BNPB: 692 Warga Terdampak Banjir Konawe Utara 1 Desa Terisolir, 2 Meninggal di Kendari
Desi Triana Aswan May 14, 2026 03:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melansir sejumlah peristiwa bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.

Laporan kejadian bencana termasuk bencana banjir di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dihimpun hingga Rabu (13/5) pukul 07.00 WIB atau 08.00 wita.

Banjir di Provinsi Sultra tersebut salah satunya terjadi di Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Setelah sebelumnya, BNPB juga melansir laporan banjir di Kota Kendari, Kabupaten Kolaka, hingga Buton Utara (Butur).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra mencatat bencana banjir terjadi di 8 kabupaten/ kota se-Sulawesi Tenggara.

Selain 4 daerah berdasarkan laporan BNPB, wilayah lainnya yakni Kabupaten Konawe.

Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Kolaka Timur (Koltim), serta Konawe Kepulauan (Konkep).

Bencana hidrometeorologi atau bencana alam yang dipicu cuaca, iklim, hidrologi (air), ini merendam 2.326 rumah warga.

Baca juga: Bupati Konawe Yusran Temui Pengungsi, Para Korban Banjir Mulai Keluhkan Masalah Kesehatan

Berdampak terhadap 1.347 kepala keluarga (KK) dengan total 8.616 jiwa atau warga se-Sultra.

Banjir juga menggenangi 979 hektare (ha) sawah, 10,5 ha tambak, 22 sekolah, serta menyebabkan 6 jembatan rusak.

Berikut laporan peristiwa bencana alam khususnya di Provinsi Sultra yang dikutip TribunnewsSultra.com dari laman resmi BNPB, pada Kamis (14/05/2026):

1. Banjir Konawe Utara

Kejadian pertama dilaporkan berupa banjir di Kabupaten Konut, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Senin (11/5/2026).

Konawe Utara berjarak sekitar 144 kilometer (km) atau 3-3,5 jam berkendara dari Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra.

Berdasarkan laporan bencana alam yang dilansir BNPB, Rabu (13/05/2026), bencana banjir di kabupaten ini berdampak pada 8 desa.

Wilayah desa terdampak tersebut yaitu Desa Sama Subur dan Desa Tondowatu di Kecamatan Motui.

Desa Puuwonua, Desa Labungga, dan Desa Laronanga di Kecamatan Andowia.

UPT Trans Hilau di Kecamatan Oheo dan Desa Polora Indah di Kecamatan Langgikima.

Selain itu, Desa Tambakua di Kecamatan Landawe.

Sebanyak 692 warga dilaporkan terdampak akibat kejadian ini.

Selain itu, banjir juga berdampak pada 148 unit rumah, 2 fasilitas pendidikan, 2 unit jembatan, dan 4 titik akses jalan.

Dari sektor pertanian, tercatat sekitar 19 hektare (ha) lahan persawahan warga turut terdampak.

“BPBD Kabupaten Konawe Utara segera meninjau lokasi terdampak,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

“Untuk menyalurkan bantuan logistik serta mengaktifkan posko lapangan,” lanjutnya dalam keterangan dilansir laman lembaga ini.

Kondisi terkini, pada Selasa (12/05/2026), banjir dilaporkan mulai berangsur surut tetapi Desa Tambakua masih sulit diakses.

Untuk mempercepat penanganan, BPBD bersama tim gabungan mengoperasikan 4 rakit penyeberangan guna mendukung mobilitas warga dan distribusi logistik.

2. Banjir Kendari

BANJIR DI KENDARI - Salah satu titik banjir di Jalan Kali Kadia, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (11/5/2026). Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama tujuh hari, mulai 11-17 Mei 2026. (TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)
BANJIR DI KENDARI - Salah satu titik banjir di Jalan Kali Kadia, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (11/5/2026). Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama tujuh hari, mulai 11-17 Mei 2026. (TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti) (TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)

BNPB mencatat sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi basah di beberapa wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 11 Mei 2026 pukul 07.00 WIB hingga 12 Mei 2026 pukul 07.00 WIB.

Dikutip TribunnewsSultra.com dari laman BNPB, di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), banjir disebutkan menyebabkan 2 warga meninggal dunia.

Selain itu, sekitar 797 KK atau 3.517 jiwa terdampak dengan sekitar 797 unit rumah ikut terdampak genangan.

Wilayah yang terdampak mencakup 16 kelurahan di 7 kecamatan.

“Peristiwa yang terjadi pada Jumat (08/05/2026), masih menjadi atensi BPBD setempat,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut dan sebagian masyarakat bersama instansi terkait saat ini tengah berupaya membersihkan sisa lumpur dan puing sampah yang terbawa banjir.

3. Banjir Kolaka-Buton Utara

BNPB sebelumnya mencatat sejumlah kejadian bencana yang terjadi dalam periode pemantauan 8 Mei 2026 pukul 07.00 WIB hingga 9 Mei 2026 pukul 07.00 WIB.

Bencana yang terjadi didominasi kejadian banjir dan tanah longsor di Pulau Sulawesi.

Banjir yang dipicu hujan lebat salah satunya melanda Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (08/05/2026).

Sebanyak 4 desa terdampak kejadian ini, antara lain Desa Wacu Laea di Kecamatan Kulisusu.

Desa Lamoahi di Kecamatan Kulisusu Utara, Desa Wantulasi di Kecamatan Wakorumba Utara, serta Desa Lapandewa di Kecamatan Kulisusu Barat.

Tercatat sebanyak 120 rumah dan 632 jiwa terdampak serta satu jembatan putus akibat banjir.

BPBD Kabupaten Butur bersama tim gabungan disebutkan melakukan peninjauan lapangan serta pembersihan rumah warga terdampak.

Pada Sabtu (9/5), banjir telah surut.

Selain Butur, bganjir dan tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sultra, pada Jumat (08/05/2026).

Hujan deras memicu air sungai meluap dan merendam pemukiman warga di empat kecamatan, yakni Kecamatan Latambaga (Kelurahan Sakuli dan Manggolo).

Kecamatan Kolaka (Kelurahan Watuliandu), Kecamatan Pomalaa (Desa Totobo dan Pelambua) serta Kecamatan Samaturu (Desa Latuo, Ulu Konaweha, Wawo Tamboli dan Konaweha).

Sedangkan tanah longsor terjadi di Kelurahan Laloeha, Kecamatan Kolaka.

BPBD Kolaka melaporkan sebanyak 587 rumah, 10 fasilitas pendidikan, 23 hektare (ha) lahan sawah, 10,5 ha tambak, serta 8 ha kebun terdampak banjir, dan satu rumah terdampak tanah longsor.

BPBD berkoordinasi dengan lintas lembaga terkait, mengerahkan pompa air serta melakukan pembersihan rumah warga terdampak banjir dan tanah longsor.(*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari/Sri Rahayu)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.