TRIBUNBENGKULU.COM - Kuasa hukum Nadiem Makarim mengklaim bahwa harta kliennya justru mengalami penurunan selama menjabat sebagai menteri, di tengah tuntutan uang pengganti Rp5,6 triliun dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Nadiem juga dituntut membayar denda Rp1 miliar atau pengganti penjara 190 hari serta uang pengganti Rp809 miliar dan Rp4,87 triliun atau pengganti penjara sembilan tahun.
Terkait uang pengganti tersebut, kuasa hukum Nadiem Makarim melalui unggahan di Instagram mantan Mendikbudristek itu buka suara.
Nadiem dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk membayar uang pengganti karena dianggap harta selama menjabat menteri diduga berasal dari tindak pidana.
Namun, tim kuasa hukum menilai tuntutan tersebut tidak sesuai dengan kondisi kekayaan Nadiem selama menjabat sebagai menteri.
Bahkan, mereka menyebut harta Nadiem justru turun lebih dari 50 persen selama menjabat, hingga tersisa sekitar Rp600 miliar di akhir masa jabatan.
"Tuduhan ini mengabaikan fakta utama bahwa kekayaan Nadiem justru turun lebih dari 50 persen, dan di akhir masa jabatannya sebagai Menteri, (harta) tinggal sekitar Rp600 miliar," jelas tim kuasa hukum dalam unggahan pada Sabtu (16/5/2026), dikutip Tribunnews.com.
Kuasa hukum juga menyebut uang pengganti yang diminta JPU bukan berasal dari kekayaan riil, melainkan terkait lonjakan nilai saham GoTo saat IPO.
Saat itu, kenaikan harga saham membuat nilai kekayaan Nadiem terlihat meningkat, namun kemudian kembali turun mengikuti pergerakan pasar.
"Nadiem punya saham di GoTo (nama GoJek sekarang setelah merger dengan Tokopedia) dan sebagian besar kekayaan Nadiem bersumber dari saham GoTo."
"Waktu saham GoTo naik saat IPO, nilai hartanya ikut terlihat naik. Tapi, itu bukan berarti ada uang triliunan masuk ke rekening. Mau jual pun ada aturannya, nggak bisa langsung."
"Dan itupun hanya sesaat karena nilainya kemudian turun drastis sesuai pergerakan harga saham," urai tim kuasa hukum.
Nadiem sebelumnya juga menegaskan bahwa angka yang disebut jaksa bukan kekayaan nyata yang bisa dicairkan secara langsung.
Ia menyebut nilai tersebut hanya muncul sesaat saat IPO dan tidak mencerminkan kondisi riil hartanya.
"Ada uang pengganti, jika tidak cukup saya dimasukkan ke penjara dan menggunakan satu angka yang menjadi puncak nilai kekayaan saya pada saat IPO."
"Cuma sekejap itu, itu artinya kekayaan yang tidak real," ujar Nadiem.
Ia juga mengaku terkejut dengan nominal uang pengganti yang ditetapkan JPU karena tidak berkaitan dengan kasus Chromebook.
"Yang lebih mengejutkan lagi adalah tidak ada hubungannya (dengan kasus Chromebook)," tambahnya.
Rincian Harta Kekayaan Nadiem Makarim
Melansir dari laman e-LHKPN, Nadiem Makarim enam kali melaporkan harta kekayaannya, terhitung pada 2019 hingga 2024.
Pada 2019, Nadiem memiliki kekayaan sebesar Rp1.225.006.640.485.
Kemudian pada 2020 dan 2021, kekayaan Nadiem Makarim turun menjadi Rp1.192.425.517.883 dan Rp1.175.047.616.596.
Menariknya, jumlah tersebut mendadak meningkat pesat pada 2022.
Nadiem tercatat punya kekayaan Rp4.871.469.603.758.
Sementara pada 2023, kekayaan Nadiem Rp 906.057.161.325. Sementara di akhir jabatan sebagai Mendikbudristek, kekayaan Nadiem tersisa Rp600.641.456.655
Berikut rincian kekayaan Nadiem Makarim pada 2024.
