TRIBUNPADANG.COM- Toni hanya bisa pasrah dengan kekosongan BBM solar di Padang.
Sopir truk yang berharap mendapatkan solar di sepanjang jalur dari Padang sebelum masuk Solok, harus menelan kecewa.
"Di sini kosong semua" ujarnya saat ditemui jurnalis TribunPadang.com, Muhammad Afdal Afrianto, Sabtu (16/5/2026) sore di SPBU Bandar Buat.
Tak ingin terhenti, Toni pun mengaku terpaksa melanjutkan perjalanan mencari solar ke SPBU Lubuk Selasih, Kabupaten Solok.
"Saya mau coba cari ke Lubuk Selasih, mudah-mudahan masih ada,” ujarnya singkat.
Baca juga: Solar Kosong, 3 SPBU di Jalur Padang-Solok Kawasan Indarung Sepi Antrean Truk
Tiga SPBU di jalur Padang-Solok kawasan Indarung, Kota Padang, terpantau kosong untuk bahan bakar jenis solar, Sabtu (16/5/2026) sore.
Pantauan TribunPadang.com sekitar pukul 16.17 WIB, kondisi tersebut terjadi di SPBU Pitameh, SPBU Bandar Buat, dan SPBU Indarung.
Padahal, ketiga SPBU yang berada pada satu jalan ini menjadi andalan sopir truk saat mengisi BBM.
SPBU Pitameh hanya berjarak sekitar 3,1 kilometer dengan SPBU Bandar Buat.
Sementara SPBU Bandar Buat berjarak sekitar 4 kilometer menuju SPBU Indarung yang berada tak jauh dari gerbang masuk PT Semen Padang.
SPBU Indarung ini menjadi SPBU terakhir yang ada di Kota Padang sebelum memasuki Kabupaten Solok melewati Kawasan Sitinjau Lauik.
Ketiga SPBU itu tampak sepi dari antrean kendaraan truk yang biasanya mengisi solar.
Di SPBU Pitameh, bahkan terdapat tulisan solar kosong yang dipasang di pintu masuk SPBU.
Meski demikian, antrean kendaraan roda dua untuk pengisian pertalite masih terlihat ramai.
Sementara itu, di SPBU Bandar Buat, pintu masuk utama tampak ditutup menggunakan pagar besi.
Petugas hanya membuka akses bagi kendaraan roda empat dan sepeda motor yang hendak mengisi bahan bakar selain solar.
Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Indarung.
Sejumlah sopir truk mengeluh kelangkaan solar di Padang, Sumatera Barat.
Mereka terpaksa berpindah-pindah SPBU agar bisa mendapatkan solar.
Sopir rata-rata antre berjam-jam, hanya untuk mengisi BBM Solar.
Sebab perjalanan tidak dapat dilanjutkan ke daerah tujuan.
Selain antre berjam-jam, para sopir mengaku beberapa SPBU di Kota Padang kehabisan stok BBM Solar.
Namun saat ada SPBU memiliki stok Solar, dipastikan menimbulkan antrean panjang.
Baca juga: Solar Mulai Susah Didapatkan di Padang, Sopir Antre Berjam-jam: Saya Sudah Tunggu 2 Jam
Seorang sopir truk, Abdul Rahman mengaku sudah antre sejak Jumat malam namun belum kunjung mendapatkan BBM Solar.
Dirinya pun sudah antre beberapa SPBU sebelum akhirnya ikut menunggu giliran dan antre panjang saat pengisian BBM dari Simpang Ketaping menuju SPBU Pisang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sabtu (16/5/2026).
Sebelum di SPBU Pisang Sabtu sore, pria 52 tahun ini sudah di SPBU Kayu Gadang, Kecamatan Kuranji, Jumat (15/5/2026) malam.
Namun, nasib baik belum berpihak padanya.
"Saya antre sudah sejak Jumat malam di SPBU Kayu Gadang, Kecamatan Kuranji namun habis, antre lagi Sabtu pagi pukul 09.00 WIB, juga habis. SPBU Pisang ini sudah tempat kedua, sudah dua jam juga antre," kata dia saat memberikan keterangan di dalam truknya.
Baca juga: Antrean Solar Subsidi di SPBU Marapalam Padang Mengular, Penjualan Dexlite Menurun
Setelah kehabisan solar Sabtu pagi, Abdul Rahman mengaku dapat informasi dari sopir lainnya jika pasokan BBM Solar masih tersedia di SPBU Pisang.
