TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Curhatan siswi SMAN 1 Sambas usai memenangkan Lomba Cerdas Cermat (LCC) MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat jadi sorotan.
Pasalnya curhatan itu dikaitkan dengan ketidakadilan yang didapat lawan SMAN 1 Sambas lomba tersebut.
Seperti diketahui, babak final LCC di Kalbar ramai diperbincangkan setelah salah satu peserta dari SMAN 1 Pontianak bernama Josepha Alexandra alias Ocha disebut diperlakukan tak adil.
Dalam sesi ketiga, Ocha menjawab pertanyaan dari MC dengan jawaban yang benar, namun disalahkan oleh dewan juri hingga poinnya dikurangi lima.
Sementara siswi dari SMAN 1 Sambas yang menjawab persis sama seperti jawaban Ocha, justru dibenarkan oleh dewan juri dan diberikan poin sepuluh.
Sosok siswi SMAN 1 Sambas yang jawabannya sama seperti Ocha itu bernama Riana Akila.
Usai berhasil membawa sekolahnya lolos LCC tingkat nasional, Riana mengurai curhatan.
Dalam tayangan Youtube Tribun Pontianak, Riana mengaku tak menyangka timnya bisa melaju mulus hingga menyabet juara satu.
Padahal awalnya ia tak punya ekspektasi tinggi bakal mewakili provinsi untuk ke nasional.
"Alhamdulillah kami mencapai kesuksesan sampai saat ini. Ekspektasi kami itu hanya menang babak penyisihan, masuk final. Itu pun juara tiga enggak apa-apa. Tapi alhamdulillahnya rezeki kami mencapai juara satu ke nasional ini," ungkap Riana.
Selain Riana, rekannya dari SMAN 1 Sambas lainnya yakni bernama Tifani juga mengurai hal serupa.
Tifani mengaku tidak pernah menyangka bisa menjuarai LCC tingkat provinsi.
"Kami awalnya enggak nyangka bisa sampai di titik ini ya karena kami enggak berharap lebih untuk bisa sampai di sini. Jadi kami cukup bangga dengan hasil yang kami dapatkan," pungkas Tifani.
Sejak awal lolos ke tingkat provinsi, Tifani menyebut timnya sempat minder.
Sebab lawan yang mereka hadapi berasal dari sekolah unggulan, termasuk SMAN 1 Pontianak.
"Buat persaingannya ini kami awalnya minder. Soalnya ngelihat kayak ada sekolah-sekolah lain yang di kotanya itu lebih bagus. Sedangkan kami dari kabupaten, jadi kami minder, tapi kami berusaha percaya diri kalau kami juga bisa melawan mereka," akui Tifani.
Tapi dengan kerja keras dan percaya diri, tim Tifani berhasil menjawab soal-soal dengan lancar.
"Kalau lihat dari tim yang kami dapat di babak penyisihan juga rada serem juga ya ngelihatnya. Tapi ternyata kami bisa melawan mereka dan kami lanjut ke finalnya. Ternyata kami yang masuk nasional," imbuh Tifani.
Lebih lanjut, Tifani menceritakan jalannya LCC yang digelar pada Sabtu (9/5/2026).
Diakui Tifani, babak yang paling menegangkan itu adalah babak ketiga saat sesi rebutan.
Babak ketiga itulah babak terjadinya insiden jawaban Ocha disalahkan juri.
"Kan ada tiga sesi, sesi pertama wawasan empat pilar, baris sepuluh jawab satu-satu, secara keseluruhan saya dan kawan saya bisa jawab semua, nilainya full gitu. Sesi kedua, diberi pro kontra, sejauh ini kami bisa menjawabnya dan mendapatkan nilai yang kami puas," kata Tifani.
"Buat yang babak rebutan sih yang paling menegangkan, soalnya rebutan terus ngejawabnya sendiri-sendiri enggak bisa dibantu. Teman-teman yang lain yang tahu jawabannya yang jawab, kalau ada yang bimbang enggak jawab," sambungnya.
Sempat senang dan bersemangat berhasil lolos ke tingkat nasional, tim SMAN 1 Sambas tampaknya harus menunda perayaan terlebih dahulu.
Sebab tim SMAN 1 Sambas bakal bertanding ulang melawan SMAN 1 Pontianak di ajang final LCC.
Baca juga: Nasib MC LCC MPR Shindy Lutfiana Kini Berubah Drastis, Ngaku Dapat Seruan Boikot hingga Job Melayang
Sementara itu, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani tegas memutuskan untuk mengulang final Lomba Cerdas Cermat (LCC) usai viral.
Final lomba cerdas cermat yang diulang adalah khusus untuk wilayah Kalimantan Barat ( Kalbar).
Muzani menyebut waktu pelaksanaan final LCC ulang akan diumumkan dalam waktu dekat.
"Cerdas cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang pada waktu yang akan segera diputuskan secepatnya," ungkap Ahmad Muzani di depan awak media hari ini, Rabu (13/5/2026).
Lebih lanjut, Muzani juga mengungkap soal juri dan pelaksanaan acara.
Dewan juri untuk final ulang LCC akan diganti total.
Artinya tiga juri sebelumnya bakal diganti dengan yang baru.
"Juri yang akan menjurii dalam lomba cerdas cermat tersebut adalah juri independen. Pimpinan MPR akan mengawasi langsung jalannya lomba tersebut dari awal sampai akhir," kata Muzani.