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp57.793.854.385
1. Tanah Seluas 24739 m2 di KAB / KOTA ROTE NDAO, HASIL SENDIRI Rp176.883.850
2. Tanah Seluas 2700 m2 di KAB / KOTA GIANYAR, HASIL SENDIRI Rp2.160.000.000
3. Tanah dan Bangunan Seluas 166 m2/166 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp1.981.210.000
4. Tanah dan Bangunan Seluas 567 m2/485 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp16.360.785.000
5. Tanah dan Bangunan Seluas 885 m2/560 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp27.888.675.000
6. Tanah dan Bangunan Seluas 190 m2/190 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp4.000.000.000
7. Tanah dan Bangunan Seluas 1379.81 m2/101.4 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp5.226.300.535
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp2.247.400.000
1. MOBIL, TOYOTA ALPHARD 2,5 HYBRID Tahun 2024, HASIL SENDIRI Rp1.710.800.000
2. MOBIL, TOYOTA INNOVA ZENIX 2.0 Tahun 2024, HASIL SENDIRI Rp536.600.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp752.313.000
D. SURAT BERHARGA Rp926.095.804.402
E. KAS DAN SETARA KAS Rp77.083.385.547
F. HARTA LAINNYA Rp2.900.000.000
Subtotal Rp1.066.872.757.334
II. HUTANG Rp466.231.300.679
TOTAL HARTA KEKAYAAN (I-II) Rp600.641.456.655
Pesan Mendalam Nadiem
Ibunda Nadiem Makarim, Atika Algadri, mengungkapkan pesan mendalam dari putranya di tengah kasus dugaan korupsi Chromebook yang menyeret Nadiem dengan ancaman hukuman hingga 27 tahun penjara.
Hal itu disampaikan dalam wawancara bersama host Rory Asyari di kanal YouTube Room 4 Improvement.
Dalam kesempatan tersebut, Rory menanyakan apakah sang ibu menyesal jika Nadiem kembali ke Indonesia dalam kondisi seperti sekarang.
“ibu nyesel nggak kalau mas Nadiem akhirnya pulang ke Indonesia kalau kondisinya seperti ini,” tanya host Rory Asyari di Channel Youtube Room 4 Improvement, dikutip TribunBengkulu.com, Minggu (17/5/2026).
Dengan tegas, Atika menjawab tidak ada penyesalan.
“Nggak,” jawab Atika Algadri ibunda Nadiem Makarim dengan tegas.
Meski anaknya tengah menghadapi ancaman hukuman berat, Atika justru membeberkan pesan mendalam yang disampaikan Nadiem dalam persidangan terakhirnya.
“Ada satu hal kemarin ketika dia menyatakan di persidangan'ini jangan membuat anak-anak muda Indonesia kecil hati, jangan membuat orang-orang yang diluar tidak ingin pulang, harus pulang, di sini masih banyak yang bisa dilakukan. Masih banyak orang baik yang bisa kita ajak kerja sama' kata Atika.
Mendengar hal itu, Atika mengaku sangat bangga terhadap putranya.
“Saya nggak pernah sebangga itu pada anak saya, itu pernyataan yang paling membanggakan pada saya, karena dia masih punya kepercayaan bahwa Indonesia ini hanya satu bagian atau satu masa atau satu episode, di dalam negara ini atau bangsa ini yang sedang terjadi yang mesti kita perbaiki, mesti kita lawan, tapi bukan berarti kita harus kabur dari sini dan meninggalkan ini" ungkapnya dengan tegas.
Atika menegaskan bahwa masih banyak yang bisa dilakukan untuk bangsa ini, meski pemerintahan terus berganti.
"Kan bangsa ini nggak boleh ditinggalin, kalau saya nggak ngomong pemerintahan, ya karena pemerintahan itu datang dan pergi ya, tapi bangsa dan negara ini adalah bagian dari diri kamu. Saya berharap seperti yang Nadiem katakan kemarin, saya berharap bahwa kita masih bisa berbuat banyak untuk bangsa ini gitu," sambungnya.
Ia juga mengakui bahwa keluarganya kerap dianggap terlalu idealis atau naif, namun hal itu tidak menjadi masalah bagi mereka.
"Walaupun kadang-kadang banyak orang berpikir kita terlalu naif, tapi saya dan keluarga seperti itu (berbuat banyak untuk bangsa ini)," terang Atika.
Menurutnya, persoalan di negeri ini tidak bisa digeneralisasi, karena masih ada banyak hal baik yang bisa diperjuangkan.
"Kan orang tidak baik itu kan juga hanya sekelompok orang aja, jadi suatu waktu akan ada perbaikan dan itu mesti diperjuangkan," tutup Atika dengan senyuman.