BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mulai menyusun strategi baru untuk pengelolaan wahana permainan Bianglala dan Rainbow Slide di kawasan Himpang Lima Habang.
Setelah sebelumnya dikelola melalui sistem penunjukan langsung, dua wahana yang menjadi ikon hiburan baru masyarakat itu akan dilelang secara terbuka usai proses penilaian nilai sewa rampung dilakukan.
Langkah tersebut dilakukan agar pengelolaan wahana lebih profesional sekaligus membuka peluang penurunan harga tiket bagi masyarakat.
Baca juga: Pemkab Bangka Selatan Wacanakan Penurunan Harga Tiket Bianglala dan Rainbow Slide
Pemerintah daerah juga berupaya menjaga keseimbangan antara pelayanan publik, pendapatan daerah, dan keuntungan pengelola.
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (DPKO) Kabupaten Bangka Selatan, Evi Sastra, bilang pihaknya masih menunggu proses penilaian besaran nilai sewa wahana permainan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pangkalpinang.
Setelah hasil penilaian selesai, pemerintah akan langsung membuka proses lelang pengelolaan wahana permainan secara terbuka kepada masyarakat maupun pihak swasta yang berminat.
Mekanisme tersebut dilakukan agar pengelolaan wahana di Simpang Lima berjalan transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jadi siapa saja silakan tentu bagi siapapun yang ingin mengelola wahana di Himpang Lima Habang silakan ikut lelang terbuka dengan memenuhi syarat dan ketentuan yang sudah kita terapkan,” kata dia kepada Bangkapos.com, Sabtu (16/5/2026).
Evi Sastra memaparkan, sejak diresmikan pada awal tahun 2025 lalu, pengelolaan wahana permainan di Himpang Lima Habang masih menggunakan sistem penunjukan langsung melalui kerja sama pemerintah dengan pihak swasta dalam bentuk kemitraan swasta dan pemerintah (KSP).
Skema tersebut diterapkan karena pemerintah daerah ingin memastikan operasional wahana dapat berjalan cepat setelah pembangunan selesai dilakukan. Namun ke depan, pola pengelolaan akan diubah melalui mekanisme lelang berkala agar lebih kompetitif dan terbuka.
Mulai tahun ini dan untuk beberapa tahun ke depan akan, mekanisme akan dilakukan lelang terbuka dalam tiga tahun sekali.
Adapun nilai sewa pengelolaan wahana permainan pada tahun 2025 mencapai lebih dari Rp700 juta.
Nilai tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan baru terkait besaran sewa ke depan.
Pemerintah saat ini tengah mengkaji sejumlah aspek agar keberadaan wahana permainan tidak hanya memberikan pemasukan bagi daerah, tetapi juga tetap dapat dinikmati masyarakat dengan harga terjangkau.
“Memang untuk besaran nilai sewa pada tahun 2025 nilainya mencapai 700 juta lebih,” jelas Evi Sastra.
Menurutnya, terdapat tiga pertimbangan utama yang sedang dikaji pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan pengelolaan wahana permainan tersebut.
Pertama, fasilitas publik yang telah dibangun menggunakan anggaran pemerintah harus benar-benar bisa dinikmati masyarakat luas.
Artinya, masyarakat harus menikmati fasilitas publik yang telah dibangun oleh pemerintah Kedua, pemerintah daerah tetap harus memperoleh pendapatan asli daerah (PAD) dari pembangunan yang telah dilakukan.
Ketiga, pihak pengelola juga tidak boleh mengalami kerugian agar operasional wahana dapat berjalan berkelanjutan.
Namun hingga kini belum dapat memastikan besaran nilai sewa terbaru karena masih dalam tahap penilaian dan verifikasi oleh KPKNL Pangkalpinang.
Hasil penilaian tersebut nantinya akan menjadi dasar penetapan harga sewa sekaligus menentukan mekanisme pengelolaan wahana permainan di Simpang Lima.
Pemerintah berharap proses tersebut dapat segera rampung agar operasional wahana tetap berjalan dan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata daerah.
“Untuk nilainya saat ini kita belum bisa memberikan informasi lebih lanjut karena masih dalam proses KPKNL dalam proses penilaian verifikasi,” kata Evi.
Meski begitu Evi Sastra menargetkan pengoperasian kembali wahana permainan bianglala dan rainbow slide di Himpang Lima Habang dapat berlangsung pada awal Juni 2026.
Persiapan dilakukan setelah penyelesaian administrasi dan skema pengelolaan oleh pihak ketiga.
Wahana ini diharapkan kembali menjadi daya tarik wisata sekaligus ruang rekreasi masyarakat.
Pengoperasian kembali juga diarahkan untuk mendorong geliat ekonomi lokal menjelang momentum libur sekolah.
“Kami menargetkan untuk wahana permainan bianglala dan rainbow slide bisa kembali beroperasi pada awal Juni 2026,” kata Evi Sastra. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)