Kadin Kaltara Khawatir Kenaikan Harga BBM Bisa Picu PHK, Minta Pemerintah Buka Kran Investasi
Cornel Dimas Satrio May 17, 2026 08:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi dinilai akan berdampak terhadap biaya produksi para pelaku usaha di Kalimantan Utara (Kaltara).

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltara, Kilit Laing mengatakan kenaikan harga BBM non subsidi berpotensi memicu kenaikan tarif bahan baku hingga material produksi di berbagai sektor usaha.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat menekan aktivitas perusahaan apabila terjadi secara terus-menerus.

"Kenaikan harga BBM non subsidi ini pasti berdampak kepada bahan baku produksi di semua wilayah termasuk di Kaltara," ujarnya, Minggu (17/5/2026).

Ia menilai pemerintah perlu membuka peluang investasi yang lebih luas guna menjaga pergerakan ekonomi daerah di tengah meningkatnya biaya produksi.

Baca juga: Akademisi UBT  Margiyono Sebut  Kenaikan Harga BBM Non Subsidi, Potensi Transportasi Udara Bisa Naik

Pengelolaan Potensi Alam Mandiri

Menurut Kilit, Kaltara memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan bisa dikelola untuk menggerakkan ekonomi daerah tanpa terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah.

"Harusnya banyak peluang-peluang dari potensi sumber daya alam yang bisa kita kelola, sehingga daerah ini bisa menggerakkan ekonominya sendiri tanpa bergantung dengan daerah lain," ungkapnya.

Kilit juga mendorong adanya kebijakan pemerintah yang memberi ruang kepada pengusaha lokal maupun nasional untuk berinvestasi di Kaltara.

Dengan masuknya investasi, diharapkan aktivitas ekonomi dan dunia usaha tetap bertahan meski biaya operasional meningkat.

"Kalau ada kebijakan pemerintah yang memberikan peluang kepada pengusaha, baik lokal maupun nasional, ya perlu didatangkan atau diminta hadir di Kaltara supaya ekonomi kita bisa bertahan," katanya.

Kilit mengungkapkan kekhawatiran terhadap dampak jangka panjang kenaikan harga BBM non subsidi yang dapat meningkatkan biaya produksi perusahaan secara terus-menerus.

Menurutnya, kondisi itu berpotensi membuat perusahaan kesulitan menjalankan usaha hingga berdampak pada tenaga kerja.

"Kalau kenaikan harga bahan produksi terus berlanjut, perusahaan nanti bisa susah bergerak," ujarnya.

Ia menyebut perusahaan kemungkinan akan melakukan efisiensi untuk menekan biaya operasional maupun produksi apabila kondisi tersebut tidak diantisipasi pemerintah.

"Pasti perusahaan akan mengurangi biaya produksi, termasuk tenaga kerja. Itu yang menjadi kekhawatiran kita," ucap Ketua Kadin Kaltara.

Meski demikian, Kilit berharap situasi tersebut tidak sampai menimbulkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kaltara.

Ia meminta pemerintah menyiapkan langkah antisipasi dan solusi agar dunia usaha tetap mampu bertahan di tengah kenaikan harga BBM dan biaya produksi.

"Oleh karena itu harus ada kebijakan pemerintah untuk mengantisipasi jangan sampai kondisi ini terus-menerus terjadi. Mudah-mudahan ada solusi yang diberikan pemerintah," pungkasnya.

Baca juga: 4 Langkah Strategis Pertamina Atasi Antrean Panjang BBM di SPBU Bulungan Kaltara

Sebagai informasi berikut harga BBM Non Subsidi di wilayah Kaltara:

1. Pertalite Rp10.000

2. Pertamax Rp12.900

3. Pertamax Turbo Rp20.750

4. Dexlite Rp27.150

5. Pertamina Dex Rp29.100 per liter.

(*)

Penulis : Desi Kartika Ayu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.