117 KK di Dusun Lely Pasangkayu Krisis Air Bersih, Warga Terpaksa Cari Air ke Desa Tetangga
Nurhadi Hasbi May 14, 2026 10:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Warga Dusun Lely, Desa Tampaure, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), dilanda krisis air bersih akibat musim kemarau panjang yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Pantauan Tribun-Sulbar.com di lokasi, Kamis (14/5/2026), sejumlah warga tampak kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Sumur milik warga yang selama ini menjadi sumber utama air bersih mulai mengering dan tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulbar Kamis 14 Mei 2026: Mamuju hingga Pasangkayu Berpotensi Diguyur Hujan

Baca juga: Krisis Air Bersih Disorot DPRD Pasangkayu, Ketua Komisi III Kawal Perbaikan Pipa Rusak

Kondisi tersebut memaksa warga mencari berbagai cara agar tetap bisa mendapatkan air.

Sebagian warga harus menempuh perjalanan beberapa kilometer menuju desa lain hanya untuk mengambil air bersih, mandi, hingga mencuci pakaian.

Sementara itu, sebagian warga lainnya berupaya memperdalam sumur dengan harapan masih ada sumber air tersisa di bawah tanah.

Tak hanya itu, beberapa warga bahkan menggali sumur secara manual di dasar sungai yang telah mengering demi mendapatkan sedikit air untuk kebutuhan rumah tangga.

Pemandangan warga membawa jeriken dan ember menggunakan sepeda motor maupun berjalan kaki hampir setiap hari terlihat di Dusun Lely selama musim kemarau.

Kepala Dusun Lely, Erwin, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama sejak intensitas hujan mulai berkurang beberapa bulan lalu.

“Sudah berbulan-bulan kami kesulitan air sejak musim kemarau. Jangankan untuk masak dan kebutuhan lain, untuk mandi saja kami setengah mati,” ujar Erwin saat ditemui di lokasi.

Warga Berharap Bantuan Pemerintah

Menurut Erwin, warga kini harus berjuang ekstra demi mendapatkan air bersih.

Bahkan, ada warga yang harus pergi ke desa tetangga dengan jarak cukup jauh hanya untuk mandi dan mencuci.

“Kalau mau mencuci atau mandi, ada yang pergi ke desa sebelah. Jaraknya cukup jauh dan tentu sangat menyulitkan masyarakat,” katanya.

Erwin menyebut Dusun Lely dihuni sekitar 117 kepala keluarga (KK).

Meski sebagian besar warga memiliki sumur sendiri, hampir seluruh sumur kini mengalami kekeringan akibat kemarau panjang.

“Mayoritas warga punya sumur, tapi hampir semuanya kering. Air sangat sulit didapat sekarang,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan beberapa tahun lalu sempat ada program pengadaan air bersih di Dusun Lely.

Namun, fasilitas tersebut tidak berjalan maksimal sehingga warga masih bergantung pada sumur tradisional.

“Dulu sempat ada pengadaan air bersih, tapi tidak berjalan sampai sekarang. Akhirnya warga kembali bergantung pada sumur,” jelasnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan solusi, baik berupa bantuan distribusi air bersih maupun pembangunan fasilitas air bersih permanen.

Menurut mereka, persoalan air bersih selalu menjadi masalah saat musim kemarau tiba.

“Kami berharap ada perhatian pemerintah. Air ini kebutuhan utama masyarakat. Kalau kondisi seperti ini terus berlanjut tentu sangat menyulitkan warga,” tutupnya. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.