SURYA.CO.ID, SURABAYA - Industri perawatan estetika di Surabaya terus tumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan penampilan kulit. Di tengah tren tersebut, Hanae Aesthetic Clinic hadir membawa konsep kecantikan berkelanjutan yang memadukan filosofi Jepang dengan teknologi modern.
Klinik yang berlokasi di Pakuwon Square Surabaya itu mengusung pendekatan berbeda melalui filosofi Ikigai dan Kaizen. Konsep tersebut tidak hanya menitikberatkan pada hasil perawatan, tetapi juga proses transformasi diri yang elegan dan menyeluruh.
Direktur Utama sekaligus Founder Hanae Aesthetic Clinic, Stefanus Charlie, menjelaskan bahwa filosofi Ikigai berangkat dari keseimbangan antara hal yang dicintai, dibutuhkan, dan mampu membangun rasa percaya diri seseorang.
Sementara Kaizen diterapkan melalui komitmen melakukan inovasi dan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.
“Kami hadir sebagai ruang di mana setiap individu dapat menemukan versi terbaik dari dirinya melalui pendekatan yang holistik dan berkelanjutan,” ujar Stefanus Charlie, Senin (11/5/2026).
Baca juga: Treatment Monopolar RF, Perawatan Wajah Tanpa Jarum di Neuvel Aesthetic Clinic Surabaya
Menurutnya, setiap pasien memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga seluruh treatment dilakukan dengan standar keamanan tinggi dan berbasis evidence-based medical practice.
“Semangat kami melayani, passion para dokter, kemampuan dokter dan didukung teknologi terbaru, semua itu kami gunakan untuk memberikan alasan kenapa memilih Hanae dan menjadi versi terbaik dari pasien,” ucap Stefanus Charlie.
Salah satu dokter sekaligus founder Hanae Aesthetic Clinic, dr Yunita M.Kes, M.Biomed (AAM), mengatakan perkembangan dunia estetika saat ini bukan hanya soal penggunaan teknologi terbaru, tetapi bagaimana teknologi tersebut dipilih dan diaplikasikan secara tepat sesuai kebutuhan pasien.
Ia menyebut Hanae Clinic menghadirkan teknologi Picoway yang dikenal sebagai next generation Picosecond Technology.
Menurut dr Yunita, teknologi tersebut bekerja berbeda dibanding laser konvensional yang mengandalkan panas.
“Teknologi ini bekerja dengan tekanan energi yang sangat cepat untuk membantu memecah pigmentasi secara lebih presisi dengan heat diffusion yang lebih minimal,” jelasnya.
Selain itu, Hanae Clinic juga menghadirkan teknologi perawatan kulit berbasis monopolar radio frequency (RF) 10Therma. Teknologi ini bekerja dengan menghantarkan panas secara aman ke lapisan dermis sambil tetap melindungi epidermis melalui sistem pendingin.
Mekanisme tersebut membantu merangsang regenerasi kolagen sehingga efektif meningkatkan elastisitas kulit secara bertahap.
“Singkatnya, perawatan ini membuat kulit menjadi lebih kencang, halus, dan tampak lebih muda secara bertahap dan natural dengan prosedur yang lebih nyaman dan aman dibandingkan teknologi pendahulunya,” tutup dr Yunita.