TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran sejauh 2000 meter pada periode pengamatan mulai pukul 00.00-06.00 WIB.
Awan panas guguran meluncur ke arah Kali Krasak.
Kemudian dalam periode yang sama, Gunung Merapi juga meluncurkan guguran lava pijar sebanyak 17 kali dengan jarak luncur maksimal sejauh 2000 meter ke Kali Krasak.
" Teramati 1 kali awan panas guguran ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2000 meter. Teramati 17 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2000 meter,"tulis magma.esdm dalam laporan hariannya yang dikutip Tribun Jogja, Kamis (14/5/2026).
Adapun aktifitas vulkanik di dalam perut gunung masih cukup tinggi.
Hal itu terlihat dari aktifitasn kegempaan yang terpantau selama enam jam terakhir.
Berdasarkan laporan, tercatat 1 kali gempa Awan Panas Guguran dengan amplitudo 92 mm dan lama gempa 153.15 detik.
Kemudian 35 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-34 mm dan lama gempa 84.58-198.89 detik.
Serta 10 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-21 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 19.82-48.28 detik.
Adapun pagi hari ini, Gunung Merapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 150 meter dari puncak.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Kamis 14 Mei 2026, Hujan Ringan Guyur Sleman Utara dan Kulon Progo Utara
Cuaca cerah hingga mendung, angin tenang ke arah selatan.
Suhu udara sekitar 18.1-21°C dengan kelembaban 87-98.7 persen dan tekanan udara 871.3-914.2 mmHg.
Hingga saat ini status Gunung Merapi masih level III.
BPPTKG merekomendasikan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi bahaya guguran lava dan awanpanas masih cukup tinggi.
Berikut adalah radius zona bahaya yang harus dihindari:
Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya tersebut.
Selain itu, warga diimbau mewaspadai potensi bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di hulu sungai, serta mengantisipasi gangguan abu vulkanik.
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan terus dipantau secara ketat. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, status aktivitas akan segera ditinjau kembali. (*)