TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Agenda besar Pekan Gawai Dayak (PGD) Kalimantan Barat akan segera hadir dan secara resmi dimulai pada tanggal 20 hingga 24 Mei 2026.
Pelaksanannya digelar setiap setahun sekali mengangkat budaya dan khas masyarakat di Kalimantan Barat.
Perayaan ini merupakan pesta adat tahunan yang melambangkan rasa syukur atas hasil panen serta pelestarian budaya suku Dayak.
Di Kalimantan Barat, festival ini umumnya diadakan pada bulan Mei.
Ketua Panitia PGD Kalbar 2026, Thomas mengatakan, pelaksanaan yang ke-40 kali ini akan menawarkan sentuhan berbeda dan akan menyentuh nuansa tradisi budaya dari Kabupaten Ketapang.
"Tahun ini kita mengangkat budaya Kabupaten Ketapang," katanya kepada tribunpontianak.co.id, Kamis 14 Mei 2026.
Baca juga: Gawai Dayak Sintang 2026 Digelar Akhir Juli, Panitia Siap Sambut Tamu dari Malaysia
Tujuan dari kegiatan ini, dijelaskannya sebagai wadah dalam meningkatkan semangat dan kualitas sanggar-sanggar serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal budaya.
"Selain itu, kegiatan ini juga akan menciptakan peluang sebesar-besarnya bagi pelaku seni budaya untuk mengekspresikannya," jelasnya.
Kegiatan ini pun menimbulkan harapan yang besar bagi masyarakat adat Dayak khususnya, dalam mengembalikan roh dan nilai dasar atau makna dari gawai itu sendiri.
"Gawai Dayak itu kan pesta panen, di mana kita semua bersyukur telah panen dan memohon berkat untuk tahun berikutnya," paparnya.
Di sisi lain, kegiatan ini juga selalu mencuri perhatian publik. Tidak hanya bagi masyarakat Kalimantan Barat dan Indonesia saja, tapi juga masyarakat dari negara tetangga.
Pasalnya, ada sebanyak 400 lebih tamu dari Malaysia yang sudah terkonfirmasi hadir dalam acara budaya tersebut.
Tak hanya sekedar pelestarian budaya semata, pesta rakyat ini akan menjadi ajang budaya lokal dan mempererat hubungan budaya lintas negara melalui kehadiran delegasi dari Sarawak, Malaysia.