Renungan Harian Katolik Kamis 14 Mei 2026, Kita Semua Diutus
Gordy Donovan May 14, 2026 09:47 AM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Kamis 14 Mei 2026.

Tema renungan harian Katolik  "Kita Semua Diutus".

Renungan harian Katolik untuk Kamis 14 Mei 2026 merupakan hari Kamis Paskah VI, hari raya kenaikan Tuhan, Santo Matias, Rasul, Santa Maria Dominika Mazzarello, Pengaku Iman, Santo Mikhael Garicoits, Pengaku Iman, dengan warna liturgi putih.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Kamis 14 Mei 2026 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama Kis. 1:1-11

Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.

Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.

Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang?demikian kata-Nya?"telah kamu dengar dari pada-Ku.

Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."

Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"

Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.

Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,

dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 47:2-3,6-7,8-9
Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi.

Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita, suku-suku bangsa ke bawah kaki kita,

Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah!

Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran!

Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus.

Para pemuka bangsa-bangsa berkumpul sebagai umat Allah Abraham. Sebab Allah yang empunya perisai-perisai bumi; Ia sangat dimuliakan.

Bacaan Kedua Ef. 1:17-23

dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.

Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.

Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.

Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Bacaan Injil Matius 28:16-20

"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi."
Sesudah Yesus bangkit dari antara orang mati, kesebelas murid berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia, mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.

Yesus mendekati mereka dan berkata, "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.

Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik 

"Kita Semua Diutus"

Dalam renungan Katolik hari ini, kita diajak masuk ke momen yang sangat penting dalam Injil: perjumpaan terakhir Yesus dengan para murid-Nya di Galilea. Injil Matius 28:16-20 bukan sekadar penutup Injil, melainkan awal dari sebuah misi besar yang masih berlangsung hingga hari ini.

Bayangkan suasana di gunung itu. Para murid datang dengan hati yang campur aduk—ada sukacita karena melihat Yesus yang bangkit, tetapi juga keraguan yang masih tersisa. Mereka belum sepenuhnya mengerti apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun, justru di tengah kondisi itu, Yesus memberikan Amanat Agung.

Inilah dasar dari setiap renungan harian Katolik: bahwa kita dipanggil bukan karena kita sempurna, tetapi karena Tuhan mempercayakan sesuatu kepada kita.

Yesus Mendekat dan Berbicara

“Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.”
Kalimat ini bukan sekadar pernyataan kekuasaan, melainkan penghiburan. Dalam refleksi Sabda Tuhan, kita melihat bahwa Yesus menegaskan otoritas-Nya sebelum mengutus para murid. Artinya, misi yang diberikan kepada kita bukanlah tugas manusiawi semata, tetapi misi ilahi yang berada di bawah kuasa Kristus sendiri.Kekristenan

Sering kali kita merasa tidak mampu:

“Saya bukan orang yang pandai berbicara.”
“Iman saya masih lemah.”
“Saya masih sering jatuh dalam dosa.”
Namun Yesus tidak menunggu murid-murid menjadi sempurna. Ia mendekati mereka dalam keadaan mereka apa adanya. Ini adalah pesan penting dalam renungan Injil Matius hari ini: Tuhan bekerja melalui keterbatasan kita.

Pergilah, Jadikan Semua Bangsa Murid-Ku
Panggilan yang Universal
Yesus berkata:

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku...”
Kata “pergilah” menunjukkan gerakan. Iman tidak pernah statis. Dalam renungan Katolik hari ini, kita diingatkan bahwa menjadi murid Kristus berarti bergerak keluar dari zona nyaman.

Namun “pergi” tidak selalu berarti jauh secara geografis.

Pergi bisa berarti mengampuni seseorang
Pergi bisa berarti menjadi saksi di keluarga
Pergi bisa berarti hidup jujur di tempat kerja
Misi dimulai dari hal-hal kecil, tetapi berdampak besar.

