Miliki Sertifikat HKI, Rumah Kreatif Alisa Banjarmasin Jamin Orisinalitas Produk Kerajinan
Ratino Taufik May 16, 2026 08:50 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Setiap daerah tentunya memiliki produk kerajinan khas yang bernilai seni tinggi. Selain perlu dilestarikan, buah tangan tersebut bisa dijadikan pendukung perekonomian masyarakat.

Ini seperti yang dilakukan sejumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Banjarmasin, yang mengolah kerajinan berbahan alam macam eceng gondok, purun dan kain perca. Salah satunya adalah Rumah Kreatif Alisa yang menaungi sejumlah industri kecil menengah (IKM) di Kecamatan Banjarmasin Utara.

Rumah Kreatif Alisa berlokasi di Jalan Mahoni Raya Gang Tanjung 1, tepatnya di belakang SDN Sungai Miai 7, Kayutangi. Dalam membina IKM, rumah kreatif ini didukung Dinas Perdagangan dan Perindustrian Banjarmasin.

Alisa, pemilik sekaligus pelatih Rumah Kreatif Alisa, memaparkan produk kerajinan mereka

antara lain sasirangan dengan pewarna alam, kerajinan berbahan serat eceng gondok serta purun.

Untuk sasirangan, mereka menggunakan bahan pewarna organik dari tumbuhan dan kayu, antara lain kunyit, kayu ulin, daun indigofera dan kulit buah. Selain ramah lingkungan, warna yang dihasilkan pun eksklusif. Prosesnya yang mempertahankan teknik jelujur tradisional juga menghasilan motif yang unik sehingga tidak seragam.

“Sedang anyaman eceng gondok kami olah lagi sedemikan rupa sehingga ketika menjadi sebuah produk orang tidak mengenali itu eceng gondok, tapi malah dikira rotan,” jelasnya.

Eceng gondok dijadikan tas, dekorasi rumah berupa vas bunga, tempat tisu, keranjang buah, lampu meja, alas gelas, tudung saji, dan bingkai foto. Keunggulannya adalah seratnya kuat, fleksibel, ramah lingkungan, dan memberikan nuansa etnik.

Baca juga: Gudang Tempat Tidur Santri di Banjarbaru Terbakar, Enam Sepeda Motor Ikut Hangus

“Sedangkan olahan purun merupakan hilirisasi produk menjadi bentuk lain utamanya untuk home decor, ada vas bunga, perlengkapan meja, kotak tisu, sendal,” katanya.

Alisa juga menggiatkan penggunaan bahan sisa fashion, sisa kain sasirangan dan lainnya untuk menjadi produk baru yang bernilai bisnis, macam gelang dan lukisan dinding 3D. Kerajinan tangan dari kain perca ini tentunya mengurangi limbah.

Sementara untuk pemasaran, kata Alisa, dilakukan melalui media sosial seperti Instagram. Selain itu secara offline melalui ekspo dan bazar serta menjual di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru.

Sementera untuk marketplace belum dilakukan karena perlu tenaga admin yang konsisten menangani. “Saat ini dalam proses ke marketplace dan menyiapkan adminnya,” kata Alisa.

Disadarinya penggunaan teknologi digital mempermudah pemasaran hingga memungkinkan produk kerajinan menembus pasar internasional, terutama ke Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat. Namun pastinya pula perlu pendampingan digitalisasi yang berkelanjutan.

“Omset kami sementara ini masih kelas mikro dan belum dapat bantuan KUR dan dukungan pendanaan lainnya. Masih sekitar Rp 10 juta per IKM. Kalau dapat dana bantuan, ya bisa saja kami memperbanyak alat dan menperluas jaringan, sehingga juga membuka lapangan pekerjaan lebih luas dan membantu masyarakat sekitar,” tandasnya.

Hal menarik pula dari UMKM ini adalah adanya sertifikat keaslian. Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) melindungi produk kerajinan dari peniruan atau pemalsuan oleh pihak lain, sehingga orisinalitas produk terjaga.

“Dengan sertifikat ini maka ada penguatan identitas budaya, memvalidasi bahwa kerajinan tersebut dihasilkan dengan metode tradisional yang otentik, membantu melestarikan tradisi sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat,’” terang Alisa.

Sertifikat otentik juga membantu kerajinan tradisional naik kelas dari sekadar produk rumahan menjadi komoditas berdaya saing tinggi. Adapun sertifikat ini dapat diakses melalui fasilitasi dinas koperasi dan UMKM setempat atau program pemerintah.

“Sebagai perajin, kami harus mengembangkan desain baru, meningkatkan nilai tambah, serta menjawab kebutuhan konsumen yang terus berubah,” katanya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.