Anggaran Dipangkas 35 Persen, 17 Desa di Tanah Abang PALI Hanya Terima Dana Desa Rp5,03 Miliar
tarso romli May 16, 2026 09:27 PM

Baca juga: Bertaruh Nasib di Kepungan Air, Petani Rawa Lebak di OKI Tanam Padi Pakai Perahu

SRIPOKU.COM, PALI – Alokasi Dana Desa (DD) untuk 17 desa di wilayah Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, mengalami penurunan drastis pada tahun anggaran 2026. Total pagu dana desa yang dikucurkan untuk seluruh desa di kecamatan tersebut kini hanya menyisakan Rp5,037 miliar.

Penurunan tajam ini merupakan dampak dari pemangkasan alokasi Dana Desa dari Pemerintah Pusat untuk Kabupaten PALI.

Pada tahun 2026, Kabupaten PALI secara keseluruhan hanya menerima DD sebesar Rp20,77 miliar.

Angka tersebut merosot sekitar 35 persen atau berkurang sebesar Rp37,37 miliar jika dibandingkan dengan alokasi tahun 2025 yang mencapai Rp58,14 miar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) PALI, Saprioma, melalui Kabid Pemberdayaan Masyarakat, Alfidldlota Dama, membenarkan adanya penyusutan anggaran tersebut.

Ia menilai kondisi ini akan berdampak langsung pada ritme dan volume pembangunan infrastruktur di tingkat desa.

"Berkurangnya anggaran ini sangat berdampak pada nilai kemajuan dan pembangunan di setiap desa, termasuk 17 desa di Kecamatan Tanah Abang. Kami berharap pemerintah desa bisa lebih selektif dan memprioritaskan program-program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan mendesak warga," ujar Alfidldlota, Sabtu (16/5/2026).

Berdasarkan data Dinas PMD PALI, besaran DD yang diterima setiap desa di Kecamatan Tanah Abang bervariasi.

Desa Tanah Abang Utara, Tanah Abang Selatan, Tanah Abang Jaya, Raja, dan Curup, menerima alokasi tertinggi dengan nilai masing-masing sekitar Rp373,45 juta.

Sementara itu, alokasi terendah diterima oleh Desa Tanjung Dalam sebesar Rp249,31 juta.

Merespons merosotnya stimulus anggaran ini, Camat Tanah Abang, Dadang Afriandy, meminta para kepala desa di wilayahnya untuk tidak patah arang.

Ia mengimbau jajaran pimpinan desa agar meningkatkan kreativitas tata kelola keuangan tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

"Anggaran Dana Desa tahun ini memang turun jauh dari tahun lalu. Karena itu, saya berharap para kepala desa bisa sepandai mungkin mengelola anggaran yang ada. Manfaatkan setiap rupiah secara efisien sesuai kebutuhan prioritas warga dan lingkungan desa," tegas Dadang.

Baca juga: Pengamat Militer Angkat Bicara Soal Anggota TNI Ditembak: Komandan Satuan Harus Bertanggung Jawab

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.