Tribunlampung.co.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto heran terhadap pihak-pihak yang panik karena nilai pertukaran rupiah ke dolar yang kini semakin ambruk.
Hal ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat sambutan meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur pada Sabtu (16/5/2026).
“Sekarang ada yang selalu, entah apa saya enggak mengerti ya. Sebentar-sebentar Indonesia akan collaps, akan keos, akan apa ya kan? Rupiah begini, rupiah begitu apa? dolar begini, dolar,” ujar Prabowo dikutip dari Kompas.
Diketahui saat ini satu dolar AS setara Rp 17.596 pada Sabtu siang (16/5) pukul 13.23 WIB. Nilai tukar rupiah terus turun beberapa waktu belakangan.
Meski begitu, Prabowo mengatakan bahwa pangan dan energi di Indonesia aman.
Baca juga: Sapi Kurban Presiden Prabowo Akan Disalurkan ke Masjid Al Madani Bandar Lampung
“Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” ujar Prabowo.
Terlebih sebagian besar masyarakat di daerah tidak menggunakan dolar AS dalam aktivitas sehari-hari sehingga dampaknya dinilai tidak terlalu langsung dirasakan.
"Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok. Iya kan?" katanya.
Seekor sapi jumbo bernama Abimanyu dipastikan terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Iduladha 1447 Hijriah/2026.
Abimanyu merupakan jantan jenis Simental cross.
Dengan bobot mencapai sekitar 900 kilogram dan diperkirakan terus bertambah hingga mendekati 1 ton saat Iduladha nanti, Abimanyu tampil mencolok dibanding sapi lainnya di kandang.
Tubuhnya besar, tegap, berwarna cokelat kemerahan, dengan ciri khas warna putih di bagian kaki yang tampak seperti mengenakan kaos kaki.
“Karena sapi yang dibeli harus diberi nama, yang terlintas ya Abimanyu. Tokoh wayang yang gagah dan punya wibawa,” ujar Sugeng, Rabu (13/5/2026).
Dirinya mengaku tidak menyangka sapi peliharaannya bisa masuk dalam daftar hewan kurban presiden.
Sugeng menyebut proses seleksi berlangsung cukup ketat, mulai dari pemeriksaan fisik, kesehatan, hingga penilaian bobot dan performa tubuh sapi.
Menurutnya, sapi dengan ukuran seperti Abimanyu membutuhkan perawatan ekstra, baik dari sisi pakan maupun kesehatan.
Setiap hari, sapi tersebut mendapat asupan hijauan berkualitas, konsentrat, serta pengawasan rutin agar kondisinya tetap prima.
“Alhamdulillah proses tawar-menawar juga berjalan baik dan tidak merugikan peternak,” ucapnya.
Terpilihnya Abimanyu sebagai sapi kurban presiden juga membawa dampak positif bagi peternak lokal di Batang.
Sugeng menyebut, sejak kabar itu menyebar, banyak warga maupun calon pembeli datang untuk melihat langsung sapi - sapi miliknya.
Ia mengatakan, stok sapi kurban di kandangnya masih tersedia, namun untuk sapi berbobot mendekati 1 ton saat ini sudah habis terjual.
Harga Abimanyu sendiri ditaksir mencapai Rp90 juta hingga Rp100 juta karena memiliki bobot dan performa di atas rata - rata sapi kurban pada umumnya.
Terpisah, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang, M Arief Edyanto, menjelaskan sapi bantuan presiden memang harus memenuhi sejumlah kriteria ketat.
Selain bobot besar, kondisi kesehatan hewan juga menjadi syarat utama.
“Administrasi sekarang sedang diselesaikan.
Data visual dan hasil wawancara peternak juga sudah dikirimkan ke Sekretariat Presiden melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah,” jelasnya.
Ia menerangkan, Abimanyu merupakan sapi hasil persilangan Simental dan Limosin, meski karakter genetik Simental masih lebih dominan.
Dari sisi fisik, sapi tersebut dinilai memenuhi standar hewan kurban presiden.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan sapi sehat, tidak ada cacat fisik, kaki normal, tanduk utuh, ekor lengkap, dan alat reproduksi juga normal,” ungkapnya.
Pemkab Batang berharap kondisi kesehatan dan bobot Abimanyu tetap terjaga hingga waktu penyerahan hewan kurban menjelang Iduladha mendatang.
Terpilihnya sapi asal Batang sebagai kurban presiden pun dinilai menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa kualitas peternakan lokal mampu bersaing di tingkat nasional.