Pratu PS Bertugas di Denkesyah, Anggota TNI di Palembang yang Meninggal Ditembak Sesama Anggota TNI
Welly Hadinata May 16, 2026 02:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Duka mendalam menyelimuti keluarga Pratu PS (23), anggota TNI yang korban penembakan sesama anggota TNI yang terjadi di Cafe, Resto, Bar and Live Music Panhead, Palembang, Sabtu (16/5/2026) dini hari sekitar pukul 02.40 WIB.

Pratu adalah singkatan dari Prajurit Satu, yaitu pangkat kedua terendah dalam golongan Tamtama pada hierarki militer Tentara Nasional Indonesia (TNI). 

Pangkat ini berada satu tingkat di atas Prajurit Dua (Prada) dan satu tingkat di bawah Prajurit Kepala (Praka). Tanda kepangkatan untuk Pratu adalah dua balok merah menyerong yang dipasang pada pakaian dinas.

Adik kandung korban, Faradita, mengaku keluarga sangat terpukul setelah menerima kabar bahwa kakaknya meninggal dunia akibat luka tembak yang diduga dilakukan sesama oknum TNI.

Ia mengatakan, setelah menerima kabar tersebut dirinya langsung menuju rumah sakit untuk memastikan kondisi sang kakak.

Sesampainya di rumah sakit, ia mendapati korban telah meninggal dunia dengan luka tembak di bagian perut.

“Keluarga sangat syok karena kakak meninggal dunia dengan cara tidak wajar ditembak seperti ini,” katanya.

Faradita menyebut korban diketahui berdinas di Denkesyah 02.04.04 Palembang.

Denkesyah (Detasemen Kesehatan Wilayah) adalah satuan pelaksana di bawah Kesdam (Kesehatan Daerah Militer) TNI Angkatan Darat yang bertugas menyelenggarakan dukungan dan pelayanan kesehatan bagi prajurit TNI, PNS, keluarganya, serta masyarakat umum.

Denkesyah 02.04.04 Palembang (Detasemen Kesehatan Wilayah 02.04.04) adalah satuan pelaksana medis di bawah Kesdam II/Sriwijaya yang melayani anggota TNI, keluarga, dan masyarakat umum

Menurut Faradita, sebelum kejadian tidak ada firasat apa pun dari korban maupun keluarga.

Namun, ia mengingat momen terakhir bertemu sang kakak pada Jumat sore sekitar pukul 16.00 WIB saat korban datang ke rumah tantenya untuk menanyakan kabar keluarga.

“Sudah lama tidak bertemu. Kemarin sore kakak tiba-tiba datang ke rumah tante, sempat ngobrol dan saya minta uang Rp10 ribu. Setelah itu kakak pamit pergi lagi,” ungkapnya.

Keluarga berharap pelaku penembakan dapat diproses hukum secara tegas dan mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya.

“Kami berharap pelaku dihukum setimpal,” tegas Faradita.

Sebelumnya, insiden penembakan terjadi di tempat hiburan malam Panhead kawasan Ilir Barat I Palembang.

Korban PS meninggal dunia usai mengalami luka tembak di bagian perut setelah diduga terlibat perselisihan dengan terduga pelaku berinisial RN yang juga berstatus sebagai anggota TNI.

Kasus tersebut kini ditangani aparat kepolisian bersama Polisi Militer TNI AD Palembang. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.