“Kesetiaan kepada Tuhan tidak bergantung pada penerimaan manusia.”
Membaptis dan Mengajar
Yesus melanjutkan:

“...dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.”
Ada dua tugas utama:

Membaptis (membawa orang masuk dalam hidup Allah)
Mengajar (membimbing mereka dalam kehidupan iman)
Dalam konteks renungan harian Katolik, ini berarti kita dipanggil bukan hanya untuk percaya, tetapi juga untuk membagikan iman itu.

Mengajar tidak selalu berarti berkhotbah.

Mengajar bisa berarti:

Memberi teladan hidup yang baik
Menjadi pendengar yang penuh kasih
Menunjukkan kesabaran dalam konflik
Mereka Sujud Menyembah, Tetapi Beberapa Ragu-ragu
Ini adalah bagian yang sangat manusiawi. Bahkan setelah melihat Yesus yang bangkit, masih ada yang ragu.

Dalam refleksi Sabda Tuhan, kita belajar bahwa keraguan bukanlah akhir dari iman. Keraguan bisa menjadi bagian dari perjalanan iman.

Yesus tidak menolak mereka yang ragu. Ia tetap mengutus mereka.

Ini penting bagi kita:

Tuhan tidak menunggu iman kita sempurna
Tuhan bekerja bahkan di tengah keraguan kita
Keraguan yang dibawa kepada Tuhan akan menjadi jalan menuju iman yang lebih dalam.

Aku Menyertai Kamu Senantiasa
Janji yang Menguatkan
Yesus menutup Amanat Agung dengan janji:

“Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Ini adalah inti dari renungan Injil Matius hari ini. Kita tidak diutus sendirian.Kekristenan

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering merasa:

Sendiri dalam masalah
Tak berdaya menghadapi tantangan
Lelah dalam perjuangan iman
Namun Yesus berkata: “Aku menyertai kamu.”

Bukan kadang-kadang.
Bukan hanya saat kita kuat.
Tetapi senantiasa.

Refleksi Mendalam: Menjadi Murid yang Diutus

1. Dari Ketakutan Menuju Keberanian

Para murid awalnya takut. Namun Amanat Agung mengubah mereka menjadi saksi yang berani.

Dalam renungan Katolik hari ini, kita diajak bertanya:

Apa yang membuat saya takut untuk bersaksi?
Di mana Tuhan memanggil saya untuk lebih berani?

2. Dari Keraguan Menuju Kepercayaan

Keraguan bukan penghalang, melainkan titik awal pertumbuhan iman.

Dalam renungan harian Katolik, kita belajar bahwa iman bukan berarti tidak pernah ragu, tetapi tetap percaya di tengah keraguan.

3. Dari Penerima Menjadi Pewarta

Kita sering menikmati berkat Tuhan, tetapi lupa membagikannya.

Yesus tidak berkata: “Nikmatilah keselamatan.”

Ia berkata: “Pergilah.”

Ini adalah undangan untuk bertumbuh dari penerima menjadi pewarta.

Aplikasi Praktis dalam Kehidupan Sehari-hari
Berikut beberapa cara konkret menghidupi Sabda ini:

Di keluarga: menjadi pembawa damai
Di tempat kerja/sekolah: hidup jujur dan penuh integritas
Di lingkungan sosial: menunjukkan kasih tanpa diskriminasi
Dalam doa: menyerahkan hidup kepada Tuhan setiap hari
Inilah bentuk nyata dari refleksi Sabda Tuhan dalam hidup kita.

Penutup: Misi yang Tidak Pernah Berakhir

Amanat Agung bukan hanya untuk para rasul, tetapi untuk kita semua.

Dalam renungan Katolik hari ini, kita diingatkan bahwa setiap orang beriman adalah utusan.

Kita mungkin tidak pergi ke bangsa-bangsa jauh, tetapi kita diutus ke:

keluarga kita
teman-teman kita
dunia digital kita
Dan dalam setiap langkah itu, kita tidak pernah sendirian.

Yesus menyertai kita. Selalu. (Sumber : the katolik.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.