TRIBUNNEWS.COM - Catatan serba pertama mewarnai perhelatan Piala Dunia 2026 yang bakal diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.
Piala Dunia 2026 menghadirkan berbagai perubahan besar yang belum pernah diterapkan pada edisi-edisi sebelumnya.
Apa saja itu?
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama yang melibatkan 48 negara peserta.
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding format sebelumnya yang hanya diikuti 32 tim.
Perubahan itu menjadi langkah besar FIFA sejak terakhir kali menambah jumlah peserta dari 24 menjadi 32 negara pada edisi 1998.
Penambahan kuota peserta dinilai memberi peluang lebih luas bagi negara-negara dari Asia, Afrika, dan kawasan lain untuk tampil di panggung sepak bola dunia.
FIFA juga berharap format 48 tim mampu meningkatkan pemerataan persaingan sekaligus memperluas popularitas turnamen secara global.
Baca juga: Profil Sebastien Migne: Pelatih Timnas Haiti di Piala Dunia 2026, Belum Pernah ke Negara Asuhannya
Edisi 2026 juga akan mencatat sejarah sebagai Piala Dunia pertama yang diselenggarakan oleh tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Sebelumnya, format tuan rumah lebih dari satu sudah pernah diterapkan pada Piala Dunia 2002 yang saat itu digelar di Jepang dan Korea Selatan.
Namun, belum pernah ada turnamen yang melibatkan tiga negara dalam satu penyelenggaraan.
Baca juga: Ide Pertunjukan Musik di Final Piala Dunia 2026, Jeda Babak Bisa 2 Kali Lipat Lebih Lama
Perubahan format peserta juga berdampak langsung pada jumlah pertandingan.
Jika sebelumnya Piala Dunia hanya memainkan 64 laga, maka pada edisi 2026 jumlah pertandingan meningkat menjadi 104 laga.
Angka tersebut menjadi rekor baru dalam sejarah Piala Dunia sejak dihelat pada 1930.
Penambahan jumlah pertandingan tentunya membuat kompetisi berlangsung lebih panjang dan semakin kompetitif.
Estadio Azteca akan kembali menjadi bagian dari sejarah sepak bola dunia.
Stadion legendaris yang berada di Mexico City tersebut dipastikan menjadi stadion pertama yang digunakan dalam tiga edisi Piala Dunia berbeda, yakni 1970, 1986, dan 2026.
Azteca dikenal sebagai salah satu stadion paling ikonik dalam sejarah sepak bola internasional.
Berbagai momen bersejarah pernah lahir di stadion tersebut.
Pada Piala Dunia 1970, Estadio Aztec menjadi saksi bisu keberhasilan Pele bersama Timnas Brasil.
Saat itu Pele bersama Timnas Brasil keluar sebagai juara Piala Dunia 1970 setelah mengalahkan Italia dengan skor 4-1.
Tidak hanya itu, Estadio Aztec juga menjadi saksi bisu momen ikonik Piala Dunia 1986.
Kala itu sebuah momen legendaris tersaji di laga perempat final Piala Dunia 1986 antara Argentina vs Inggris, yakni adanya gol "Hand of God" atau tangan tuhan yang dicetak oleh legenda Timnas Argentina, Diego Maradona.
Terakhir, catatan serba pertama Piala Dunia 2026 diwarnai dengan adanya empat negara yang bakal mencatatkan debut.
Tanjung Verde, Curacao, Yordania, dan Uzbekistan, akan mencatatkan penampilan pertama kalinya di ajang Piala Dunia.
Tanjung Verde lolos Piala Dunia FIFA 2026 berkat keberhasilan mereka menjadi juara Grup D di Kualifikasi Zona Afrika.
Lalu Curacao lolos Piala Dunia 2026 berkat performa impresif tanpa terkalahkan di babak kualifikasi zona CONCACAF (Amerika Utara, Tengah, dan Karibia).
Sedangkan untuk Yordania, mereka memastikan satu tempat di Piala Dunia 2026 setelah tampil konsisten di putaran ketiga kualifikasi zona Asia dengan mengemas 16 poin.
Sementara Uzbekistan mengamankan tiket Piala Dunia 2026 dengan mengumpulkan total 21 poin di putaran ketiga kualifikasi zona Asia.
(Tribunnews.com/Isnaini)