Sindiran Telak Prabowo ke Jenderal Koruptor: Dulu Jago Perang, Kini Mencuri
Darwin Sijabat May 16, 2026 04:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Presiden RI, Prabowo Subianto melepaskan kritik tajam yang mengarah langsung kepada kalangan perwira tinggi militer, termasuk para mantan jenderal, yang terbukti mengkhianati sumpah prajurit dengan terjerat kasus korupsi. 

Ketegasan tanpa pandang bulu ini disampaikan Kepala Negara dengan nada bergetar saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026) pagi.

Di hadapan publik, Presiden Prabowo mengingatkan rekam jejak sebagai perwira hebat di medan pertempuran masa lalu tidak ada artinya jika gagal menjaga integritas di masa pensiun. 

Ia menegaskan bahwa pangkat bintang di pundak tidak akan pernah menjadi tameng atau pengecualian di hadapan hukum jika terbukti memakan uang rakyat.

Presiden Prabowo meminta para senior dan purnawirawan TNI untuk menjaga konsistensi kehormatan mereka hingga akhir hayat.

"Apakah dia jenderal atau mantan jenderal, harus memberi contoh. Dulu kamu jago perang, ya sekarang buktikan ke rakyat bahwa kamu selesaikan kariermu, tetap dengan kehormatan. Ini saya sampaikan, kalau saya dapat laporan," ujar Presiden Prabowo dengan nada menyindir.

Kekecewaan Mendalam Sang Panglima Tertinggi

Lebih dari sekadar kemarahan, pidato Prabowo kali ini juga merefleksikan rasa runtuh dan kekecewaan mendalam dari seorang pimpinan. 

Ia mengaku sangat terpukul ketika mendapati laporan bahwa figur-figur yang dibesarkannya dan diberikan mandat strategis, justru menjadi musuh dalam selimut yang merampok hak-hak masyarakat.

Baca juga: Said Didu: Kelompok Termul dan Jokower Ingin Makzulkan Presiden Prabowo

Baca juga: Seberapa Kaya Presiden AS Donald Trump? Berikut Rincian Lengkap Asetnya

Prabowo Subianto mengingatkan penyalahgunaan jabatan publik hanya akan meninggalkan warisan malu dan sanksi sosial yang berat bagi keluarga pelaku yang tidak berdosa.

"Orang yang saya angkat, orang yang saya bina, orang yang saya kasih kehormatan diberi jabatan yang penting, begitu dia menjabat, nyeleweng, nyuri uang rakyat, bagaimana? Apa yang harus saya buat? Saya sedih di ujung puncak karier, yang paling saya sedih adalah nanti anak dan istrinya," kata Presiden dengan raut wajah penuh penyesalan.

Perintah Sapu Bersih internal: Jaksa, Polisi, dan TNI

Menutup orasinya di Nganjuk, Presiden Prabowo menerbitkan instruksi keras kepada seluruh pucuk pimpinan aparat penegak hukum di Indonesia. 

Ia mendesak Korps Adhyaksa, Polri, dan institusi TNI untuk segera melakukan operasi bersih-bersih dan koreksi internal secara menyeluruh tanpa harus menunggu momentum eksternal.

Bagi Presiden Prabowo, pemberantasan korupsi di Indonesia hanya akan menjadi jargon kosong jika institusi yang bertugas menegakkan hukum justru dihuni oleh oknum yang korup. 

Penegakan hukum yang bersih harus dimulai dari komitmen teladan para pimpinannya.

"Mari kita bersama-sama memperbaiki. Tetapi, seluruh aparat lainnya juga harus memperbaiki diri. Kejaksaan, kepolisian, tentara, harus koreksi diri, harus menghilangkan penyelewengan dan korupsi dari tubuh masing-masing," pungkas Presiden Prabowo menutup arahannya.

Sebagai informasi, Marsinah adalah seorang aktivitas buruh pabrik PT Catur Putra Surya (CPS) Porong, Sidoarjo, yang ditemukan meninggal dunia secara tragis pada Mei 1993 setelah memimpin aksi demonstrasi menuntut kenaikan upah. 

Atas kesepakatan seluruh elemen serikat pekerja, Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahi mendiang Marsinah gelar sebagai Pahlawan Nasional.

Baca juga: Harga Tahu, Tempe, Pakan Ternak Berpotensi Naik, Imbas Rupiah Tembus Rp17.600 per Dollar AS

Baca juga: Gagal Berangkat Umrah, Jamaah NRH Jambi Mengaku Sudah Bayar Rp152 Juta

Baca juga: Seberapa Kaya Presiden AS Donald Trump? Berikut Rincian Lengkap Asetnya

Baca juga: Update Kebakaran Gudang Minyak Jambi, Warga Dengar 7 Kali Ledakan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.