Tol Trans Sumatera Akan Terhubung Dengan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat
Yandi Triansyah May 14, 2026 06:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemerintah akan membangun jalan tol menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel).

Jalan tol tersebut nantinya akan tersambung dengan ruas backbone Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang sudah beroperasi.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu menyampaikan, penguatan konektivitas menjadi salah satu prasyarat penting dalam mendorong strategi investasi nasional.

Terutama hilirisasi yang membutuhkan ekosistem pendukung dari hulu hingga hilir. 

"Hilirisasi tidak hanya membutuhkan ketersediaan sumber daya, tetapi juga dukungan logistik, pasokan energi, serta infrastruktur yang mampu menjaga efisiensi biaya dan keberlanjutan kegiatan industri," kata Todotua melalui keterangan tertulis, Kamis (14/5/2026).

Ruas tol sepanjang 80 kilometer itu akan dibangun dari pintu Tol Betung, ruas Tol Palembang-Betung.

Diperkirakan ruas baru JTTS tersebut menelan anggaran Rp 26 triliun.

Terkait rencana pembangunan jalan tol ini sebelumnya telah dituangkan pada Nota Kesepahaman terkait Rencana Kerjasama Integrasi Pembangunan Jalan Tol Menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat.

Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dilaksanakan di Gedung Barli Halim, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

“Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut merupakan bagian dari penyempurnaan rencana besar pembangunan Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat sebagai pelabuhan internasional, sekaligus simpul hilirisasi di Sumatera Selatan," papar Todotua.

Integrasi jalan tol menuju Tanjung Carat diharapkan dapat mendekatkan akses ke sumber-sumber komoditas.

Kemudian memperkuat koneksi dengan backbone Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), serta melengkapi moda logistik yang sudah ada, baik sungai, kereta api, maupun pelabuhan. 

Todotua menambahkan, proyek tol dan pembangunan pelabuhan akan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). 

"Kementerian PU (Pekerjaan Umum) akan membantu proses pengadaan lahan. BUJT (Badan Usaha Jalan Tol), PT Hutama Karya akan menggarap konstruksi jalan tol," jelas Todotua.

Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro menyebut pembangunan jalan tol ini dinilai penting untuk memastikan konektivitas JTTS dapat tersambung lebih optimal dengan simpul logistik strategis.

"Sehingga manfaat jalan tol tidak hanya dirasakan pada mobilitas orang, tetapi juga pada pergerakan barang dan aktivitas ekonomi produktif," ujar Koentjoro.

Sebagai pengembang dan pengelola JTTS, Hutama Karya melihat rencana ini sebagai bagian dari upaya memperkuat fungsi jalan tol sebagai penghubung kawasan strategis. 

"Diharapkan pengembangan konektivitas menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, dunia usaha dan perekonomian Sumatera Selatan,” ucap Koentjoro. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.