Berdasarkan informasi dari sesama sopir truk ini mereka pun antre untuk mengisi BBM.
Namun ia belum bisa memastikan akan mendapatkan solar kali ini.
"Saya tidak tahu bagaimana nanti, apakah dapat atau tidak, yang jelas mengantre, kemungkinan sekitar beberapa jam lagi giliran saya. Mudah-mudahan saja dapat, bisa melanjutkan perjalanan dari Padang ke Tebo, Jambi untuk membawa garam," jelasnya.
Antrean truk mengular panjang dari Simpang Ketaping hingga SPBU Pisang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sabtu (16/5/2026) sore.
Pantauan Jurnalis TribunPadang.com, Muhammad Iqbal di lapangan sejak pukul 15.42 WIB, truk-truk tersebut mengantre untuk mengisi Bahan Bakar (BBM) Solar.
Saat TribunPadang.com datang dari arah Simpang Lubuk Begalung (Lubeg) menuju Simpang Ketaping, dari arah berlawanan truk sudah berjejer di pinggir jalan.
Antrean tersebut tidak terlalu berdekatan, namun diberi jarak sekitar 50 hingga 100 meter.
Jarak dari Simpang Ketaping hingga SPBU Pisang, Kecamatan Pauh sekitar 1,2 kilometer.
Hal itu disebabkan oleh beberapa kedai ataupun toko pedagang tidak mengizinkan truk tersebut antre di depannya.
Tidak hanya itu, di persimpangan, truk juga tidak boleh mengantre, sebab arus lalu lintas bisa terganggu.
Namun, antrean kali ini tidak seperti biasanya.
Pada umumnya, antrean hanya terjadi untuk beberapa kendaraan, sedangkan sekarang mengular cukup panjang.
Baca juga: Harga Solar Industri Naik, Apindo Sumbar Sebut Pengusaha Hotel hingga Manufaktur Tercekik
Seorang sopir truk, Feri mengatakan ia sudah antre selama dua jam dari Simpang Ketaping menuju SPBU Pisang untuk membeli BBM Solar.
Ia menyebut berasal dari Padang menuju Dharmasraya untuk mengantarkan barang.
Informasi yang ia dapat dari para sopir lainnya, BBM Solar mengalami kelangkaan sejak Sabtu (16/5/2026) pagi.
"Saya sudah antre dua jam, banyak truk yang tidak dapat solar di beberapa SPBU lain, sehingga antrean banyak terjadi di sini, karena stoknya ada," ucapnya saat mengantre BBM Solar di dekat Simpang Ketaping, Padang, sekira pukul 15.46 WIB.
Ia hanya berharap setelah antrean panjang, bisa mendapatkan BBM Solar.
Sehingga, perjalanan dari Padang menuju Dharmasraya dapat dilakukan
Jika tidak mendapatkan BBM Solar setelah antrean panjang, Feri mengaku akan memutar kendaraannya ke rumah.
"Kalau tidak dapat Solar, langsung balik ke rumah, cari lagi informasi SPBU yang ada solar, lalu mengantre lagi," sebutnya.
Senada, sopir truk lainnya bernama Rahman (52) juga mengantre BBM Solar di SPBU Pisang, Kota Padang.
Ia mengaku sudah mengantre selama dua jam, dimulai dari Simpang Ketaping hingga berangsur perlahan ke SPBU Ketaping.
"Sudah dua jam antre, antrean panjang, dari lampu merah Simpang Ketaping sampai ke SPBU Pisang," kata dia saat dimintai keterangan di dalam truk miliknya.
Ia berharap, antrean panjang ini bisa membuahkan hasil.
Jika tidak, perjalanannya akan terganggu dan tidak dapat dilanjutkan.
"Kalau tidak dapat terpaksa menunggu lagi, dilanjutkan antre besok, tapi saya tetap menunggu di sini," tambahnya.
Kondisi serupa juga sempat terjadi di SPBU Jalan Sutomo Kota Padang.
SPBU yang berada dekat pusat kota ini juga banyak antrean truk.
Sekitar pukul 14.15 WIB, antrean truk sudah mendekati Me Gacoan Sutomo.
Antrean truk tidak terlalu rapat agar toko-toko yang berada di pinggir jalan tidak tertutup.
Namun sekitar pukul 15.19 WIB, antrean truk satu persatu bergerak.
Seorang sopir dari kejauhan sambil berteriak mengatakan solar sudah habis dan mereka pun bergerak mencari SPBU lainnya.