Sosok Yustina Sadji, Dari Dapur Sederhana Membangun Usaha Pangan Lokal yang Berdaya Saing
Edi Hayong May 14, 2026 10:19 AM

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Dari peralatan sederhana di rumahnya di Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT Yustina Sadji merintis usaha olahan pangan lokal sejak 2014. 

Kini, perempuan 53 tahun itu mampu menembus pasar lebih luas dengan omzet Rp3-4 juta per bulan, label resmi, dan sertifikasi halal. 

Di balik angka itu ada kisah ketekunan seorang ibu yang juga mendampingi puluhan perempuan lain agar mandiri lewat potensi lokal.

Sepanjang 12 tahun ini ia merintis bisnis dari rumah sederhana di Noelbaki dan kini mendampingi lebih dari tiga UMKM perempuan di sekitar Tarus. 

Baca juga: Sosok AIPDA Yunus, Bhabinkamtibmas Golo Mori yang Ringan Tangan Bangun Desa

Lewat komunitas sosial ekonomi paroki dan jaringan perempuan kreatif Kupang, ia membuktikan potensi lokal bisa jadi jalan kemandirian ekonomi perempuan NTT.

Ketekunan dan semangat pemberdayaan ekonomi menjadi jalan panjang yang ditempuh Yustina Sadji, pelaku usaha pangan lokal di Kabupaten Kupang. 

Perempuan kelahiran Surabaya, Jawa Timur 5 September 1972 itu terus mengembangkan produk olahan pangan lokal hingga mampu menembus pasar yang lebih luas.

“Awalnya kami mulai dari usaha kecil dengan peralatan sederhana. Sekarang produk sudah memiliki label dan mulai dikenal masyarakat,” kata Yustina di Kupang, Rabu (13/5/2026).

Baca juga: Sosok Maria Chanzania, Dirigen Cilik dari Noelsinas yang Bermimpi Menjadi Dokter

Selain aktif sebagai pelaku UMKM, Yustina juga dikenal sebagai Ketua Koordinator Komunitas Sosial Ekonomi Paroki Santo Simon Petrus Tarus. 
 
Pemberdayaan Ekologi yang berada di bawah binaan para misionaris Claretian Penfui Kupang itu menjadikan Yustina kini boleh mendampingi lebih dari tiga UMKM di sekitar Tarus.

Komunitas tersebut mendampingi masyarakat, khususnya perempuan, dalam pengembangan usaha kreatif berbasis potensi lokal dan lingkungan.

Ia juga tergabung dalam Jaringan Perempuan Usaha Kreatif Kupang yang selama ini menjadi ruang belajar dan penguatan kapasitas bagi perempuan pelaku usaha di wilayah tersebut.

Baca juga: Sosok Sr Patrisia CJD dari Keluarga Muslim Yang Taat ke Hidup Membiara

Berbagai pelatihan dan pendidikan nonformal pernah diikuti Yustina, mulai dari pelatihan agribisnis, pengolahan hasil ternak dan pertanian, hingga bootcamp wirausaha yang difasilitasi Bank Indonesia pada 2024. Pengalaman itu memperkuat kemampuan manajemen usaha dan pengembangan produk yang dijalankannya.

Kerja keras Yustina turut membuahkan sejumlah penghargaan, antara lain Juara I Olahan Pangan Lokal tingkat NTT tahun 2022 serta penghargaan praktik terbaik dalam pengembangan pangan adaptif iklim dan sistem pangan di NTT pada 2024.

Bagi Yustina, usaha yang dijalankan bukan semata untuk mencari keuntungan ekonomi, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan bagi perempuan dan masyarakat kecil agar lebih mandiri melalui potensi pangan lokal daerah.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.