Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Pemutaran film dokumenter berjudul "Pesta Babi" di Kabupaten Rejang Lebong berlangsung dengan pengawasan ketat dari aparat keamanan pada Sabtu (16/5/2026) malam.
Kegiatan nonton bareng atau nobar film yang tengah viral dan menjadi sorotan tersebut digelar di Aula PKM Kampus IAIN Curup dan dihadiri sekitar 60 orang peserta.
Peserta yang hadir terdiri dari mahasiswa, masyarakat umum, hingga sejumlah komunitas di Kabupaten Rejang Lebong.
Suasana selama pemutaran film berlangsung kondusif.
Namun, aparat dari TNI dan Polri terlihat melakukan pengawasan di sekitar lokasi kegiatan.
Salah satu panitia kegiatan, Razik Fidraini, mengatakan lokasi pemutaran film sempat mengalami perubahan.
Awalnya, kegiatan direncanakan berlangsung di Kantor Lurah Talang Rimbo Baru.
Namun karena kendala teknis, lokasi dipindahkan ke lingkungan kampus IAIN Curup.
"Yang datang menonton sekitar 60 orang dari mahasiswa, masyarakat umum dan beberapa komunitas. Suasananya kondusif,"ungkap Firdani kepada wartawan TribunBengkulu.com pada Minggu (17/5/2026).
Disebut Sebagai Bentuk Dukungan Moral untuk Mahasiswa Papua
Razik menjelaskan, pemutaran film dokumenter tersebut bertujuan memberikan dukungan moral kepada mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah asal mereka.
Menurutnya, kegiatan itu juga menjadi ruang diskusi terkait langkah yang dapat dilakukan mahasiswa Papua setelah menyelesaikan pendidikan agar dapat kembali membangun daerahnya.
"Tujuannya sebagai bentuk dukungan moral kepada kawan-kawan di Papua, sekaligus membantu mencarikan solusi apa yang sebaiknya dilakukan mahasiswa Papua setelah selesai menimba ilmu di luar daerah agar bisa kembali membangun Papua," ujarnya.
Selain itu, film dokumenter "Pesta Babi" disebut menjadi pengingat bagi masyarakat Rejang Lebong mengenai dampak kerusakan lingkungan dan pembabatan hutan secara masif.
Mereka menilai persoalan lingkungan seperti yang digambarkan dalam film memiliki potensi terjadi di berbagai daerah, termasuk di Rejang Lebong.
"Tentu kita berharap hal itu tidak terjadi di Rejang Lebong yang kita cintai ini,"lanjutnya.
Panitia Harapkan Masyarakat Peduli Lingkungan dan Hutan
Dalam kegiatan tersebut, mereka berharap masyarakat, khususnya generasi muda di Rejang Lebong, memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan keberadaan hutan.
Menurut Firdani, pembabatan hutan secara besar-besaran dapat menimbulkan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat dan lingkungan sekitar.
"Kami berharap masyarakat dan kaum muda di Rejang Lebong sadar akan dampak nyata dari pembabatan hutan yang masif, serta memahami pentingnya menjaga hutan dan masyarakat adat sehingga muncul kepedulian terhadap lingkungan sekitar,"tutupnya.