TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di tengah dinamika kehidupan yang kerap berjalan di luar rencana, musik sering menjadi ruang untuk memahami diri sendiri.
Hal itu yang coba dihadirkan solois asal Yogyakarta, Poernama, melalui mini album terbarunya bertajuk ‘nggak papa untuk tidak baik - baik saja’.
Mini album tersebut menjadi karya terbaru Poernama setelah sebelumnya merilis album penuh ‘Karena Semua Nggak Harus Sekarang’ pada 2024.
Jika pada karya sebelumnya Poernama banyak berbicara tentang proses bertumbuh dan berjalan sesuai waktu masing - masing, kali ini ia menghadirkan cerita yang lebih intim dan personal.
Mini album ‘nggak papa untuk tidak baik - baik saja’ berisi tiga lagu, yakni ‘Tak Terikat’, ‘Kau Lelah Lagi’, dan ‘Dewasa yang Melelahkan’.
Seluruh lagu dirangkai dari kegelisahan, harapan, serta dinamika kehidupan sehari - hari yang dekat dengan realitas banyak orang.
Berbeda dari rilisan sebelumnya, karya terbaru ini disebut menjadi refleksi paling dekat dengan kehidupan pribadi Poernama sendiri.
Tema yang diangkat pun berkaitan dengan kenyataan bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan.
“Ekspektasi sering kali tidak sejalan dengan kenyataan, dan perjalanan sebagai pemeran utama dalam hidup masing - masing tak selalu mulus,” ujarnya.
Secara musikal, Poernama tetap bergerak di jalur pop modern dengan sentuhan elektronik yang menjadi ciri khasnya.
Aransemen hangat dipadukan dengan elemen elektronik subtil, menghadirkan suasana reflektif dan intim tanpa meninggalkan kesan modern.
Pendekatan tersebut juga memperkuat emosi dalam setiap lagu, sekaligus menjaga kesederhanaan pesan yang ingin disampaikan kepada pendengar.
Melalui mini album ini, Poernama ingin menghadirkan ruang refleksi sekaligus penguatan emosional bagi pendengarnya.
Poernama ingin menyampaikan bahwa tidak apa-apa jika hidup terasa berat, tidak apa-apa jika keadaan tidak selalu indah, dan tidak apa - apa jika kita sedang tidak baik - baik saja.
“Justru dalam ketidaksempurnaan itulah manusia belajar menerima, bertumbuh, dan memahami diri,” imbuhnya.
Project musik Poernama sendiri dimulai pada 2024 melalui album ‘Karena Semua Nggak Harus Sekarang’.
Album tersebut menjadi penanda awal perjalanan bermusiknya sekaligus membawa pesan bahwa setiap orang memiliki waktunya masing - masing untuk sembuh, bertumbuh, dan melangkah.
Sebagian besar karya Poernama terinspirasi dari pengalaman pribadi maupun cerita orang - orang di sekitarnya.
Kisah tersebut kemudian diolah menjadi lagu dengan lirik sederhana, emosional, dan dekat dengan kehidupan sehari - hari.
Lewat musiknya, Poernama ingin menjadi ruang aman bagi pendengar, tempat untuk merasa, memahami, dan menerima bahwa tidak semua hal harus dipaksakan terjadi hari ini.
Mini album ‘nggak papa untuk tidak baik-baik saja’ kini telah tersedia di berbagai platform musik digital.