Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Kementerian Pertanian (Kementan) RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (13/5/2026).
Kunjungan ini fokus pada peninjauan program strategis pertanian dan perkebunan, mulai dari irigasi perpompaan hingga pembibitan kelapa dalam.
Rombongan yang dipimpin oleh Tenaga Ahli Kementan RI, Dr. Anny Mulyani, disambut langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Ngada di Bandara Soa Bajawa sebelum bertolak ke sejumlah lokasi proyek.
Baca juga: Dinas Capil Ngada Jemput Bola Lengkapi Data Kependudukan Warga Binaan Rutan Bajawa
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Irigasi Perpompaan (IRPOM) Lagurea di Kecamatan Soa, disusul peninjauan Optimasi Lahan (OPLAH) di Turekupe.
Dalam dialog di lapangan, para petani penerima manfaat mengakui bahwa bantuan infrastruktur air sangat krusial dalam meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlangsungan usaha tani mereka di tengah tantangan iklim.
Selain sektor pangan, Kementan juga menaruh perhatian besar pada komoditas perkebunan. Di Malapau, Desa Inegena, Dr. Anny Mulyani mengecek langsung kesiapan distribusi bibit Kelapa Dalam.
"Kami memantau langsung proses pemilihan bibit dan kapasitas produksinya. Hal ini penting untuk memastikan kualitas bibit yang akan dikembangkan masyarakat guna mendukung sektor perkebunan di Ngada," ujar Anny.
Baca juga: Harga LPG 12 Kg di Ngada NTT Rp 300 Ribu, Stok Menipis Kalau Ada Langsung Habis
Kunjungan ini juga diwarnai dengan kehadiran rombongan dalam upacara adat Keka Ea Maladhawi di Desa Nginamanu Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Ngada menekankan bahwa pelestarian budaya adalah kekuatan identitas masyarakat Ngada.
Namun, di sisi lain, ia memberikan instruksi tegas kepada jajaran pemerintah desa terkait bantuan pemerintah pusat.
"Desa harus memberikan data yang benar dan nyata terkait kondisi pertanian yang ada. Dengan data yang baik, usulan program seperti OPLAH dapat diproses dengan tepat," tegas Wakil Bupati Ngada.
Pemerintah Kabupaten Ngada berharap, melalui sinergi data yang akurat dan dukungan teknis dari Kementan, kesejahteraan petani di wilayah tersebut dapat meningkat secara signifikan.