POSBELITUNG.CO -- Seorang anggota TNI, Pratu F (23) diduga menjadi korban penembakan rekan sesama TNI berinisial RN (23).
Insiden tragis itu terjadi di Cafe, Resto, Bar And Live Music Panhead Palembang, Sumatera Selatan, pada Sabtu (16/5/2026) sekira pukul 02.40 WIB.
Pratu adalah singkatan dari Prajurit Satu, yaitu pangkat kedua terbawah dalam golongan pangkat Tamtama di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Diketahui, Pratu F disebut merupakan anggota TNI Angkatan Darat (AD) yang berdinas di Denkesyah 02.04.04 Palembang.
Baca juga: Rekam Jejak Irjen Helfi, Kapolda Lampung Perintah Tembak Begal di Tempat Usai Tewasnya Brigadir Arya
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawa korban tidak terselamatkan dengan mengalami luka tembak pada perut sebelah kanan.
Kepergian Pratu F menyisakan duka mendalam bagi pihak keluarga.
Pihak keluarga mengaku sangat terpukul dan syok atas kepergian korban yang dinilai tidak wajar.
Kapolsek IB I Palembang, Kompol Fauzi Saleh, membenarkan adanya peristiwa penembakan tersebut.
Pratu F tewas diduga dibunuh oleh rekannya yakni RN (23), dimana keduanya yakni korban dan pelaku diduga oknum anggota TNI.
Peristiwa yang merenggut nyawa Pratu F bermula sekitar pukul 02.40 WIB.
Kejadian berawal saat terduga pelaku menghampiri korban yang sedang berjoget.
Namun, sebuah kesalahpahaman kecil akibat senggolan saat berjoget memicu perselisihan yang fatal.
Dalam suasana yang memanas, korban Pratu F dikabarkan terlibat perkelahian dengan RN.
Pelaku yang diduga dikeroyok oleh korban bersama rekan-rekannya langsung mencabut senjata api dari pinggangnya dan melepaskan satu kali tembakan ke arah korban.
Korban yang mengalami luka tembak di perut sebelah kanan sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
Mendapat laporan tersebut, piket SPKT bersama Tim Opsnal Polsek IB I Palembang yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Rafiq langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, dan mengevakuasi korban.
Baca juga: Biodata AKP Yohanes Bonar, Kasat Resnarkoba Polres Kukar Terseret Kasus Narkoba, Lulusan Akpol 2015
Korban tiba di RS Permata untuk mendapatkan tindakan medis.
Namun, pada pukul 03.30 WIB, pihak rumah sakit menyatakan korban meninggal dunia dengan luka tembak satu lubang di perut sebelah kanan.
"Sesampainya di sana, kami langsung melakukan olah TKP, meminta keterangan para saksi di lokasi, dan mengevakuasi korban ke RS Permata. Setelah sempat mendapatkan perawatan, korban dinyatakan meninggal dunia," ujar Fauzi.
Fauzi menambahkan, berdasarkan pemeriksaan luar pada tubuh korban, ditemukan satu lubang bekas tembakan yang bersarang di perut sebelah kanan.
Menurut kesaksian warga mendengar ambulans di sekitar Pan Head, sebuah kafe di Jalan Letjen H. Alamsyah Ratu Prawiranegara No. 61, Bukit Baru, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan pada Sabtu (16/5/2026) dini hari, tempat seorang anggota TNI tewas.
"Itu kan subuh, ya. Jadi saya tidak tahu (suara tembakan atau bukan). Ada suara kepanikan teriak-teriak gitu, tapi saya gak tau apa itu. Tiba-tiba saya dengar suara ambulans, pasti terjadi sesuatu," ujarnya.
Menurutnya Pan Head merupakan tempat hiburan malam yang menyajikan Cafe, Resto, Bar and Live Music.
"Saya tahunya kalau malam pasti ramai," tutupnya.
Kini, situasi kafe Panhead tampak sepi.
Namun beberapa kendaraan, baik mobil dan roda dua, terlihat memasuki area Pan Head.
Juga terlihat area Pan Head di dalam dijaga oleh pihak Polisi Militer yang tengah berjaga di halaman.
Insiden maut yang menewaskan Pratu F (23), korban penembakan di Cafe, Resto, Bar And Live Music Panhead Palembang menyisakan duka bagi keluarga, terutama bagi sang ayah.
Diketahui sang ayah yang sedang berada di Belitung langsung bertolak ke Palembang usai mendengar kabar kematian sang anak.
Pratu F disebut merupakan anggota TNI Angkatan Darat (AD) yang berdinas di Denkesyah 02.04.04 Palembang.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawa korban tidak terselamatkan dengan mengalami luka tembak pada perut sebelah kanan.
Baca juga: Ingat Alvian Sinaga Polisi Bunuh dan Bakar Pacarnya? Berakhir Dipecat, Divonis Penjara Seumur Hidup
Ia diketahui adalah anak pertama dari tiga bersaudara dan baru saja menyelesaikan tugas dinas di Papua.
