BANJARMASINPOST.CO.ID - Drawing tim-tim peserta kompetisi Liga 4 Nasional 2026 telah dilakukan PSSI di Jakarta pada Rabu (13/5/2026) siang.
Ke-64 tim dibagi dalam 16 grup yang masing-masing berisikan empat klub.
Tim juara Zona Kalimantan Selatan, Persemar Martapura, tergabung dalam Grup B bersama
Paya Bakung United (Sumut), Makassar City FC (Sulsel) dan Persebi Bima (NTB).
Keempat tim akan bersaing di Stadion Purnawarman, Purwakarta, Jawa Barat mulai 30 Mei 2026.
Hanya juara serta runner-up yang berhak melaju ke fase 32 besar.
Baca juga: Tim Juara Kalsel Persemar Martapura Masuk Grup Keras Babak 64 Besar Liga 4, Tanding di Tempat Netral
Perihal pengundian ini, jadi sorotan banyak kalangan. Khususnya soal jatah klub dari satu daerah.
Satu kritikan dilontarkan akun Instagram @nusaliga pada Rabu (13/5/2026) malam.
PSSI tampaknya tidak terlalu peduli dengan regulasi, terkait penentuan untuk syarat lolos ke Liga 4 Nasional.
Penentuan jatah sekilas suka-suka, tidak melihat jumlah laga yang dimainkan di babak regional.
PSPP Padang Panjang, menjadi salah satu tim yang dirugikan karena Sumbar hanya 1 tim ke nasional. Tim lainnya ada EBR United dan Barabai FC yang memainkan banyak laga.
Begitu unggahan akun tersebut.
Pada postingan lain, ditampilkan bagan alur tiga yang dinilai dirugikan tersebut.
Termasuk Barabai FC asal Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Provinsi Kalimantan Selatan.
Untuk dapat predikat runner up, tim dari Kota Apam itu harus melakoni total 14 pertandingan. Ada pun peserta Liga 4 Kalsel berjumlah 9 tim.
Tapi, sejauh ini Barabai FC tampaknya cenderung menerima keputusan PSSI pusat tersebut.
Walaupun asa mereka sempat menyala karena PSSI Kalsel menyatakan akan perjuangkan agar tim yang lolos ke zona nasional, lebih dari satu klub, selain Persemar Martapura.
Tapi kini kenyataan berkata lain. Kalsel hanya diberi 1 kuota dan itu untuk tim juara.
Sementara itu, sejumlah pengikut akun @nusaliga mengemukakan pandangan mereka di kolom komentar.
“Kadada perlawanannya kah upaya banding atau kayapa? @barabaifc.official,” tanya akun @physio_eja.
“Setiap provinsi ambil 2 klub selesai....... Biarpun banyak klub tetap ambil 2 saja, ini jawa yg banyak, dan tuan rumah juga jawa terus, sekali kali lihat lah provinsi lain,” usul akun @ikbal 321.
“gini bro kalo misal minta di gebuk rata ambil 2, berarti peserta juga harus digebuk rata minimal 30 tim sanggup ngga kira* prov lain?, terus masalah tuan rumah nih, lu tau ga kalo biaya jadi tuan rumah itu lebih gede dari pada biaya away?” papar akun @torrydentaa.
Mengenai tanggapan dari klub-klub terkait, disampaikan @nusaliga lewat unggahan lainyya.
PSPP Padang Panjang resmi mengirim surat kepada PSSI terkait tidak lolosnya tim ke putaran nasional.
Sementara EBR United memberikan respon keras, dan Barabai FC cendrung menerima keputusan federasi.
Persaingan di Liga 4 Piala Presiden 2025/2026 tidak hanya soal trofi juara.
Kompetisi ini juga menjadi jalur utama bagi klub-klub daerah untuk promosi ke Liga Nusantara musim depan.
Setelah fase 64 besar dan 32 besar, kompetisi akan memasuki babak 8 besar yang menjadi titik paling menentukan. Dua grup akan dibentuk dan masing-masing diisi empat tim dengan format home tournament.
Juara dan runner-up grup di babak 8 besar otomatis lolos ke semifinal sekaligus mengunci tiket promosi.
Sementara dua slot promosi tambahan diberikan kepada tim peringkat ketiga terbaik.
Babak semifinal dijadwalkan berlangsung pada 8 Juli, sedangkan final digelar tiga hari kemudian.
Empat semifinalis nantinya sudah dipastikan promosi sehingga laga terakhir hanya menentukan siapa yang menjadi juara nasional Liga 4 Piala Presiden 2025/2026.
(Banjarmasinpost.co.id)