Renungan Harian Katolik
Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
Hari Kamis biasa Pekan Paskah keenam– 14 Mei 2026
Hari Raya Kenaikan Tuhan
Bacaan I: Kis. 1:1-11
Bacaan II: Ef. 1:17-23
Injil: Mat. 28: 16-20
Tema: “Bapa, Anak, Roh Kudus”
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Hari Raya Kenaikan Tuhan mengajak kita memandang tujuan iman Kristen: Kristus naik ke surga bukan untuk meninggalkan kita, melainkan untuk memulai karya Allah yang lebih luas melalui Roh Kudus.
Dalam perayaan ini, Gereja meneguhkan iman kita pada satu Allah yang menyelamatkan dalam tiga Pribadi: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Tema “Bapa, Anak, Roh Kudus” membuat kita memahami bahwa keselamatan dan misi Gereja selalu berasal dari Allah, melalui Kristus, dan dikuatkan oleh Roh.
Saudara-saudari terkasih
Bacaan pertama (Kis 1:1-11) Kisah Para Rasul menampilkan Yesus yang terangkat di hadapan para murid. Dua hal penting tampak: Para murid tidak dibiarkan dalam kebingungan dan malaikat menegaskan bahwa Yesus akan kembali. Bacaan kedua (Ef 1:17-23) Paulus mendoakan supaya jemaat diberi “roh hikmat dan pewahyuan” agar mengenal Allah dengan benar.
Ia menegaskan kebesaran kuasa Allah di mana kuasa yang sama yang membangkitkan dan meninggikan Kristus juga bekerja bagi umat. Injil (Mat 28:16-20) Yesus yang bangkit menemui murid-murid di Galilea dan memberi perintah untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya, sambil menegaskan: Ia menyertai mereka sampai akhir zaman.
Dalam konteks pembaptisan dan pengutusan, iman Gereja terarah pada Tritunggal karena kita dibaptis dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
Refleksi kita adalah “Kenaikan Tuhan”: bagaimana “Kenaikan Tuhan” mengubah cara saya memandang Yesus? apakah masih terasa jauh atau justru semakin dekat? Permenungan kita: saat Yesus naik ke surga, apakah kita masih mengharapkan kehadiran-Nya hanya dalam tanda-tanda lahiriah?
“Kuasa Allah”: Kuasa Allah itu bukan slogan di mana kita perlu mempercayai kuasa itu dalam hidup kita? Paulus mengajak kita mengenal Allah lebih dalam.
Permenungan kita: penyakit, beban batin, konflik relasi, atau kelemahan moral mana yang ingin kita serahkan agar Tuhan bekerja?
“Misi Bapa”: Jika misi datang dari Bapa, dikerjakan oleh Anak, dan dihidupi oleh Roh, bagaimana kits menjalani tugas sebagai murid? Permenungan kita: misi bukan hanya “urusan penginjil”, bentuknya bisa sederhana namun nyata yaitu kesaksian iman di keluarga, pelayanan, kerelaan mengampuni, dan berani hidup sesuai Injil.
Saudara-saudari terkasih,
Pesan untuk kita, pertama, Hari Raya Kenaikan Tuhan menegaskan bahwa iman kita berpijak pada Allah yang satu dalam kepenuhan kasih-Nya: Bapa yang berjanji dan mengutus; Anak yang bangkit dan menyertai; Roh Kudus yang menguatkan Gereja untuk bersaksi dan menjadikan semua bangsa muridNya.
Kedua, karena Kristus hidup dan dimuliakan, Gereja tidak berjalan sendirian. Ketiga, kita pun dipanggil untuk mengikuti misi itu dengan hati yang percaya, terbuka pada bimbingan Roh, dan setia menjalankan kehendak Allah. Tuhan memberkati kita semua. (*)