SURYA.co.id, JOMBANG - Kejuaraan Pencak Silat Piala Rektor Unipdu II Tahun 2026 resmi dimulai di GOR Abi As’ad Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, Sabtu (16/5/2026).
Rektor Unipdu, KH M Zulfikar As’ad membuka ajang tersebut dengan pemukulan gong, menandai dimulainya pertandingan yang digelar UKM Unipdu bersama PSHT Komisariat Unipdu.
Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan sekaligus pengembangan prestasi atlet pencak silat tingkat pelajar di Kabupaten Jombang.
Ketua pelaksana kejuaraan, M Aqil Thoriq, mengatakan bahwa kompetisi tersebut digelar untuk mendukung pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia sekaligus mempererat hubungan antar-atlet dari berbagai perguruan dan lembaga pendidikan.
"Selain melestarikan budaya bangsa, kejuaraan ini juga menjadi sarana bagi para atlet untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi mereka," ucapnya kepada SURYA.co.id.
Ia menjelaskan, total terdapat 266 atlet dari 55 kontingen sekolah dan perguruan pencak silat se-Kabupaten Jombang yang ikut ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.
Dari jumlah itu, sebanyak 94 atlet bertanding pada kategori usia dini dan praremaja. Sementara 172 atlet lainnya berasal dari kategori remaja dan dewasa.
Menurut Aqil, kompetisi pencak silat tingkat pelajar masih relatif jarang diselenggarakan. Karena itu, pihaknya berharap event serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
"Ini menjadi ruang bagi pelajar sejak usia dini hingga remaja untuk menyalurkan bakat sekaligus mengembangkan prestasi di bidang olahraga pencak silat," katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari pihak kampus, organisasi olahraga hingga sponsor.
Rektor Unipdu KH M Zulfikar As’ad mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan kejuaraan sebagai sarana mengasah kemampuan sekaligus membangun karakter sportif dalam bertanding.
"Kemenangan bukan semata soal meraih medali, tetapi juga bagaimana menjunjung tinggi sportivitas dan etika selama pertandingan," ungkapnya.
Zulfikar berharap melalui kejuaraan tersebut akan muncul atlet-atlet pencak silat potensial yang mampu bersaing pada level yang lebih tinggi dan membawa nama baik daerah.
"Harapannya, muncul atlet berprestasi dari kejuaraan ini yang nantinya bisa membanggakan daerah, bahkan negara," pungkasnya.