

Berawal dari Cari Kerja di Media Sosial

Latif mengatakan, peristiwa penyekapan tersebut bermula saat korban mencari pekerjaan melalui media sosial.

“Setelah dinyatakan lulus, korban diarahkan untuk datang ke rumah yang menjadi lokasi kejadian dimaksud,” ujar Latif.

Latif menyebut korban bahkan diminta untuk menginap di rumah tersebut oleh pelaku yang dikenalnya melalui media sosial Facebook.

“Untuk jenis pekerjaan yang dilamar, kami masih belum bisa memastikan. Namun berdasarkan keterangan korban, dia melamar kerja lewat media sosial dan kemudian diminta datang serta menginap di rumah tersebut,” tuturnya.

Dalam proses pemeriksaan awal yang dilakukan petugas, muncul dugaan adanya tindak pemerkosaan yang dialami korban selama berada di rumah tersebut.

“Saat ini pelaku masih dalam proses penyelidikan dan pengejaran. Ketika petugas tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi, pelaku sudah melarikan diri dan tidak berada di TKP,” beber dia.

Rumah tersebut, lanjutnya, diduga baru disewa pelaku selama kurang lebih tiga hari sebelum kasus itu terungkap.

Korban akhirnya dapat keluar dari rumah tersebut setelah pemilik rumah datang memeriksa rumah karena masa sewanya telah habis.

“Saat pemilik rumah mengetuk dan membuka pintu, korban kemudian muncul dari dalam rumah,” ujar Latif.

Waspada Lowongan di Medsos

Kasus lain, dijanjikan bekerja di sebuah pabrik, sepuluh orang jadi korban penipuan lowongan kerja di media sosial. Para korban merugi hingga puluhan juta rupiah.

8 Mei 2025, Polresta Tangerang mengungkap kasus penipuan bermodus calo tenaga kerja di media sosial yang dilakukan oleh dua tersangka berinisial AS dan LA.

Kasus ini bermula dari laporan korban yang dijanjikan pekerjaan di sebuah pabrik sepatu di Kabupaten Serang, Banten, dengan syarat membayar sejumlah uang.

Polisi mengungkap bahwa modus para tersangka adalah menawarkan lowongan kerja melalui media sosial Facebook, yang dilakukan oleh tersangka LA.

Sementara, tersangka AS mengaku memiliki jabatan strategis di pabrik tersebut dan memiliki kedekatan dengan pihak perusahaan.

Salah satu korban mengaku bahwa uang yang diserahkan kepada tersangka diperoleh dengan berbagai cara, seperti menjual aset pribadi dan berutang kepada rentenir.

Saat tim KompasTV tiba, tidak terlihat aktivitas apa pun di ruko tersebut. Tim KompasTV pun mencoba mencari informasi dari warga sekitar lokasi.

Di ruko tersebut, tidak terlihat papan nama atau informasi apa pun yang menunjukkan identitas perusahaan.

Penipuan lowongan kerja palsu tersebar di berbagai media sosial, menjebak banyak pencari kerja yang tengah berjuang mendapatkan pekerjaan.

Praktisi pengembangan sumber daya manusia mengatakan, lowongan kerja yang beredar di media sosial sulit diverifikasi kebenarannya.

Pengamat ketenagakerjaan menilai, banyaknya masyarakat yang terjebak penipuan lowongan kerja, baik bermodus lowongan kerja palsu maupun calo tenaga kerja, karena tingginya angka pengangguran di Indonesia.

Di tengah desakan untuk mendapatkan pekerjaan, para pencari kerja rawan menjadi korban penipuan. Untuk itu, selalu waspada dan memverifikasi setiap informasi lowongan kerja yang diterima.

(Banjarmasinpost.co.id/Kompas.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.