Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Kupang Gelar Penelitian Tuberkulosis di Oesapa
Edi Hayong May 16, 2026 08:19 AM

POS-KUPANG.COM, KUPANG– Tim dosen dari Jurusan Keperawatan di Poltekes Kemenkes Kupang menggelar penelitian penyakit Tuberculosis di wilayah kerja Puskesmas Oesapa, Kota Kupang, Provinsi NTT.

Penelitian itu digelar sejak Februari – Mei 2026 dan kegiatan skrining baru dilakukan Jumat, 15 Mei 2026 melibatkan 150 sampel di masyarakat setempat. Sedangkan tim peneliti berjumlah 7 orang dosen.

“Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi faktor risiko kejadian TB paru di masyarakat, meningkatkan deteksi dini kasus TB melalui skrining aktif,  memberikan edukasi terkait pencegahan penularan TB, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala,”  jelas Ketua Tim Peneliti, Ny. Maria Agustina Making, S.Kep.Ns, M.Kep. saat ditemui wartawan, Jumat (15/5/2026) siang.

Kegiatan penelitian, papar Ny. Agustina Making, dilakukan melalui wawancara, pengisian kuesioner, observasi, skrining gejala TB, dan edukasi kesehatan kepada masyarakat. 

Baca juga: Poltekkes Kemenkes Kupang Bekali Mahasiswa Lewat LDK, Tekankan Integritas dan Jiwa Visioner

Hasil kegiatan penelitian sementara menunjukkan bahwa beberapa faktor risiko yang banyak ditemukan antara lain riwayat kontak serumah dengan pasien TB, kepadatan hunian, ventilasi rumah yang kurang baik, kebiasaan merokok, dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang TB paru.

Tentang kegiatan edukasi, Ny. Agustina Making mengungkapkan, masyarakat diberikan informasi mengenai tanda dan gejala TB, etika batuk, penggunaan masker, pentingnya pemeriksaan dini, serta kepatuhan dalam pengobatan TB.

“Sedangkan masyarakat yang memiliki gejala TB diarahkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas Kesehatan,” tukasnya didukung anggota tim dosen lainnya, Ny. Febtian C Nugroho, S.Kep.Ners, M.Kep.

Sementara itu, Ketua ACF TBC Provinsi NTT sekaligus Ketua Koalisi Organisasi TBC Provinsi NTT, Simon Sani Kleden, yang dimintai komentarnya secara terpisah menjelaskan ia sangat mengaspresiasi kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh tim dosen Jurusan Keperawatan Poltekes Kupang. 

Tim dosen dari Jurusan Keperawatan di Poltekes Kemenkes Kupang
FOTO BERSAMA- Tim dosen dari Jurusan Keperawatan di Poltekes Kemenkes Kupang menggelar penelitian penyakit Tuberculosis di wilayah kerja Puskesmas Oesapa, Kota Kupang foto bersama

Penanggungjawab Operasional (PIC) Ultra Portable X-ray di Poltekes Kemenkes Kupang ini juga mengungkapkan kegiatan skrining oleh tim dosen sudah menggunakan alat canggih ultra portable X-ray berbasis AI. 

“Saya berharap kegiatan skrining harus berkelanjutan. Artinya jika ditemukan terduga TB Paru maka harus segera diarahkan untuk pemeriksaan lanjutan ke fasilitas Kesehatan di tingkat atas. Kebetulan Poltekes Kemenkes Kupang sudah punya klinik, yang bisa menghandel kasus ini,” ungkapnya.

Simon Kleden  juga berharap kegiatan penelitian ini menjadi landas pacu sekaligus berdampak positif dalam program kegiatan eliminasi kasus TB Paru di Kota Kupang dan sekitarnya dan di NTT pada umumnya.

Sementara itu, Pengelola Program TB di Puskesmas Oesapa, Lambertus Boro Nubi, S.Kep;Ners, menjelaskan jumlah kasus TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Oesapa selalu meningkat cukup signifikan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. 

Baca juga: Poltekkes Kemenkes Denpasar Perkuat Kompetensi Bidan di NTT

“Tahun 2023 sampai 2024 teridentifikasi 144 kasus TB Paru, tahun 2025 menjadi 148 kasus. Dan sejak bulan Januari – Maret 2026 sudah teridentifikasi 32 kasus,” jelas Lambertus.

Menurut pengalamannya, progress penanganan kasus TB Paru di Oesapa cukup baik. Namun beberapa kasus tidak tertangani sampai tuntas karena factor dinamika.

Frans Harman, warga RT 01 RW 1, Kelurahan Oesapa, yang dimintai komentarnya mengatakan sangat senang dan mengapresiasi kegiatan skrining kasus TB Paru di lingkungannya. 

Baca juga: Mahasiswa Sanitasi Poltekkes Kemenkes Kupang Praktik Kerja di Amarasi Selatan

Ia berharap agar hasil identifikasi terduga TB Paru ditindaklanjuti dengan rekomendasi pemeriksaan dan pengobatan ke fasilistas kesehatan tingkat atas.

“Anak saya pernah terpapar virus TB Paru. Langsung saya kawal dia untuk pengobatan. Dan harus disiplin dalam berobat. Dengan demikian upaya eliminasi kasus TB Paru di Kelurahan Oesapa bisa berhasil,” harapnya. 

Berikut tim peneliti yang terlibat dalam kegiatan penelitian TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Oesapa, yaitu Maria Agustina Making, S.Kep.Ners ,M.Kep;

Antonia Helena Hamu, S.Kep.Ners; M.Kep;  Febtian C Nugroho, S.Kep.Ners, M.Kep; Yulianti Banhae, S.Kep.Ners, M.Kep; Roswita VR Roku, S.Kep.Ners, MSN; Irwan  Budiana, S.Kep.Ners, M.Kep; Simon Sani Kleden, S.Kep. Ners. M.Kep; dan Lambertus Boro Nubi, S.Kep. Ners.(yon)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.