Tampil Dominan, Roller Jateng Athaya Rizki Persembahkan Emas Kejuaraan Champ of The Champ 2026
muh radlis May 16, 2026 01:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), Muhammad Athaya Rizky Prasetya, tampil gemilang dengan mempersembahkan medali emas bagi tuan rumah pada hari pertama Kejuaraan Sepatu Roda Antar Pelajar dan Kelompok Bebas Se-Indonesia Champ of The Champ 2026 di Velodrome Jatidiri, Semarang.

Athaya yang juga merupakan salah satu andalan Jawa Tengah di berbagai event nasional itu, menjadi yang tercepat pada nomor final Speed Dual Time Trial (DTT) 200 meter kategori SMA-Open Putra.


Athaya sukses mengungguli pesaingnya dari Universitas Terbuka yang harus puas di posisi kedua, sementara atlet dari SMA Kolese Gonzaga menempati peringkat ketiga.


Keberhasilan Athaya turut melengkapi dominasi atlet Jawa Tengah pada hari pembuka kejuaraan nasional tersebut. Sebelumnya, medali emas juga diraih atlet asal MAN Kota Magelang, Nafeeza Lamarch Dreineed Nadieshak, di nomor Speed DTT 200 meter kategori SMA-Open Putri.


Nafeeza tampil impresif setelah mengalahkan atlet dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang finis di posisi kedua dan wakil dari QLC School Jakarta di peringkat ketiga.


Kejuaraan yang berlangsung di lintasan sepatu roda Jatidiri itu kini memasuki hari kedua pada Sabtu (16/5/2026) hari ini.


Persaingan dipastikan semakin sengit karena sejumlah nomor bergengsi mulai dipertandingkan, di antaranya Speed 500 meter SD 1-2 Putra, Standar 1000 meter, Point Speed, Standar 300 meter, Speed 1000 meter, hingga Relay Standar.

Baca juga: Lahan 77 Hektar Disiapkan untuk Pembangunan Yonif TP di Blora, Bagaimana Nasib Petani Penggarap?


Ketua Panitia, Liliany Pitarto, mengatakan jumlah peserta tahun ini meningkat tajam dibanding penyelenggaraan sebelumnya, bahkan diyakini mencatatkan rekor jumlah terbanyak dari sejumlah event sepatu roda lain di Indonesia.


“Biasanya event itu pesertanya di angka 800 sampai 900-an. Kali ini totalnya mencapai 1.370 atlet. Ini menjadi rekor karena selama ini lomba belum pernah sampai segitu,” ujar Lili sapaanya.


Menurut dia, peserta harusnya mencapai 1.400 peserta seandainya kontingen asal India tak terkendala dalam keberangkatannya ke ajang ini.


"Ada atlet dari India yang tidak jadi datang karena penerbangannya ditutup, lalu ada juga yang cancel karena cedera saat latihan,” katanya.


Ketua Pengprov Porserosi Jawa Tengah, Erlangga Ardianza Wibowo, mengatakan konsep kejuaraan ini menjadi inovasi baru di Indonesia dan sejauh ini baru ada di Jawa Tengah.


Biasanya, kata dia, kompetisi sepatu roda digelar antar klub atau antar pengcab.


Namun melalui format antar sekolah, keterlibatan pihak sekolah dalam mendukung atlet menjadi lebih besar.


“Dengan membawa nama sekolah, anak-anak lebih mudah mendapatkan izin dan sekolah ikut merasa memiliki. Selain itu juga bisa meminimalisir praktik pencurian umur karena data peserta disesuaikan dengan sekolah dan NISN,” katanya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.