Indonesia Short Course Emerging Series Siap Lahirkan Atlet Akuatik Tanah Air
Alif Mardiansyah May 16, 2026 01:33 PM

ISTIMEWA
Indonesia Short Course Emerging Series Siap Lahirkan Atlet Akuatik masa depan Tanah Air.

BOLASPORT.COM - Agenda olahraga bertajuk Indonesia Short Course Emerging Series siap lahirkan bibit-bibit baru atlet-atlet akuatik Tanah Air untuk masa depan.

Indonesia Short Course Emerging Series hadir berkat kolaborasi KONI Pusat,Federasi Akuatik Indonesia, Barito Pasific, Chandra Asri, dan Barito Renewables.

Jumpa pers Indonesia Short Course Emerging Series dilakukan di Stadion Akuatik, Senayan, Jakarta, 11 Mei 2026.

Indonesia Short Course Emerging Series yang mengangkat semangat empower youthempower Indonesia, dan tema emerging tersebut rencana bakal digelar 4 Juni hingga 6 Juni 2026.

Tujuan Indonesia Short Course Emerging Series yakni membangun ekosistem pembinaan renang Indonesia yang lebih terstruktur, kompetitif dan berkelanjutan. 

Inisiator kegiatan adalah sosok bernama Wisnu Wardhana yang melihat kebutuhan akan kompetisi Short Course yang konsisten di Indonesia sebagai bagian penting dalam pembinaan atlet yang berkelanjutan.

Target peserta 750 atlet dari berbagai klub yang akan bertanding pada 26 nomor individu dan estafet, yang terbagi pada empat kelompok umur.

Marciano Norman selaku Ketua Umum KONI (Komite Olahraga Nasional) Pusat menyambut baik kegiatan Indonesia Short Course Emerging Series.

"Renang ini potensinya luar biasa, medalinya lebih dari 40, oleh karenanya kita harus mempersiapkan atlet masa depan Indonesia,” kata Marciano Norman.

"Dengan meningkatkan kualitas pembinaan dari olahraga akuatik, ke depan saya harapkan, mulai SEA Games hingga Olimpiade, atlet-atlet renang kita bisa membuat kita bangga karena prestasinya yang membanggakan."

"Kontribusi Chandra Asri dan KONI Pusat kepada FAI dapat melahirkan atlet-atlet masa depan Indonesia."

"Selain itu, kami akan menyelesaikan Pekan Olahraga Nasional (PON) Pantai 2026. Kami bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta, saya meminta FAI mempertandingkan beberapa nomor," sambung Marciano Norman.

Wakil Ketua Umum I KONI Pusat, Suwarno, berharap cabang olahraga renang dan atletik dapat menjadi olahraga wajib di sekolah.

Suwarno menambahkan bahwa kedua cabang olahraga tersebut memiliki peran strategis dalam mencetak atlet berprestasi yang mampu bersaing di level internasional.

Ia menilai Indonesia perlu menjaring lebih banyak talenta muda untuk meningkatkan prestasi olahraga, khususnya pada cabang renang yang menjadi salah satu penentu kekuatan di ajang multievent Asia Tenggara.

:"Kita akan bertanding di SEA Games, semuanya berharap kita bisa melawan Vietnam dan Thailand, itu ditentukan oleh renang," tegas Suwarno.

Dukungan terhadap pembinaan atlet usia dini juga disampaikan Ketua Harian FAI, Harlin Rahardjo.

Harlin menanggapi baik atas penyelenggaraan Indonesia Short Course sebagai bagian dari upaya membangun regenerasi atlet akuatik nasional menuju level dunia.

"Saya menyambut sangat baik event akuatik ini, kita sudah menyusun Road Map menuju Olimpiade 2032,"ujar Harlin Rahardjo.

Harlin menegaskan bahwa pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan sejak usia dini hingga mencapai level elite melalui sistem Long Term Athlete Development (LTAD).

"Pembinaan harus dimulai dengan pembinaan usia dini dan dilanjutkan Long Term Athlete Development (LTAD). Pembinaan tidak boleh berhenti, dari usia dini hingga atlet elite," ujar Harlin menambahkan.

Selain sebagai olahraga prestasi, Harlin juga menilai renang memiliki manfaat penting untuk keselamatan hidup masyarakat.

"Selain olahraga, renang itu untuk survival, maka dari itu mari kita gelorakan semangat ayo berenang," ucap Harlin.

Sebagai pendukung kegiatan, Chandra Asri menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi kepada masyarakat melalui dukungan terhadap olahraga nasional.

Human Resources & Corporate Affairs Director Chandra Asri, Suryadi, mengatakan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada keuntungan bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.

"Chandra Asri adalah Corporate Citizen, bukan semata-mata memikirkan profit tapi memikirkan masyarakat. Ajang seperti ini, Indonesia Short Course, sangat berarti bagi Chandra Asri," tutur Suryadi.

Suryadi juga menjelaskan bahwa kolaborasi antara Chandra Asri dan KONI Pusat telah berlangsung sejak 2024 dalam mendukung perkembangan olahraga Indonesia. Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah penyelenggaraan Jakarta Martial Arts Extravaganza (JMAE) tahun lalu.

“Chandra Asri sudah berkolaborasi dengan KONI sejak 2024 dan tahun lalu kita menyelenggarakan Jakarta Martial Arts Extravaganza (JMAE)," ujar Suryadi.

Legal, External Affairs & Circular Economy Director Chandra Asri, Edi Rivai, menyoroti pentingnya menjaga lingkungan dalam olahraga air. Menurutnya, keberlanjutan lingkungan dan kebersihan air menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan olahraga akuatik.

"Di dalam olahraga air banyak keberlanjutan, Chandra Asri fokus pada pengurangan sampah. Air akan bersih bila tidak ada sampah,” ucap Edi Rivai.

Edi Rivai menambahkan, Chandra Asri juga menjalankan program lingkungan bertajuk Indonesia Asri yang telah melibatkan ribuan masyarakat di berbagai daerah.

“Chandra Asri memiliki program namanya Indonesia Asri, jadi sekarang sudah ada sekitar 10.000 orang yang terlibat program yang diinisiasi Chandra Asri,” pungkas Edi Rivai.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.