Paman (Wak) korban mengungkapkan bahwa keponakannya tersebut baru sekitar empat hingga lima bulan kembali ke Palembang setelah pulang dari penugasan di Papua.
Ia juga mengaku sempat mendapatkan firasat tidak enak berupa suara dentuman misterius dari luar rumahnya pada Jumat (15/5/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB, beberapa jam sebelum insiden penembakan terjadi.
"Sempat berbunyi 'duar' dari luar rumah. Saya tanya itu bunyi apa, keluarga menjawab tidak tahu. Firasat saya saat itu sudah tidak enak dan cemas," ujar wak korban saat ditemui di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Sabtu (16/5/2026).
Kecemasan tersebut menjadi kenyataan saat pihak keluarga menerima kabar duka pada Sabtu subuh.
Mendengar informasi tersebut, ia langsung bergegas menuju Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk memastikan kondisi korban.
Sementara itu, ayah kandung Pratu F dilaporkan sedang dalam perjalanan dari Belitung menuju Palembang setelah menerima kabar kematian anaknya.
Saat ini, pihak keluarga telah membawa jenazah Pratu F dari rumah sakit menuju ke rumah duka di kawasan Sematang Borang, Palembang.
Rencananya, jenazah akan langsung dimakamkan di tempat pemakaman setempat setelah proses fardu kifayah selesai.
"Jenazah dimandikan dan disalatkan dulu, baru nanti langsung kita kuburkan di pemakaman Sematang Borang," pungkasnya.
Duka mendalam kini menyelimuti keluarga besar almarhum Pratu F (23).
Pihak keluarga mengaku sangat terpukul dan syok atas kepergian korban yang dinilai tidak wajar.
Saat ditemui di RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, adik kandung korban, Faradita, menuturkan bahwa pihak keluarga baru mengetahui kabar duka tersebut pada pagi hari.
"Subuh, Pak, sekitar pukul 06.00 WIB. Saya ditelepon oleh tante yang mengabarkan kalau Kakak sudah meninggal dunia akibat tertembak oleh sesama oknum TNI," ujar Faradita dengan nada sedih.
Meninggalkan kabar bak petir di siang bolong tersebut, Faradita langsung bergegas menuju RS Bhayangkara Moh. Hasan untuk memastikan kebenarannya.
"Sesampainya di rumah sakit, ternyata benar kakak saya sudah meninggal dunia dengan luka tembak di bagian perut," katanya.
Baca juga: Biodata Chyntia Kalangit, Bupati Sitaro Tersangka Korupsi Bantuan Bencana Rp22,7 Miliar
Faradita menambahkan, kepergian kakaknya yang mendadak akibat tindakan kekerasan ini meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga.
"Kakak meninggal dengan cara yang tidak wajar karena ditembak, jadi kami semua sangat syok," ungkapnya.
Ketika disinggung mengenai firasat sebelum kejadian, Faradita mengaku tidak merasakan tanda-tanda aneh.
Namun, ia mengenang pertemuan terakhir mereka pada Jumat sore sekitar pukul 16.00 WIB di rumah bibinya.
"Kami sudah agak lama tidak bertemu. Nah, kemarin sore tiba-tiba Kakak datang ke rumah Tante untuk menanyakan kabar. Saat itu, saya sempat meminta uang Rp10 ribu kepada Kakak. Setelah itu, Kakak pamit pergi lagi," kenang Faradita.
Mewakili keluarga besar, Faradita berharap agar keadilan dapat ditegakkan seadil-adilnya dalam proses hukum yang sedang berjalan di POM TNI AD.
Pihaknya meminta agar pelaku mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya.
"Kami berharap pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya," tegas Faradita.
Kasus ini kini telah dilimpahkan dan berada dalam penanganan Polisi Militer TNI AD (POM AD) Palembang.
Kodam II Sriwijaya pun dijadwalkan akan menggelar pers rilis untuk memberikan keterangan resmi terkait insiden yang menewaskan pemuda 23 tahun tersebut.
Kodam II Sriwijaya membenarkan peristiwa penembakan terhadap oknum TNI yang tewas tertembak Pratu F (23) sesama oknum TNI di Cafe, Resto, Bar And Live Music Panhead Sabtu (16/5/2026), sekitar pukul 02.40 wib.
"Kita tunggu sampai sore nanti. Masih pemeriksaan," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II Sriwijaya Letkol Inf Yordania kepada awak media, Sabtu (16/5/2026).
Baca juga: Nasib Achmad Syahri, Anggota DPRD yang Santai Merokok dan Nge-game saat Rapat, Gerindra Turun Tangan
Pelakunya sendiri, saat ini dikabarkan masih dalam periksaan insentif di Pomdam II Sriwijaya, untuk mengetahui motif dan sebagainya.
Diketahui, korban mengalami luka tembak di bagian perut yang sempat dibawa kerumah sakit namun naas nyawanya tak dapat ditolong.
(TribunSumsel.com Aggi Suzatri/Andyka Wijaya/Angga Azka/Arief Basuki Rohekan) (Bangkapos.com/Posbelitung.co)