Jejak Rasa dan Tradisi Intip, Cemilan Legendaris Solo yang Bikin Mulut Nggak Bisa Berhenti Ngunyah!
Sinta Darmastri May 16, 2026 06:09 PM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Siapa disini yang suka makan intip?

Camilan yang sangat ringan meski berbahan dari nasi, namun memiliki cita rasa yang gurih dan ada juga yang manis.

Asal-usul makanan ini, zaman dulu ketika ibu-ibu menanak nasi memakai kwali atau wajan atau kendhil.

Intip (atau yang sering dikenal sebagai kerupuk karak) merupakan makanan ringan khas yang berasal dari daerah Solo (Surakarta) dan sekitarnya, seperti Sukoharjo, Jawa Tengah.

Sejarah lisan di masyarakat menyebutkan bahwa pembuatan karak awalnya berawal dari kearifan lokal untuk memanfaatkan nasi putih sisa (yang masih bersih dan layak makan) agar tidak terbuang sia-sia.

Nasi tersebut kemudian diolah kembali menjadi camilan yang tahan lama.

Jika nasi tersebut sudah setengah matang lalu nasi dipindahkan ke tempat lain yang dinamakan dandang dan kemudian dikukus.

Biasanya di dasar kwali atau wajan masih terdapat sisa nasi yang masih menempel dan terlihat gosong. Nasi yang masih menempel itu dinamakan intip.

Intip yang masih menempel didasar kwali atau wajan lalu diambil dan dikeringkan. Ketika sudah kering intip ini lalu digoreng, inilah yang dinamakan intip goreng.

Baca juga: Menikmati Leker Legendaris di Solo, Jajanan Jadul yang Nggak Pernah Gagal Bikin Nagih

Intip juga enak dinikmati ketika diambil dari dasar kwali lalu disiram kuah sayur atau kuah parutan kelapa dan dimakan bersama dengan kuah tersebut.

Perbedaan Intip dan Rengginang

Bagi sebagian orang, intip dan rengginang mungkin terlihat mirip karena sama-sama menawarkan tekstur yang renyah.

Namun, jika dibedah lebih dalam, kedua kuliner tradisional ini memiliki perbedaan yang sangat kontras, mulai dari bahan baku hingga filosofi pembuatannya.

Perbedaan paling mendasar dari kedua camilan ini terletak pada proses produksinya. Intip pada awalnya lahir dari ketidaksengajaan atau kearifan lokal masyarakat dalam memanfaatkan sisa makanan.

Sebaliknya, rengginang adalah makanan ringan yang sejak awal memang direncanakan. Proses pembuatannya sengaja dilakukan secara khusus dan terpisah, bukan memanfaatkan sisa dari proses memasak yang lain.

Baca juga: Nggak Cuma Serabi, 3 Oleh-Oleh Khas Solo yang Hits dan Paling Diburu Wisatawan, Bikin Kalap Belanja

Memasak intip goreng ternyata membutuhkan keahlian khusus dan tidak bisa dilakukan sembarangan. Karena bentuk kerak dandang yang tebal dan melengkung, proses menggorengnya wajib menggunakan minyak yang melimpah hingga seluruh bagian intip terendam sempurna (deep frying).

Jika teknik penggorengannya keliru atau minyak kurang panas, intip akan matang tidak merata. Efeknya, bagian pinggiran intip akan menjadi gosong, sedangkan bagian tengahnya justru masih mentah dan keras saat digigit.

Jaman sekarang intip sudah banyak dijual seperti Pasar Gedhe, Pasar se-Soloraya, dan Toko Roti Orion, serta terutama ditoko-toko didaerah Solo sebagai makanan khas daerah mereka.

(TribunStyle.com/Darma)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.