Sulteng Riding School Dibangun di Desa Loru, Siapkan Atlet Berkuda Berprestasi
Regina Goldie May 14, 2026 02:29 PM

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Semangat kolaborasi dalam memajukan olahraga di Sulawesi Tengah terus diwujudkan melalui langkah nyata.

Edo Apriansyah, atlet nasional sekaligus pelatih berkuda Indonesia asal Sulawesi Tengah bersama Bhabinkamtibmas Desa Pombewe, Brigadir Nofri Saputra, berkolaborasi membangun sekolah berkuda sederhana bertajuk Sulteng Riding School di Desa Loru, Kabupaten Sigi.

Pembangunan sekolah berkuda ini digagas sebagai upaya menghadirkan wadah pembinaan olahraga berkuda yang lebih mudah diakses masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki minat pada cabang olahraga equestrian.

Desa Loru merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. 

Lokasi tersebut dinilai memiliki potensi pengembangan olahraga berkuda sekaligus akses yang strategis bagi masyarakat sekitar.

Baca juga: BREAKING NEWS: SPBU Lalampu Morowali Terbakar, Asap Hitam Membubung Tinggi

Menurut Edo Apriansyah, pembangunan sekolah berkuda ini lahir dari keinginan memperkenalkan olahraga berkuda lebih luas sekaligus menyiapkan generasi atlet masa depan dari Sulawesi Tengah.

“Kami selaku anak muda dan perwakilan atlet serta pelatih berkuda Indonesia yang ada di Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Bhabinkamtibmas Desa Pombewe membangun sekolah berkuda kecil-kecilan ini sebagai langkah awal pengembangan olahraga berkuda di daerah,” ujar Edo, Kepada Tribunpalu.com, Kamis (14/5/2026).

Saat ini, Sulteng Riding School masih dalam tahap pembangunan dan pengembangan fasilitas. Meski dimulai secara sederhana.

Semangat kedua penggagas cukup besar untuk menjadikan Sulawesi Tengah sebagai salah satu daerah penghasil atlet berkuda berprestasi.

Program pembinaan nantinya akan dibuka untuk masyarakat umum dengan rentang usia yang cukup luas, mulai dari anak-anak usia 8 tahun hingga dewasa 50 tahun.

Baca juga: Ketua DPC KAI Palu Dorong Penegakan Hukum Dugaan Retribusi Perusahaan Tambang di Donggala

“Calon peserta nantinya dibuka untuk usia 8 tahun sampai 50 tahun. Jadi ini bukan hanya untuk atlet, tetapi juga masyarakat yang ingin belajar dan mengenal olahraga berkuda,” jelasnya.

Lebih jauh, Edo berharap kehadiran sekolah berkuda ini mampu membawa nama Sulawesi Tengah ke level nasional bahkan internasional melalui lahirnya atlet-atlet potensial.

“Harapan kami, dengan adanya sekolah berkuda ini Sulawesi Tengah juga bisa mencatatkan namanya di kancah nasional maupun internasional. Kami ingin lahir atlet-atlet berkuda berprestasi dari Sulawesi Tengah untuk Indonesia,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, KONI Sulteng, serta pemangku kepentingan olahraga dapat memberi perhatian lebih terhadap cabang olahraga berkuda yang dinilai berpotensi menyumbang prestasi bagi daerah.

Baca juga: JOB Tomori Raih Penghargaan Platinum WISCA 2026, Tegaskan Komitmen Terapkan Budaya K3

“Kami berharap Pemerintah Sulawesi Tengah, khususnya bapak gubernur dan KONI Sulteng, dapat memberi perhatian terhadap olahraga ini, karena berkuda merupakan salah satu cabang olahraga yang berpotensi menyumbangkan medali untuk daerah,” tutupnya.

Pembangunan Sulteng Riding School menjadi contoh kolaborasi positif antara atlet nasional, pelatih, dan aparat kepolisian.

Dalam menghadirkan program pembinaan olahraga yang bermanfaat bagi generasi muda sekaligus mendorong kemajuan olahraga Sulawesi Tengah. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.