Januari–April 2026, Stasiun Cilacap melayani 73.433 pelanggan berangkat dan 76.207 pelanggan datang

Jakarta (ANTARA) - Di Kabupaten Cilacap, mobilitas masyarakat bergerak sejak pagi hari. Ada pekerja yang berangkat menuju kawasan industri, mahasiswa yang menempuh perjalanan antarkota untuk pendidikan, pedagang yang membawa barang dagangan, hingga keluarga yang bepergian untuk kebutuhan sosial dan ekonomi. Di tengah aktivitas tersebut, kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang menjaga masyarakat tetap terhubung dengan berbagai wilayah di Pulau Jawa.

Sebagai daerah industri dan energi strategis di pesisir selatan Jawa, Cilacap memiliki pergerakan masyarakat yang tinggi. Kehadiran layanan kereta api di Stasiun Cilacap turut mendukung ritme kehidupan masyarakat dengan perjalanan yang lebih efisien, terukur, dan memiliki kepastian waktu tempuh.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, sepanjang Januari hingga April 2026 sebanyak 73.433 pelanggan berangkat dan 76.207 pelanggan datang melalui Stasiun Cilacap. Jumlah tersebut meningkat dibanding periode yang sama tahun 2025 dengan 65.041 pelanggan berangkat dan 65.253 pelanggan datang.

Pelanggan berangkat meningkat 12,90 persen atau bertambah 8.392 pelanggan. Sementara pelanggan datang tumbuh 16,79 persen atau bertambah 10.954 pelanggan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik yang mampu mendukung aktivitas ekonomi sekaligus mobilitas sosial masyarakat sehari-hari.

“Di Stasiun Cilacap, kereta api melayani lebih dari sekadar perpindahan antarkota. Ada pekerja yang setiap hari menjaga aktivitas industri tetap berjalan, ada mahasiswa yang mengejar pendidikan, ada pelaku usaha yang menghubungkan perdagangan antardaerah, hingga masyarakat yang bepergian untuk bertemu keluarga. Pertumbuhan pelanggan ini menunjukkan kereta api semakin menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Cilacap,” ujar Anne.

Menurut Anne, posisi Cilacap yang menjadi pusat industri pengolahan, energi, dan aktivitas maritim menjadikan kebutuhan mobilitas masyarakat terus berkembang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB Cilacap dengan porsi mencapai 33,99 persen.

Kondisi tersebut menciptakan pergerakan masyarakat yang tinggi setiap hari, terutama pekerja sektor industri, distribusi logistik, dan aktivitas perdagangan antarkota. Kehadiran layanan kereta api membantu masyarakat memperoleh akses perjalanan yang lebih stabil di tengah tingginya mobilitas wilayah industri.

Layanan unggulan yang melayani Stasiun Cilacap turut menjadi pilihan utama masyarakat. Untuk layanan KA Jarak Jauh, masyarakat dilayani melalui KA Purwojaya relasi Cilacap–Gambir, KA Wijayakusuma relasi Cilacap–Ketapang, serta KA Sancaka Utara relasi Cilacap–Surabaya Pasarturi. Sementara layanan aglomerasi seperti KA Joglosemarkerto dan KA Kamandaka memperkuat konektivitas masyarakat menuju Yogyakarta, Purwokerto, Solo, hingga Semarang.

Selain melayani pelanggan, peran strategis KAI di Cilacap juga terlihat melalui sektor logistik nasional. Wilayah ini menjadi lokasi kilang minyak terbesar di Indonesia yang memasok sekitar 60 persen kebutuhan BBM di Pulau Jawa. Melalui angkutan berbasis rel, KAI mendukung distribusi Avtur sekaligus pengangkutan pupuk untuk menjaga kelancaran distribusi energi dan sektor pertanian nasional.

“Distribusi logistik berbasis rel membantu menjaga rantai pasok tetap bergerak dengan kapasitas angkut besar dan waktu distribusi yang lebih terukur. Dampaknya selain dirasakan sektor industri, juga dirasakan masyarakat luas melalui kelancaran pasokan energi dan distribusi kebutuhan pendukung pertanian,” tambah Anne.

Keberadaan Stasiun Cilacap juga mendukung aktivitas wisata dan ekonomi lokal. Lokasinya yang terhubung dengan kawasan Pelabuhan Tanjung Intan serta destinasi wisata seperti Teluk Penyu dan Pantai Jetis ikut memperkuat pergerakan wisatawan dan aktivitas UMKM di wilayah pesisir selatan Jawa.

KAI memandang pertumbuhan pelanggan di Stasiun Cilacap sebagai bagian dari berkembangnya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu, peningkatan layanan terus dilakukan baik dari sisi fasilitas pelanggan, aksesibilitas, maupun keandalan perjalanan kereta api.

“Setiap perjalanan kereta api membawa aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat di dalamnya. KAI akan terus menjaga layanan di Stasiun Cilacap agar mobilitas masyarakat, pertumbuhan industri, distribusi logistik, hingga konektivitas wilayah selatan Jawa dapat terus berkembang secara berkelanjutan,” tutup Anne.