Jakarta (ANTARA) - Jakarta Bhayangkara Presisi mencetak sejarah baru dengan menjuarai AVC Men's Champions League 2026 setelah mengalahkan Foolad Sirjan Iranian 3-1 (25-20, 24-26, 25-23, 25-23) dalam laga final di Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu.

Bhayangkara yang mengandalkan trio kelas dunia Noumory Keita, Robertlandy Simon Aties, Rok Mozic, menunjukkan dominasi saat meninggalkan Foolad 4-1 dan terus menjaga keunggulan hingga technical time out pertama dengan 8-5.

Tim asuhan Reidel Alfonso Gonzalez Toiran terus menggempur sambal meredam upaya Foolad mendapatkan momentum mencetak poin beruntun hingga terus menjaga jarak saat mencetak poin 16-11.

Foolad terus memberikan perlawanan balik namun jarak poin yang cukup jauh membuat tim asal Iran itu kesulitan mengejar dan harus merelakan set pertama menjadi milik Bhayangkara dengan skor akhir 25-20.

Kedua tim kembali ke pertukaran serangan yang lebih intensif set kedua. Bhayangkara maupun Foolad unggul secara bergantian dengan selisih hanya satu poin.

Bhayangkara baru bisa membuat jarak saat mencetak 20-18. Namun, tekanan balik yang efektif dari Foolad berhasil menyamakan skor menjadi 20-20. Kedua tim mencetak poin secara bergantian hingga terjadi jus.

Pada saat-saat krusial, para pemain Foolad berhasil mengumpulkan dua poin beruntun untuk memenangkan set kedua dengan skor 26-25.

Persaingan ketat berlanjut pada set ketiga saat kedua tim saling menjaga jarak dengan selisih satu poin. Bhayangkara berhasil membuat jarak saat mencetak skor 9-6, namun, Foolad mampu mencetak poin beruntun untuk menyamakan skor 9-9.

Setelah skor imbang, kedua tim terlibat saling kejar angka yang berlangsung sengit. Setiap serangan Bhayangkara untuk mencetak poin, langsung direspon dengan poin dari Foolad hingga skor Kembali imbang 23-23, membuat duel semakin menegangkan.

Ketenangan pemain Bhayangkara dalam memasuki poin kritis dan kemampuan memanfaatkan momentum membuat mereka dapat mencetak dua poin beruntun untuk mengakhiri set ketiga dengan 25-23.

Pada set keempat, Foolad tampil lebih agresif dan langsung mencuri poin beruntun untuk memimpin dengan 4-1.Bhayangkara yang sempat kehilangan ketenangan Kembali menemukan pola permainan melalui serangan yang lebih efektif dan perlahan memangkas jarak hingga menyamakan skor 5-5.

Setelah berhasil mengejar ketertinggalan, Bhayangkara mulai tampil lebih percaya diri. Mereka berbalik mengambil kendali permainan dan melesat dengan keunggulan 7-5, lalu memperlebar jarak menjadi 11-7.

Memasuki pertengahan hingga akhir set, pertandingan berlangsung semakin ketat saat Foolad mampu menyamakan skor 13-13. Kedua tim saling bergantian mencetak angka dan tidak membiarkan lawan menjauh. Bhayangkara sempat unggul 16-14, tetapi Foolad kembali mengejar hingga skor menjadi imbang 16-16.

Persaingan semakin menegangkan pada poin-poin krusial. Foolad bahkan sempat berbalik memimpin 18-17 dan kemudian unggul 20-19 serta 21-20. Situasi tersebut membuat Bhayangkara berada dalam tekanan karena kehilangan keunggulan yang sempat mereka bangun sejak pertengahan set.

Meski demikian, Bhayangkara menunjukkan mental juara pada saat-saat penting. Farhan Halim dan kawan-kawan terus menjaga fokus untuk mengejar ketertinggalan. Setelah menyamakan skor 21-21 dan 22-22, Bhayangkara kembali memanfaatkan kesalahan lawan untuk mengambil momentum.

Pada fase akhir, Bhayangkara tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang untuk unggul 24-23. Tim milik institusi Kepolisian RI itu berhasil mengunci kemenangan setelah sebuah service ace dari Keita berhasil mencetak poin penutup, sekaligus mengakhiri laga dengan kemenangan.

Dengan hasil itu, Bhayangkara menjadi klub Indonesia pertama yang meraih juara di level Asia. Selain gelar juara, Bhayangkara juga telah mengunci tempat untuk tampil pada Piala Dunia Voli Putra 2026.