Driver Ojol Jadi Sasaran Penyerangan Busur Panah di Makassar  
Misran Asri May 17, 2026 11:54 PM

Video yang beredar di media sosial, tampak seorang driver ojol terkena anak panah busur di bagian pinggang saat mengendarai sepeda motor Jupiter MX

PROHABA.CO, MAKASSAR - Seorang driver ojek online (ojol) di Kota Makassar serta seorang pengendara lainnya di Kabupaten Luwu menjadi korban serangan panah busur.

Dua kejadian teror busur panah tersebut cukup meresahkan masyarakat di Sulawesi Selatan.  

Pasalnya, pelaku melakukan aksinya itu di siang hari, di saat masyarakat sedang melaksanakan aktivitas.

Teror busur panah tersebut terjadi dalam dua kejadian berbeda. 

Kedua insiden tersebut memicu kekhawatiran masyarakat karena terjadi di jalan umum dan melibatkan korban yang tengah melintas. 

Peristiwa terbaru dan baru terjadi menimpa driver ojol di sekitar Jembatan Puri arah Jalan Letjen Hertasning, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sabtu (16/5/2026) siang. 

Baca juga: Geng Motor di Makassar, Sasar Perumahan Warga dengan Panah

Baca juga: Polisi Ungkap Gudang Pembuatan Anak Panah Busur di Makassar

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak seorang driver ojol terkena anak panah busur di bagian pinggang saat mengendarai sepeda motor Jupiter MX. 

Meski panah masih menancap di tubuhnya, korban tetap melanjutkan perjalanan sambil mengendarai motornya. 

Bahkan, korban sempat melempar senyum ke arah pengendara lain yang merekam kejadian tersebut. 

"Anak Maxim dibusur, anak Maxim. Di sini di jembatan Puri," ucap perekam video, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (16/5/2026).  

Kapolsek Manggala Kompol Semuel To'longan membenarkan kejadian tersebut.  

Ia mengatakan personel kepolisian langsung diterjunkan ke lokasi untuk memburu pelaku. 

"Anggota di lokasi lagi mencari pelaku dipimpin kanit Reskrim," kata Semuel melalui pesan WhatsApp. 

Baca juga: Dua Pelajar Ditangkap Usai Panah Juru Parkir di Dompu

Korban saat ini telah menjalani perawatan medis di RSUD Daya Makassar. 

"Korban dirawat di RSUD Daya. Mudah-mudahan pelaku cepat didapat," jelasnya. 

Di sisi lain, polisi juga mengamankan sejumlah orang di sekitar lokasi kejadian. 

Berdasarkan data sementara, ada enam orang yang diamankan, lima di antaranya masih berusia 13 hingga 17 tahun. 

Pengendara diserang di depan Bandara Bua

Sebelumnya, aksi serupa juga terjadi di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. 

Seorang warga Desa Salu Jambu, Kecamatan Lamasi, menjadi korban panah busur saat melintas di Jalan Trans Sulawesi tepat di depan Bandara Bua pada Senin (4/5/2026) malam. 

Korban diketahui baru pulang dari Kecamatan Ponrang menuju kampung halamannya sebelum diduga diserang orang tak dikenal menggunakan busur. 

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian belakang tubuh setelah terkena anak panah. 

Meski dalam kondisi terluka, korban masih sempat mengendarai kendaraannya menuju rumah kerabat di Desa Toddopuli sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit. 

Kapolsek Bua, AKP PY Catur Suhendra mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penyerangan. 

“Kejadian tadi malam sekitar jam 9 malam. Terprovokasi anak Labokke Desa Puty yang mengira ada musuh di luar. Sempat kami halau, tapi ada sebagian yang lolos ke jalan,” jelasnya. 

Menurut Catur, dalam beberapa waktu terakhir gangguan keamanan memang kerap terjadi di wilayah Bua. 

Karena itu, Polsek Bua bersama personel Polres Luwu akan meningkatkan patroli dan penyisiran rutin pada malam hari. 

“Polsek Bua dibantu personel Polres Luwu akan melakukan penyisiran rutin untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan,” ujarnya. 

Sementara itu, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana sebelumnya menegaskan akan menindak tegas pelaku geng motor yang mengancam keselamatan warga. 

"Kalau memang pelaku kejahatan itu sudah mengancam nyawa masyarakat, perintah saya tembak," tegas Arya saat konferensi pers, Selasa (12/5/2026). 

"Ada polisi di situ, mengancam nyawa masyarakat di situ bawa parang dan sebagainya, tembak di tempat," tegasnya lagi.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.