Sempat Lumpuh akibat Longsor, Jalur Curup-Lebong Bengkulu Kini Dibuka Tutup
Ricky Jenihansen May 17, 2026 06:45 PM

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG - Bencana tanah longsor terjadi di Desa Tik Kuto, Kecamatan Rimbo Pengadang, pada Sabtu (16/5/2026) sore.

Longsor diduga dipicu curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak beberapa hari terakhir.

Material longsor berupa tanah, bebatuan, dan lumpur menutupi akses jalan lintas Curup-Lebong.

Pada saat kejadian, akses jalan bahkan sempat tertutup total dan tidak dapat dilalui kendaraan dari kedua arah.

Masyarakat bersama pengguna jalan awalnya melakukan pembersihan secara swadaya menggunakan peralatan seadanya agar kendaraan dapat melintas.

Setelah dilakukan pembersihan awal, akses jalan hanya bisa dilalui sebagian badan jalan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebong, Saprul, mengatakan pihaknya langsung menuju lokasi usai menerima laporan kejadian.

Pada malam harinya, satu alat berat dikerahkan menuju lokasi untuk membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan.

“Pada malam harinya kami menerjunkan alat berat dari Dinas PUPR-HUB Kabupaten Lebong ke lokasi untuk melakukan pembersihan material longsor,”jelas Saprul kepada wartawan TribunBengkulu.com pada Minggu (17/5/2026).

Material Longsor Capai Panjang 30 Meter

Saprul menjelaskan, material longsor diketahui menutupi badan jalan dengan lebar sekitar 6 meter, tinggi mencapai 10 meter, dan panjang longsoran sekitar 30 meter.

Selain menghambat arus kendaraan, kejadian tersebut juga mengganggu aktivitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa di jalur penghubung Kabupaten Lebong dan Kabupaten Rejang Lebong.

"Akses dari kedua sisi sempat terhambat, saat ini sudah bisa kembali dilintasi karena material longsor sudah dibersihkan,"lanjut Saprul.

BPBD, TNI dan Polri Bersiaga

Hingga Minggu (17/5/2026) sore, proses pembersihan material tanah dan lumpur masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lokasi kejadian.

BPBD Kabupaten Lebong bersama TNI dan Polri juga melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar titik longsor guna menghindari kemacetan dan menjaga keselamatan pengendara.

Saat ini, jalur tersebut masih diberlakukan sistem buka tutup karena masih terdapat sisa lumpur dan material longsor di badan jalan.

“Tim gabungan masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan, terutama saat hujan turun,”jelas Saprul.

BPBD Lebong juga mengimbau masyarakat dan pengendara yang melintas di jalur Curup-Lebong agar tetap berhati-hati mengingat kondisi jalan masih licin dan berpotensi membahayakan saat hujan kembali turun.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.