Tangis Haru Orang Tua Warnai Pelepasan 23 Santri Angkatan Perdana Ponpes Darul Iman Lingga
Dewi Haryati May 16, 2026 08:07 PM

LINGGA, TRIBUNBATAM.id – Lantunan ayat suci Al-Quran menggema dari panggung tenda yang berdiri di Pesantren Darul Iman di Desa Batu Kacang, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (16/5/2026).

Suasana haru bercampur bangga menyelimuti prosesi pelepasan santri kelas 6 atau kelas 12 Madrasah Aliyah (MA) angkatan pertama pondok pesantren tersebut.

Di hadapan para orangtua dan tamu undangan, para santri tampil mengenakan pakaian serba rapi, sambil membawa hafalan Al-Quran yang selama ini mereka perjuangkan di lingkungan pesantren.

Sebanyak 23 santriwan dan santriwati resmi menamatkan pendidikan mereka di Ponpes Darul Iman.

Mereka terdiri dari 11 santri putra dan 12 santri putri yang menjadi angkatan perdana sejak pesantren itu berdiri di Desa Batu Kacang, Kecamatan Singkep.

Tangis haru beberapa wali santri pecah ketika nama anak-anak mereka dipanggil satu per satu ke atas panggung.

Tidak sedikit orang tua yang tampak menundukkan kepala sambil mengusap air mata. Mereka bangga melihat anak mereka tumbuh menjadi generasi penghafal Al-Quran.

Pimpinan Ponpes Darul Iman, K.H. Muliadi, mengatakan pelepasan tersebut menjadi momen bersejarah bagi pesantren yang selama ini fokus membina generasi Qurani di Kabupaten Lingga.

Alhamdulillah, selesai pelepasan ini mereka siap menempuh pendidikan selanjutnya,” ujar Muliadi di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, sejak awal berdiri Pesantren Darul Iman memang menitikberatkan pendidikan pada pembentukan generasi penghafal Al-Quran.

Pelepasan Santri Darul Iman
ANGKATAN PERTAMA - Pelepasan santri dan santriwati kelas 6 atau kelas 12 Madrasah Aliyah (MA) angkatan pertama Ponpes Darul Iman di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (16/5/2026).


Para santri tidak hanya didorong memahami ilmu agama, tetapi juga dibimbing untuk menghafal Al-Quran.

Menurutnya, capaian para santri tersebut tidak lepas dari dukungan orangtua dan sistem pembinaan di dalam pesantren.

Bahkan, ada santri yang masih duduk di kelas 1 SMA, namun sudah berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Quran.

“Ini berkat dukungan orangtua juga serta pembinaan yang terus dilakukan di pesantren,” katanya.

Di lingkungan pesantren, para santri diwajibkan menyetor hafalan secara rutin kepada pembimbing.

Proses itu dilakukan setiap hari sebagai bagian dari disiplin pendidikan tahfiz yang diterapkan Ponpes Darul Iman.

Selain pendidikan Al-Quran, pihak pesantren juga membekali santri dengan pembelajaran Bahasa Arab, Bahasa Inggris, akhlak, hingga aqidah.

Menurut Muliadi, pembentukan karakter menjadi bagian penting agar para lulusan mampu diterima dan memberi manfaat di tengah masyarakat.

“Insyallah ketika santri ini tamat dari pesantren dan kembali ke masyarakat, orangtua akan melihat hasilnya. Mudah-mudahan ini membuka mata masyarakat untuk memasukkan anak-anak mereka ke pesantren Darul Iman,” jelasnya.

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat hingga akhir acara.

Sejumlah santri tampak saling berpelukan dengan teman dan guru mereka usai kegiatan selesai. 

Momen itu menjadi penanda lahirnya angkatan pertama generasi penghafal Al-Quran dari Pesantren Darul Iman Dabo Singkep. (Tribunbatam.id/Febriyuanda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.