TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang pria muda, Dico Milandika (29), meninggal dunia usai diduga menjadi korban pengeroyokan di sebuah arena biliar di wilayah Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Korban disebut terjatuh dari lantai dua bangunan saat insiden berlangsung.
Kejadian di Weston Billiard itu diduga dipicu pertengkaran antara pacar korban dengan sejumlah pengunjung lain.
Dico disebut berupaya membela kekasihnya sebelum situasi berubah ricuh.
Peristiwa yang berlangsung pada Minggu malam, 10 Mei 2026, tersebut kini masih dalam penanganan dan penyelidikan pihak kepolisian.
Rekaman video kejadian yang beredar di media sosial memperlihatkan keributan di dalam lokasi biliar hingga korban akhirnya terjatuh ke lantai dasar.
Dalam video yang beredar, korban terlihat dikejar dan dianiaya ramai-ramai di area lantai dua gedung.
Setelah itu, Dico ditemukan tergeletak di lantai bawah dengan kondisi kritis sebelum akhirnya meninggal dunia.
Informasi yang beredar menyebut korban sempat dikeroyok sekitar 15 orang sebelum jatuh dari lantai dua.
Namun polisi masih mendalami apakah korban benar-benar dilempar atau terjatuh saat keributan berlangsung.
Baca juga: Pencurian di Rumah Eks Gubri Syamsuar, Tak Sampai Semenit Pelaku Gondol Sepeda Motor
Baca juga: Penemuan Remaja yang Hilang 2 Hari di Sungai Kampar, Tersangkut Keramba
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (10/5/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Ia menjelaskan, peristiwa itu telah dilaporkan ke Polsek Grogol Petamburan.
"Petugas Polsek Grogol Petamburan telah menerima laporan dan melakukan pengecekan TKP," kata Budi, Sabtu (16/5/2026).
Polisi juga telah meminta keterangan saksi-saksi yang mengetahui peristiwa tersebut dan mengecek rekaman CCTV di lokasi kejadian.
Budi menuturkan, polisi masih mendalami dugaan korban dilempar dari lantai dua.
"Terkait informasi yang menyebutkan korban dilempar dari lantai dua, hal tersebut masih dalam proses penyelidikan," tutur Budi
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah video detik-detik keributan viral di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat suasana panik di dalam tempat biliar ketika sejumlah orang terlibat aksi kekerasan terhadap korban.
Kakak korban, Mita, menceritakan kronologi memilukan yang dialami adiknya.
Ia menceritakan peristiwa berdarah itu terjadi pada Sabtu (9/5/2026) malam.
Kejadian bermula saat Dico sedang asyik bermain biliar bersama kekasihnya.
Di tengah permainan, pacar korban terlibat cekcok mulut dengan wanita lain di lokasi.
Melihat hal itu, Dico pun berinisiatif untuk memisahkan dan melindungi kekasihnya.
Namun, tindakan tersebut justru memicu amarah sekelompok pria di tempat tersebut.
"Nah dia tuh ngebelain, ngebelain atau misahin gitu, terus udah tiba-tiba dia digebukin, dikeroyok sama lebih dari 15 orang," kata Mita saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/2026).
Aksi keji para pelaku tidak berhenti sampai di situ.
Mita mengungkapkan, berdasarkan informasi yang dihimpun pihak keluarga, adiknya sempat didorong dan dilempar dari lantai dua setelah dipukuli secara membabi buta.
"Udah digebukin di atas kayak gitu-gitu, terus didorong dari lantai dua. Udah didorong lagi di lantai dua nih, udah jatuh ke bawah masih diinjek-injek juga," ungkap Mita.
Akibat pengeroyokan yang sangat brutal tersebut, korban langsung terkapar tidak berdaya di lantai dasar dengan kondisi bersimbah darah.
Korban pun segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, terlihat jelas detik-detik saat korban dikeroyok secara beringas oleh sekelompok pemuda hingga terkapar dan mengeluarkan banyak darah.
Pihak keluarga menjelaskan Dico menderita luka memar parah di sekujur tubuhnya.
Luka paling fatal berada di bagian kepala yang menyebabkan pendarahan hebat di otak.
Setelah sempat berjuang melewati masa kritis dalam kondisi koma di RS Tarakan, nyawa pemuda berusia 29 tahun tersebut akhirnya tidak tertolong.
Korban dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (14/5/2026).
"Sempat dirawat tapi koma. Yang paling fatal luka di kepala sampai batang otaknya enggak berfungsi lagi," jelas Mita.
Jenazah korban sendiri telah dimakamkan oleh pihak keluarga pada Kamis siang kemarin.