TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Ribuan koper milik calon jemaah haji asal Kabupaten Kediri mulai dikumpulkan di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) Minggu (17/5/2026). Pengumpulan koper dilakukan sebagai bagian dari tahapan akhir menjelang keberangkatan jamaah menuju Embarkasi Surabaya.
Tahun ini, sebanyak 1.275 calon jemaah haji asal Kabupaten Kediri terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni kloter 109, 110, 111 dan 112.
Sesuai jadwal, jamaah kloter 109, 110 dan 111 akan mulai diberangkatkan pada 19 Mei 2026. Sedangkan jamaah kloter 112 dijadwalkan berangkat sehari setelahnya atau pada 20 Mei 2026.
Pengumpulan koper dilakukan mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB. Seluruh koper jamaah dari semua kloter diwajibkan masuk ke Convention Hall SLG pada hari yang sama untuk memudahkan proses pendataan dan pengamanan.
Baca juga: Viral Video Dugaan Jual Beli KDKMP Singgung TNI di Kediri, Dandim Siap Tempuh Langkah Hukum
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Kediri Sumarlan mengatakan Pemerintah Kabupaten Kediri telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung kelancaran ibadah haji para jemaah, mulai proses keberangkatan hingga pemulangan nanti.
"Mas Bupati sudah punya komitmen membantu jemaah mulai proses pemberangkatan sampai pemulangan. Pemkab juga menyiapkan armada dan pengamanan agar jamaah bisa menjalankan ibadah dengan tenang," jelasnya, Minggu (17/5/2026).
Menurut Sumarlan, koper jemaah nantinya akan diberangkatkan menuju Embarkasi Surabaya sehari sebelum keberangkatan jemaah sesuai ketentuan dari Kementerian Haji dan pihak embarkasi.
"Besok koper akan diberangkatkan ke embarkasi. Setelah semua koper terkumpul, ruangan akan ditutup dan disegel, kemudian dijaga petugas pengamanan dari Satpol PP," jelasnya.
Sumarlan berharap seluruh jemaah haji asal Kabupaten Kediri dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat dan lengkap.
"Mudah-mudahan semuanya berangkat dan pulang dalam keadaan utuh, sehat dan menjadi haji mabrur," tambahnya.
Sementara itu, Petugas Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Kediri Mahfudzia Afindis menjelaskan pengumpulan koper dilakukan serentak untuk seluruh kloter meski jadwal keberangkatan berbeda.
"Walaupun keberangkatannya tidak sama, semua koper harus masuk hari ini di Convention Hall SLG," katanya.
Afindis menyebut koper jemaah nantinya akan dicek secara detail sebelum diberangkatkan ke embarkasi. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada barang bawaan yang melanggar ketentuan penerbangan maupun aturan pemerintah Arab Saudi.
"Kalau ada barang yang mencurigakan nanti koper dipanggil untuk dibuka dan diperiksa. Kalau ditemukan barang yang tidak sesuai ketentuan maka harus disita," jelasnya.
Selain pemeriksaan isi koper, panitia juga memastikan seluruh koper telah diberi identitas lengkap sesuai kloter, rombongan dan regu masing-masing jemaah.
Tahun ini, tanda identitas koper dibuat dalam bentuk stiker khusus yang ditempel pada sarung koper. Namun sebagian jemaah juga menambahkan penanda pribadi seperti tulisan nama hingga foto agar koper mudah dikenali.
"Biasanya jemaah memberi tambahan penanda sendiri seperti tulisan atau foto. Selama tidak mengganggu ketentuan maskapai dan pemerintah, itu diperbolehkan," jelasnya.
Di sisi lain, jumlah jemaah haji asal Kabupaten Kediri tahun ini mengalami sedikit pengurangan. Dari total awal, terdapat beberapa jamaah yang batal berangkat karena kondisi kesehatan.
Afindis menyebut ada jemaah yang sakit sehingga tidak memenuhi syarat kesehatan untuk berangkat ke Tanah Suci. Selain itu, ada pula jemaah penggabung yang otomatis batal berangkat karena pasangan utamanya sakit.
Baca juga: Pemancing Cilik dari Desa Sidem Tulungagung Tenggelam di Blumbang saat Pamit Mencari Udang
"Sejauh ini ada beberapa jemaah yang tidak memenuhi syarat kesehatan sehingga batal berangkat," katanya.
Sebelumnya, seluruh calon jemaah haji Kabupaten Kediri telah mengikuti rangkaian manasik haji yang digelar oleh Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kediri sebagai bekal sebelum menjalankan ibadah di Tanah Suci.
(Isya Anshori/TribunMataraman.com)