SERAMBINEWS.COM - Kebahagiaan tengah menyelimuti pasangan Al Ghazali dan Alyssa Daguise usai dikaruniai anak pertama berjenis kelamin perempuan bernama Soleil Zephora Ghazali.
Baby Soleil lahir pada Minggu, 10 Mei 2026, melalui proses persalinan normal di sebuah rumah sakit di Jakarta.
Kabar bahagia tersebut diumumkan langsung oleh Al Ghazali melalui unggahan Instagram pribadinya.
Dalam unggahan itu, Al dan Alyssa menuliskan pesan penuh haru untuk putri kecil mereka.
“Selamat datang ke dunia, putri cantik kami. Hari ini dunia terasa lebih lembut, lebih terang, dan lebih bermakna karena akhirnya kamu ada di pelukan kami,” tulis mereka dalam unggahan media sosial.
Nama Soleil sendiri memiliki arti “matahari” dalam bahasa Prancis. Hal tersebut diungkap Alyssa, di Threads.
Baca juga: Arti Nama Soleil Cucu Maia Estianty & Ahmad Dhani, Alyssa Daguise Tulis Pesan Haru untuk Al Ghazali
Tak hanya momen persalinan dan kebersamaan dengan Baby Soleil yang menjadi sorotan publik, unggahan Alyssa terkait kolostrum ASI juga turut menarik perhatian netizen.
Dalam unggahan Instagramnya, Alyssa memperlihatkan hasil kolostrum yang berhasil ia kumpulkan untuk sang buah hati.
Cairan tersebut tampak berwarna kuning pekat dengan tekstur lebih kental dibanding ASI biasa.
Banyak warganet kemudian penasaran dan bertanya-tanya, sebenarnya apa itu kolostrum dan mengapa warnanya bisa kuning pekat?
Melansir HealthyChildren.org pada Kamis (14/5/2026), kolostrum merupakan ASI pertama yang diproduksi tubuh ibu menjelang dan beberapa hari setelah proses melahirkan.
Kolostrum memiliki tekstur lebih kental dan agak lengket. Warnanya umumnya kuning atau oranye karena mengandung konsentrasi tinggi zat pelindung tubuh, protein, vitamin, mineral, dan antibodi penting untuk bayi baru lahir.
Karena kandungan nutrisinya yang sangat kaya, kolostrum bahkan sering dijuluki sebagai “emas cair” atau liquid gold bagi bayi.
Baca juga: Jelang Melahirkan, Alyssa Daguise Curhat Perjuangan Jaga Bentuk Tubuh Saat Hamil: Hampir Garis Akhir
Kolostrum menjadi makanan pertama yang sangat penting untuk bayi baru lahir karena mengandung seluruh nutrisi dan cairan yang dibutuhkan tubuh bayi pada hari-hari awal kehidupannya.
Cairan ini juga berfungsi membantu membangun sistem kekebalan tubuh bayi agar lebih terlindungi dari infeksi.
Dibandingkan ASI matang, kolostrum memiliki kandungan protein yang lebih tinggi, kadar gula lebih rendah, serta lemak yang lebih sedikit.
Meski jumlahnya tidak terlalu banyak, kolostrum sudah sangat cukup memenuhi kebutuhan lambung bayi yang masih sangat kecil setelah lahir.
HealthyChildren.org menjelaskan, tubuh ibu sebenarnya sudah mulai memproduksi kolostrum bahkan sebelum persalinan terjadi.
Produksi kolostrum kemudian berlangsung selama beberapa hari pertama setelah melahirkan sebelum akhirnya berubah menjadi ASI transisi dan kemudian ASI matang.
Itulah sebabnya, banyak ibu baru yang belum merasa payudaranya penuh setelah melahirkan. Namun kondisi tersebut normal karena tubuh memang sedang menghasilkan kolostrum dalam jumlah sedikit tetapi sangat kaya nutrisi.
Selain kaya manfaat, kolostrum juga berperan penting membantu proses adaptasi bayi terhadap kehidupan di luar rahim.
Pada masa awal kelahiran, bayi memang belum membutuhkan banyak cairan karena ukuran lambungnya masih sangat kecil.
Karena itu, para ahli menyarankan ibu untuk mulai menyusui dalam satu jam pertama setelah persalinan. Selain membantu bayi mendapatkan kolostrum, proses menyusui dini juga membantu merangsang produksi ASI dan memperkuat ikatan emosional antara ibu dan bayi.
Melansir HealthyChildren.org, bayi sebenarnya lahir dengan naluri alami untuk menyusu. Kontak kulit antara ibu dan bayi setelah persalinan membantu bayi mengenali aroma kolostrum dan secara alami mencari puting susu ibunya.
Pada fase awal ini, proses menyusui menjadi masa belajar baik bagi ibu maupun bayi. Tidak sedikit bayi baru lahir yang awalnya masih tampak bingung atau belum terlalu aktif menyusu. Namun kondisi tersebut dianggap normal.
Para ahli menilai, pada hari-hari pertama setelah kelahiran, frekuensi menyusu lebih penting dibanding durasi menyusu yang terlalu lama.
Selain itu, penurunan berat badan pada bayi di awal kelahiran juga merupakan hal normal. Sebagian besar penurunan tersebut berasal dari cairan berlebih yang dikeluarkan tubuh bayi saat beradaptasi di luar kandungan.
Beberapa hari setelah lahir, kebutuhan cairan bayi akan meningkat. Pada fase itulah produksi kolostrum perlahan berubah menjadi ASI transisi dengan volume lebih banyak hingga akhirnya menjadi ASI matang.
Sementara itu, kondisi Alyssa dan Baby Soleil sendiri dikabarkan dalam keadaan sehat pasca persalinan. Ibunda Alyssa juga menyebut proses menyusui berjalan baik sejak awal kelahiran sang bayi.
Al Ghazali bahkan mengungkapkan rasa kagumnya terhadap perjuangan sang istri selama proses melahirkan normal yang berlangsung selama beberapa jam tanpa induksi maupun jahitan.
Unggahan Alyssa mengenai kolostrum pun kini ramai menuai pujian dari warganet. Banyak yang mengapresiasi edukasi sederhana tersebut karena membuat masyarakat semakin mengenal pentingnya kolostrum bagi kesehatan bayi baru lahir. (Serambinews.com/Firdha)