Hilal di Banjarmasin Tertutup Awan Hitam, Iduladha 1447 H Serentak 27 Mei 
Budi Arif Rahman Hakim May 17, 2026 11:52 PM


BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemantauan hilal penentuan awal Zulhijjah 1447 Hijriah di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Minggu (17/5/2026) tidak membuahkan hasil.

Hilal gagal terlihat karena langit tertutup awan tebal usai hujan mengguyur kawasan ini sejak pagi.

Meski demikian, Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Provinsi Kalsel menyebut secara teori kriteria penetapan awal bulan sudah terpenuhi. Kondisi itu membuat Hari Raya Iduladha 2026 berpotensi serentak.

Tim BHR Kalsel, Fahrin mengatakan, secara hisab posisi hilal di seluruh Indonesia telah memenuhi standar imkan rukyat MABIMS yang digunakan pemerintah.

“Yang pertama kita lihat dulu hasil hisab rukyat di seluruh Indonesia bahwa tinggi hilal di Indonesia rata-rata antara 3,29 derajat sampai 6,95 derajat di Sabang Aceh. Itu sudah memenuhi kriteria imkan rukyat ketinggian hilal 3 derajat,” ujarnya, usai pemantauan di Rooftop Zuri Express Hotel Banjarmasin.

Ia menambahkan, elongasi hilal juga melampaui ambang batas minimal.

“Adapun elongasinya mencapai 8,91 derajat di Papua dan 10,62 derajat di Sabang Aceh. Sehingga dua kriteria yang ditetapkan pemerintah, baik ketinggian hilal maupun elongasi, keduanya sudah tercapai,” katanya.

Baca juga: Hewan Kurban Terus Berdatangan Lewat Pelabuhan, DKP3 Banjarmasin Suntikkan Vaksin Cegah PMK 

Baca juga: Geger Penemuan Jasad Bayi Terkubur di Cindai Alus, Polres Banjarbaru Lakukan Penyelidikan

Baca juga: Polisi Amankan Pelaku Pungli di SPBU di Banjarmasin, Urine Positif Mengandung Narkoba

Namun kondisi cuaca di Banjarmasin membuat hilal tidak dapat diamati secara langsung.

“Pagi tadi terjadi hujan cukup lebat sehingga di sekitar kita masih ada awan-awan cukup tebal yang menutupi celah untuk melihat matahari maupun bulan. Pelaksanaan rukyah tetap dilaksanakan sebagaimana biasa, akan tetapi karena tebalnya awan di tempat kita, hilal tidak bisa terlihat untuk wilayah Banjarmasin,” jelas Fahrin.

Berdasarkan perhitungan hisab, awal Zulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Raya Iduladha berpotensi berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026.

Fahrin mengatakan peluang perbedaan penetapan Iduladha tahun ini relatif kecil karena posisi hilal sudah memenuhi syarat.

“Kalau ada satu wilayah pun yang melihat hilal maka besok ditetapkan 1 Zulhijjah 1447 Hijriah. Untuk tahun ini perbedaannya relatif tipis. Muhammadiyah sudah menetapkan Iduladha jatuh pada 27 Mei 2026, tinggal menunggu keputusan pemerintah dan Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Kalsel, Saribuddin mengatakan, meski hilal tidak terlihat di Banjarmasin, secara teori syarat penetapan awal Zulhijjah sudah terpenuhi berdasarkan kriteria terbaru MABIMS.

“Berdasarkan kriteria Imkanur Rukyat MABIMS terbaru, maka kondisi hilal telah terpenuhi,” katanya.

Ia menegaskan penetapan resmi awal Zulhijjah tetap menunggu keputusan pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama RI. (Banjarmasinpost.co.id/muhammad syaiful riki)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.