TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman menyebut kapasitas bangku sekolah SMP di Bumi Sembada mengalami surplus hingga 2.840 kursi.
Oleh karena itu, Disdik Sleman pun meminta orangtua tidak perlu cemas ataupun khawatir anaknya kehabisan kuota pendaftaran pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP/MTs tahun ajaran 2026/2027.
Disdik pun menyebut seluruh lulusan SD/MI di Sleman dimungkinkan bisa tertampung seluruhnya di bangku sekolah.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Sleman, Ponidi, menyampaikan total lulusan kelas 6 SD maupun Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Sleman tahun ini tercatat sebanyak 15.976 siswa.
Sementara akumulasi total daya tampung dari seluruh sekolah, baik sekolah negeri maupun swasta jumlahnya 18.816 kursi.
"Jadi daya tampung semuanya untuk menampung anak Sleman InsyaAllah masih sisa 2.840. Jadi warga masyarakat tidak perlu khawatir. Sekolah di Sleman kursinya tidak kehabisan," kata Ponidi, Kamis (14/5/2026).
Menurut Ponidi, seleksi SPMB tetap dilaksanakan semata-mata sebagai regulasi agar pembagian siswa lebih tertata dan tidak saling bertabrakan.
Apalagi, daya tampung pada Sekolah Negeri di Sleman kuotanya terbatas.
Ia memaparkan, daya tampung SMP negeri di Sleman totalnya 7.968 kursi dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1.600 kursi.
Sementara peminat sekolah negeri ini masih cukup tinggi, sehingga perlu diatur seleksinya.
Baca juga: Disdik Sebut Kuota Bangku SMP di Sleman Surplus 2.840 Kursi pada SPMB 2026
Bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri diharapkan bisa masuk di sekolah swasta.
SMP swasta di Sleman memiliki daya tampung sebanyak 6.144 kursi dan MTs Swasta mencapai 3.104 kursi.
Jika ditotal daya tampung semuanya 18.816 kursi.
Jumlah tersebut, cukup untuk menampung lulusan SD/MI yang tahun ini sebanyak 15.976 siswa.
Ponidi mengatakan, seleksi SPMB tingkat SMP tahun ini hampir sama tahun sebelumnya, berbasis regulasi Permendikbud Nomor 3 Tahun 2025.
Sistem seleksi dibagi empat jalur dengan sejumlah perbaikan petunjuk teknis (juknis) dibanding tahun lalu.
Keempat jalur tersebut yakni :
"Jika kuota prestasi khusus dan daerah tersisa, otomatis dialihkan untuk menambah kuota prestasi umum," jelasnya. (*/rif)