Dua rumah warga di Lingkungan Salurebong, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), ludes terbakar, Rabu (13/5/2026) malam.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 19.30 Wita.
Kobaran api dengan cepat membesar dan melalap rumah panggung milik warga.
Warga di sekitar lokasi kejadian sempat panik karena kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk.
Mereka bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Posko Pemadam Kebakaran (Damkar) Polman menerjunkan lima unit armada usai menerima laporan kebakaran.
Api baru dapat dipadamkan setelah 21 personel Damkar berupaya menyiram kobaran api.
“Api cepat membesar karena rumah panggung semi permanen, tidak ada korban jiwa,” kata Kepala Damkar Polman, Imran, kepada wartawan.
Ia menyampaikan proses pemadaman berlangsung cepat untuk mencegah api merambat ke rumah lainnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Namun, dua rumah ludes terbakar, satu sepeda motor hangus, dan dua rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.
Imran menyebut kebakaran diduga bermula saat salah satu pemilik rumah sedang memasak dengan api kompor yang terlalu besar.
Api kemudian menyambar tabung gas elpiji yang berada di dekatnya.
Kobaran api pun cepat menyebar dan menghanguskan bangunan di sekitarnya.
Setelah situasi terkendali, petugas melakukan pendinginan dan pendataan untuk memastikan area benar-benar aman.
Adapun dua rumah yang ludes terbakar merupakan milik Pinda dan Saripa.
Saat memeriksa sisa puing kebakaran, korban menemukan sejumlah uang tunai ikut hangus terbakar.
Anak korban, Husna, mengatakan uang tunai senilai Rp67 juta ikut terbakar dalam peristiwa tersebut.
“Total ada sekitar Rp67 juta uang tunai yang terbakar. Itu uang arisan. Saya tidak tahu kalau orang tua saya menyimpan uang sebanyak itu,” ujar Husna.
Ia menyebut uang tunai tersebut disimpan di dua tempat berbeda, yakni di dalam lemari dan di bawah kasur.
Selain uang tunai, perhiasan emas seberat 12 gram berupa kalung dan cincin milik ibunya juga belum ditemukan di antara puing kebakaran. (*)