Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti
POS-KUPANG.COM, BA'A - Kisah pilu menyelimuti keluarga Johanis Anabokai, pria yang ditemukan meninggal dunia tak wajar di Pantai Ingguhun, Dusun Lutu, Desa Kuli, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Jumat (15/5/2026).
Anak kandung korban, Juliana Johanis meminta kepolisian mengusut tuntas kematian ayahnya yang dinilai penuh kejanggalan.
Johanis ditemukan warga dalam kondisi tidak bernyawa setelah sempat dilaporkan hilang selama beberapa hari.
Penemuan jasad korban bermula dari pencarian yang dilakukan keluarga setelah korban tidak diketahui keberadaannya sejak Rabu (13/5/2026).
Baca juga: BREAKING NEWS: Diduga Korban Mutilasi, Sosok Mayat Pria Ditemukan di Pantai Ingguhun
Juliana menuturkan, ayahnya pergi meninggalkan rumah pada Rabu lalu dan tidak kembali. Warga sekitar mulai curiga karena rumah korban gelap dan aliran listrik tidak menyala selama beberapa hari.
"Tetangga telepon saya dan tanya apakah bapak ada di Kupang atau tidak. Saya bilang bapak tidak ada di Kupang,” kisah Juliana kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (16/5/2026).
Keluarga kemudian berupaya mencari keberadaan korban dengan menghubungi teman dan kerabat, namun tidak membuahkan hasil.
Setelah beberapa hari tanpa kabar, keluarga memutuskan pulang kampung dan melakukan pencarian langsung.
Baca juga: Cegah Balap Liar dan Kejahatan Jalanan, Polres Rote Ndao Intensifkan Patroli Gabungan
Dikisahkan Juliana, sebelum pencarian dilakukan, keluarga sempat meminta petunjuk melalui doa. Dari hasil doa tersebut, mereka diarahkan mencari ke wilayah selatan desa.
"Pagi tanggal 15 Mei kami cari ke arah selatan. Akhirnya bapak ditemukan di lokasi Pantai Ingguhun, masih satu dusun dengan kami," katanya.
Korban ditemukan sekitar pukul 09.00 Wita dalam posisi telungkup di dalam air. Saat diperiksa, keluarga menemukan sejumlah kejanggalan pada tubuh korban.
"Ada bekas ikatan tali besar di pinggang, tiga lilitan. Di leher juga ada lilitan tali, begitu juga di bagian mulut," ungkap Juliana dengan suara bergetar.
Baca juga: Antisipasi Gangguan Keamanan, Polres Rote Ndao Intensifkan Monitoring di Sejumlah SPBU
Keluarga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada aparat desa dan kepolisian.
Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban ke RSUD Ba'a untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Juliana mengaku pihak keluarga belum melanjutkan laporan resmi karena masih fokus pada proses pemakaman.
Namun setelah pemakaman selesai, keluarga memastikan akan meminta proses hukum terus berjalan.
"Saya sebagai anak kandung merasa ada kejanggalan dalam peristiwa ini. Meninggalnya bapak bukan hal yang wajar," ucapnya.
Ia berharap kepolisian dapat melakukan penyelidikan mendalam agar keluarga memperoleh kepastian atas penyebab kematian korban.
"Kami minta polisi memeriksa lebih lanjut supaya keluarga bisa puas dan mengetahui apa sebenarnya yang terjadi," tandasnya. (rio)