Regulasi U-23 Ingin Dihapus, Manajer PSM Makassar: Juku Eja Tetap Mainkan Pemain Muda
Sudirman May 14, 2026 01:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Manajer PSM Makassar Muhammad Nur Fajrin menanggapi wacana penghapusan regulasi pemain U-23 di Super League 2026/2027.

Ia mengaku mendengar wacana penghapusan regulasi pemain U-23.

Namun, sampai sekarang belum ada regulasi resmi diterima untuk musim depan.

“Ada wacana regulasi U-23 akan dihapus, kami belum terima secara tertulis regulasinya,” katanya Kamis (14/5/2026).

Jika aturan ini dihapus, setiap tim tak lagi wajib diperkuat pemain U-23.

Bahkan, klub tak perlu lagi menurunkan pemain muda di 45 menit pertama.

Fajrin menyebut, ada tidaknya regulasi tersebut tak mempengaruhi PSM Makassar.

Baca juga: PSM Makassar Tak Minat Pulangkan Ramadhan Sananta? eks Top Skorer Juku Eja Nganggur Usai Pisah DPMM

Sebab, selama ini timnya sering mengandalkan pemain muda.

Tim Juku Eja tak ragu memberikan menit bermain kepada pemain mudanya karena kualitas dimiliki.

Ada Ananda Raehan, Achmat Fahrul Aditia, Dzaky Asraf,  Victor Dethan, Mufli Hidayat, Gala Pagamo, Poetro Negoro dan Kaka Amrullah Ronaldo Messi.

Belum lagi beberapa pemain muda dipinjamkan ke klub lain.

Ada Karel Ridzal Iek, Arham Darmawan, M Ardiansyah, Andi Mukram, Edgard Amping, Sulthan Zaky dan Syamil Bahij.

“Ada tidaknya regulasi U-23, PSM Makassar tetap memainkan pemain di usia 23 tahun ke bawah,” sebutnya.

Pengamat Sepak Bola Assegaf Razak menilai wacana penghapusan aturan pemain U-23 ini negatif dan positifnya.

Sisi negatifnya, kesempatan bermain pemain U-23 di klub semakin berkurang.

Dampaknya, terhadap Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Untuk mendapatkan pemain berkualitas akan sulit.

Padahal dengan regulasi yang ada sekarang, banyak pemain U-23 yang bermunculan karena banyaknya jam terbang diberikan.

Sebanyak 18 klub menurunkan pemain U-23 setiap laga, sehingga kemampuannya berkembang.

“Ada 18 klub itu cukup untuk dapat pemain yang potensi untuk Timnas. Jadi jangan dihilangkan aturannya,” katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Kamis (14/5/2026).

Sisi positifnya, sebut Assegaf, mungkin PSSI maupun I.League tak ingin kompetisi memiliki batas umur tertentu.

Terpenting pemain punya kemampuan, layak dimainkan. Entah itu baru berusia 17 tahun.

Seperti yang terjadi di beberapa klub Eropa. Pemain 16 sampai 17 tahun sudah dapat menit bermain.

“Mungkin ingin ikuti liga Eropa, pemain 17 sudah punya kemampuan. Bebas masuk line up,” sebutnya.

Meski demikian, mantan pelatih PSM Makassar ini menyarankan agar regulasi U-23 tetap dipertahankan musim depan demi kebutuhan Timnas Indonesia.

“Regulasi musim ini sudah bagus, banyak pemain muda berkembang. Sebaiknya di regulasi musim depan jangan dihilangkan,” ucapnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.