SURYA.CO.ID - Menjelang hari raya Idul Adha 1447 Hijriah, umat Muslim di seluruh dunia mulai mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah sunnah, yaitu puasa Tarwiyah dan puasa Arafah.
Dua puasa ini memiliki keutamaan luar biasa, terutama dalam menghapus dosa dan meningkatkan derajat ketakwaan.
Lantas, kapan puasa Tarwiah dan Arafah sebelum Idul Adha 1447 H dilaksanakan?
Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, berikut adalah perkiraan jadwal, niat, dan keutamaannya.
Sebagai informasi, tahun Hijriah 1447 jatuh pada tahun 2026 Masehi.
Berdasarkan kalender perhitungan astronomi (hisab), awal bulan Dzulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada pertengahan Mei 2026.
Berikut adalah jadwal perkiraan pelaksanaannya:
Catatan: Kepastian tanggal tetap menunggu hasil sidang isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama RI berdasarkan metode rukyatul hilal.
Melaksanakan puasa di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah sangat dicintai oleh Allah SWT.
Secara khusus, berikut adalah keutamaan kedua puasa tersebut:
Puasa Tarwiyah: Membersihkan jiwa dan mengharap keberkahan dari Allah SWT sebelum memasuki hari puncak haji.
Puasa Arafah: Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Arafah dapat menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang (HR Muslim).
Bagi Anda yang ingin melaksanakan ibadah ini, berikut adalah bacaan niatnya:
1. Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
(Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala)
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala.”
2. Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
(Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta'ala)
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala.”
Selain menjalankan puasa sunnah, umat Muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak amalan lain seperti zikir, takbir, sedekah, dan mempersiapkan hewan kurban terbaik.
Idul Adha 1447 H menjadi momen penting untuk memperkuat tali silaturahmi dan kepedulian sosial melalui pembagian daging kurban.