Profil Gregoria Mariska, Atlet yang Mundur dari Pelatnas PBSI Usai 12 Tahun, Fokus Pulihkan Kesehatan dari Penyakit Vertigo
Faza Anjainah Ghautsy May 16, 2026 07:34 PM

Grid.ID- Profil Gregoria Mariska, atlet yang mundur dari Pelatnas PBSI usai 12 tahun. Dia disebut tengah fokus pulihkan kesehatan dari penyakit vertigo.

Atlet bulu tangkis Indonesia Gregoria Mariska dikabarkan telah resmi memutuskan mundur dari pemusatan latihan nasional (pelatnas) PBSI setelah 12 tahun menjadi bagian dari skuad Merah Putih. Keputusan ini diumumkan oleh PBSI melalui keterangan resmi, pada Jumay (15/5/2026).

“Gregoria adalah atlet yang telah memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan untuk Indonesia. Kami menghormati keputusan yang diambil dan berharap yang terbaik untuk kesehatan serta masa depannya,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, dilansir dari Kompas.com.

Adapun, dalam surat pengunduran dirinya, Gregoria menyampaikan rasa terima aksih kepada selurh pengurus dan pelatih PBSI atas kesempatan dan pengalaman yang telah didapatkannya. Atlet satu ini mengaku bahwa dia masih belum sepenuhnya pulih dari penyakit vertigo yang dideritanya sejak Maret 2026.

Kondisi inilah yang kemudian membuat Gregoria beberapa kali absen dari sejumlah turnamen internasional penting sepanjang musim. Selanjutnya, PBSI menyebut bahwa keputusan ini juga sudah dikomunikasikan kepada pelatih tunggal putri utama pelantas yaitu Imam Tohari.

“Hingga saat ini, Gregoria merasa belum pulih sepenuhnya dan belum memiliki kepercayaan diri untuk kembali bertanding,” ujar PBSI.

Sementara itu, Gregoria sendiri menjadi salah satu andalan sektor tunggal putri Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Selama berlaga, dia tampil di berbagai turnamen internasional dan menjadi bagian penting regenerasi bulu tangkis putri Indonesia.

Atas dedikasinya tersebut, PBSi menyampaikan apresiasi kepada Gregoria yang telah membela Indonesia di level dunia. PBSI juga berharap atlet berbakat satu ini bisa segera pulih sepenuhnya dan melanjutkan kesuksesan dalam perjalanan berikutnya.

“PBSI menerima dan menghormati keputusan Gregoria serta menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian dan perjuangannya selama membela Merah Putih di berbagai ajang internasional,” tulis PBSI.

Selanjutnya, sebagai salah satu tumpuan tunggal putri Indonesia, Gregoria telah banyak menorehkan prestasi. Dia diketahui beberapa kali mencatat hasil penting di turnamen BWF World Tour dan menjadi wakil Indonesia pada berbagai kejuaraan beregu maupun multi-ajang internasional.

Prestasi tertinggi Gregoria yaitu dia sempat mempersembahkan medali perunggu di Olimpiade Paris 2024 dan menjadi bagian dari tim Piala Uber yang mengoleksi perak pada 2024. Selain itu, dia juga menjadi bagian dari tim Kejuaraan Asia yang menjadi juara di Selangor pada tahun 2011.

Profil Gregoria Mariska selanjutnya seperti yang diketahui dia memiliki nama lengkap Gregoria Mariska Tanjung dan biasa dipanggil Jorji. Melansir dari Tribunnews.com, perempuan satu ini lahir di Wonogiri pada 11 Agustus 1999.

Kecintaannya pada dunia bulu tangkis Gregoria tunjukkan sejak usianya masih 7 tahun di mana saat itu dia memilih bergabung dengan PB. Mutiara Cardinal Bandung. Berikutnya, pada tahun 2013 atlet satu ini ditarik PBS untuk masuk pelatnas Cipayung.

Pada tahun 2014, Gregoria resmi bergabung dengan Pelatnas PBSI melalui kelompok atlet muda potensial. Di tahun 2017, atlet satu ini berhasil menembus final turnamen Grand Prix Gold (kini setara Super 300) di Syed Modi International 2017 serta menorehkan prestasi sebagai Juara Dunia Junior dan meraih mendali perunggu di SEA Games 2017.

Performa Gregoria setelah itu terus menanjak hingga dia berhasil meraih perunggu dalam Asian Games 2018 untuk tim beregu putri Indonesia. Namun, pada tahun 2019 hingga 2022, Gregorai sempat mengalami masa sulit dan banyak hasil yang kurang memuaskan.

Meski begitu, atlet perempuan satu ini tak menyerah dan berhasil bangkit dan mencatat pencapaian penting. Saat itu, di tahun 2023, Gregoria berhasil menunjukkan prestasi seperti juara Spain Masters 2023 dan Kumamoto Masters Japan 2023.

Hingga kini, diketahui Gregoria telah mengoleksi total 23 medali yang terdiri dari perunggu, perak, dan emas. Capaian tersebut menunjukkan konsistensinya dalam meraih prestasi di berbagai ajang.

Pada turnamen India Open 2025, dia mencatat persentase kemenangan tertinggi sebesar 55 persen dengan tiga kemenangan dari empat pertandingan. Secara rinci, Gregoria memenangkan enam dari sepuluh gim dan menempati posisi ketiga setelah kalah dari atlet bulu tangkis Korea Selatan, An Se Young.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.