Laporan Wartawan TribubPalu.com, Zulfadli
Layanan tersebut diadopsi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan dirancang untuk membantu masyarakat memverifikasi kebenaran informasi yang beredar di media sosial maupun platform digital lainnya.
Kepala Diskominfosantik Sulteng, Wahyu Agus Pratama, mengatakan perkembangan teknologi digital, termasuk Artificial Intelligence (AI), membuat penyebaran hoaks semakin sulit dikendalikan.
Menurutnya, saat ini belum ada teknologi yang mampu sepenuhnya mengontrol arus informasi di dunia digital.
“Karena itu kami melakukan penguatan melalui empat pilar literasi digital, mulai dari digital skill, digital safety, hingga digital ethics atau etika digital,” ujar Wahyu Agus Pratama, saat ditemui di Kantor Diskominfosantik Sulteng, Jl Kartini, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Timur, Jumat (15/5/2026).
Ia menjelaskan, etika digital menjadi salah satu poin penting untuk membangun kesadaran masyarakat agar tidak sembarangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Baca juga: Pesan Ekologi dari Utsawa Dharma Gita 2026 di Banggai
Diskominfosantik Sulteng kemudian menindaklanjuti kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan mengadopsi sistem elektronik Klinik Hoaks.
Wahyu menambahkan, layanan tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat menjadi lebih kritis terhadap berbagai informasi yang beredar di media sosial.
Selain menghadirkan layanan cek fakta, Diskominfosantik Sulteng juga melakukan penguatan literasi digital melalui sosialisasi dan kolaborasi bersama sekolah, jurnalis, media, perangkat daerah, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kerja sama itu melibatkan aparat penegak hukum, Kejaksaan Tinggi, hingga Direktorat Siber dan Humas Polda untuk bersama-sama memberantas hoaks di Sulawesi Tengah.
Baca juga: Etape Ketiga, MAXI Tour Boemi Nusantara Jelajahi Surga Wisata Lampung
Diskominfosantik Sulteng juga telah membentuk Satgas Berani Literasi Informasi yang beranggotakan unsur jurnalis, media, sekolah, dan aparat penegak hukum.
Satgas tersebut difokuskan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar mampu mengenali dan memahami ciri-ciri informasi hoaks.
Di sisi lain, Diskominfosantik Sulteng juga terus mendorong pemanfaatan teknologi digital dan AI melalui penguatan sumber daya manusia.
Pihaknya bekerja sama dengan BBPSDMP Komdigi Wilayah Manado untuk menyiapkan pelatihan digital dengan target sekitar 5 ribu peserta.
Pelatihan tersebut menyasar ASN, masyarakat umum, pelaku UMKM, guru, mahasiswa, hingga konten kreator melalui pelatihan virtual maupun tatap muka terkait pemanfaatan teknologi digital dan penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). (*)